Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Senjata makan tuan


__ADS_3

Kini acara yang di nantikan oleh semua orang akan segera di mulai, setelah menyapa para kerabat dari keluarga Ikram dan juga dari keluarga Sinta, mereka mulai menduduki ruangan tersebut..


Begitupun dengan Ikram, saat ini dia sudah duduk di depan meja dan disamping bapak penghulu,


Di depan nya sudah ada pak Bagas Baskara selaku wali nikah untuk Sinta, pak Baskara tersenyum senang menatap calon menantu nya yang sangat gagah dan berwibawa,


Dia tidak pernah menyangka sebelum nya dengan takdir Tuhan yang tak pernah bisa di tebak dan di duga, sungguh tidak di sangka sangka jika pria biasa yang dulu menolong diri nya dari perampokan para penjahat ternyata akan menjadi menantu nya saat ini


"Apakah kamu sudah siap nak? " tanya pak Baskara tersenyum


"InsyaAllah saya siap pak.. " jawab Ikram tegas


Membuat para tamu yang hadir merasa bahagia dan ikut tersenyum,


Detik kemudian, pak penghulu pun memberi aba aba, jika acara akad nikah sudah bisa di laksanakan segera


Dan dengan lantang, pak Bagas Baskara langsung mengucapkan kata akad nikah kepada sang menantu,


Ikram dengan tak kalah lantang menjawab ucapan dari sang mertua,


"Saya Terima nikah dan kawin nya Sinta Baskara binti Bagas Baskara dengan mas kawin tersebut di bayar tunaii.......!!!! "


"Apakah para saksi sah....??? " tanya pak penghulu


"Sah.... ..."


Jawab mereka kompak sambil tersenyum senang


"Alhamdulillah.... "


"Sekarang kamu sudah sah menjadi suami dari nona Sinta Baskara" ucap pak penghulu memberi selamat..


Wulan yang menatap wajah mantan suaminya yang tampak bahagia pun, langsung meneteskan air mata ..


Jujur, hati nya terasa sakit dan perih, tapi dia mencoba untuk menerima dengan Ikhlas, toh ini semua adalah ke inginan nya dahulu, sedetik kemudian, Wulan pun baru tersadar jika sedari tadi ibu nya sudah tidak ada di samping kursi roda milik nya


Wulan mulai melihat ke kiri dan ke kanan, dia menelusuri penglihatan nya ke seluruh ruangan, dan tetap saja Wulan tidak dapat menemukan ibu nya tersebut..


Tiba-tiba Wulan merasakan sesuatu hal yang membuat nya berdebar kencang, apakah saat ini ibu nya itu sudah mulai melakukan sesuatu untuk pernikahan Sinta, dan dengan cepat dia berusaha membalikkan kursi roda nya ke arah dapur..

__ADS_1


Saat ini semua orang sedang sibuk menatap sang pemeran utama, Sinta mulai turun dari tangga di temani oleh Winda dan mama Iren, mereka sangat kagum dan takjub saat melihat wanita yang menjadi istri Ikram sekarang,


Sinta benar benar sangat cantik bak ratu kerajaan, dan tampa sadar ternyata Ikram juga sudah ikut diam tak berkedip menatap ke arah Wanita yang sudah menjadi istri sah nya tersebut..


"Silahkan duduk di samping suami mu Nona Sinta"


Ucap pak penghulu dengan suara kuat, membuat Ikram langsung terkejut dan tersadar dari lamunan nya.. tampa dia sadar jika ternyata wanita yang dia kagumi sudah duduk disamping tubuh nya saat ini,


Saat mereka sedang fokus dengan kedua pasangan pengantin baru tersebut,


Lain hal nya dengan Wulan dan Ibu Ningsih, saat ini Wulan sudah menemukan keberadaan ibu nya yang berada di dapur, dia terlihat tidak mencurigakan di mata Wulan karena yang dia lihat saat ini jika ibu nya sedang berada di dapur bersama para pelayan


"Hei kau, ini khusus makanan dan minuman untuk pengantin ya, ingat jangan ditukar ya, ini untuk Sinta dan ini untuk Ikram, sesuai adat yang kita lakukan jika setelah akad nikah selesai akan di adakan acara sulang menyulang antara pengantin baru, dan ini sesuai dengan permintaan dari nyonya Iren" jelas ibu Ningsih


"Baik nyonya, kami akan mengingat ucapan anda" jawab para pelayan


"Bagus" ucap Bu Ningsih tersenyum, detik kemudian dia pun tersadar dengan keberadaan Wulan...


