
Pak Adam langsung memeluk tubuh istri nya tersebut, dia ikut menangis melihat istri nya yang sudah kesakitan mengeluarkan banyak darah
"Cukup nak, bapak mohon! " kata pak Adam sambil memeluk tubuh bu Ningsih
Dengan perasaan kesal, Ikram langsung membuang senjata milik nya dan mencoba menetralkan emosi yang ada pada diri nya..
Bang Jack yang melihat sikap Ikram pun langsung menenangkan Ikram,
"Tenang kan diri mu Ikram, aku akan segera membawa ibu Ningsih kerumah sakit, setelah dia mendapatkan pertolongan dari luka nya, baru kita akan memasukkan nya ke dalam penjara"
Ucap Bang Jack langsung membantu pak Adam untuk membawa Tubuh bu Ningsih..
Saat melewati Ikram, bu Ningsih langsung mengucapkan kata kata sumpah serapah untuk mantan menantu nya tersebut,
Sungguh Seperti nya hukuman yang di berikan oleh Ikram tidak membuat buk Ningsih sadar juga,
Ikram langsung membuang wajah nya, dan mengusap wajah nya kasar, .
"Cepat kau bawa wanita itu pergi bang, aku benar-benar muak dengan diri nya" teriak Ikram
"Iya, sebaiknya kau juga segera menyusul kami, lihat bagaimana ke adaan Wulan saat ini, dan juga istri mu yang ikut dengan mereka"
"