"Wulan...!!! kamu kenapa berada disini hah...? " tanya ibu Ningsih


"Aku mencari ibu, karena ibu tidak ada di samping ku saat acara sedang berlangsung, ibu, apa yang ibu lakukan disini? bukan kah kita hanya tamu bu dirumah Sinta? " tanya Wulan


"Oh,tapi ibu tidak sedang melakukan rencana apa apa kan? " tanya Wulan curiga


"Tentu saja tidak, ayo kita kedepan, ibu yakin pasti acara nya sudah akan segera selesai, habis ini lanjut acara menikmati hidangan" ajak ibu Ningsih


"Iya bu"


Tampa curiga, Wulan pun mengikuti ibu nya tersebut, ibu Ningsih langsung mendorong kursi roda milik Wulan menuju ke tempat acara pernikahan,


Sesampainya di sana, terlihat jika Sinta dan Ikram sudah sah menjadi suami istri, setelah selesai membaca doa mereka pun mulai berfoto ria...


Tak lama kemudian, datang lah para pelayan yang membawa hidangan makanan,


Dan pelayanan yang khusus untuk hidangan pengantin pun mulai menyuguhkan hidangan nya untuk Ikram dan Sinta


"Ini apa ma? " tanya Sinta heran


"Sayang, ini adalah salah satu adat kita, kalian akan melakukan makan bersama antara suami istri dengan saling menyuapi, nanti kamu menyulangi Ikram dan begitu pun sebaliknya, setelah itu, kalian bergantian saling menukar minuman dengan tangan kalian masing-masing, ini sebagai simbol jika apa pun ke adaan nya, susah dan senang kalian akan tetap kompak dan saling mencintai"

__ADS_1


"Baik ma," jawab Sinta tersenyum


Dengan cepat mereka mulai melakukan apa yang mama Iren perintah kan, mereka saling menyuapi makanan yang sudah tersedia


Membuat para tamu yang menyaksikan langsung tersenyum senang, tapi tidak dengan Wulan, saat ini, dia sedang memperhatikan wajah ibu Ningsih yang sedari tadi tampak bahagia, Wulan yang merasa mulai curiga pun, langsung bertanya kepada nya..


"Ibu, kenapa ibu merasa sangat bahagia? " tanya Wulan


"Tentu saja, karena sebentar lagi rencana ibu akan segera berhasil"


"Apa.... rencana? rencana apa maksud ibu? "


"Tentu saja rencana yang ibu katakan kemarin, lihat lah minuman itu Wulan, di minuman Ikram yang akan di beri untuk Sinta, minuman itu sudah mengandung racun sianida yang sangat berbahaya, mereka tidak akan menyadari nya, karena racun itu tidak berbau dan berbekas, ibu sudah memberi nya dengan dosis yang lebih banyak, jadi sekali minum di jamin langsung m.. a.. t.. i... haha" jelas ibu Ningsih dengan pelan


Wulan langsung terkejut saat mendengar penuturan dari ibu nya tersebut, dengan cepat dia menatap ke arah pasangan pengantin baru itu, sebentar lagi adalah prosesi bertukar minum...


"Tidak..., bu, lepas bu, biarkan aku menggagalkan rencana ibu, " teriak Wulan yang ingin menjalankan kursi roda milik nya


"Tidak, ibu tidak akan membiarkan mu" jawab ibu Ningsih memegang kursi roda Wulan dengan kuat


Wulan yang mulai panik pun merasa sangat takut dan bingung, terlihat jika mereka mulai memegang gelas masing-masing yang di berikan mama Iren, dengan sekuat tenaga Wulan mulai bangkit dan berlari menuju ke arah pengantin baru itu,


Membuat Ibu Ningsih merasa terkejut dan Marah,


"Wulan apa yang kau lakukan" teriak ibu Ningsih mengejar Wulan..


"Sinta...., jangan kau minum minuman itu" teriak Wulan dan langsung merebut gelas yang ada di tangan Ikram


Semua orang merasa sangat terkejut dengan apa yang Wulan lakukan, begitu pun dengan Sinta dan Ikram


"Wulan kau....!!


" Wulan, dasar anak bodoh, apa yang kau lakukan hah" teriak ibu Ningsih membuat suasana semakin gaduh


"Tidak bu, aku tidak akan membiarkan ibu melakukan kejahatan lagi, aku akan mengagalkan nya.. "


"Tidak, cepat berikan minuman itu"


Ibu Ningsih berusaha merebut gelas yang di pegang oleh Wulan dan tampa sengaja Wulan malah meminum air di gelas tersebut sampai habis tak tersisa, membuat Ibu Ningsih langsung menjerit histeris

__ADS_1


"Wulan... ................. Wulan..... "


__ADS_2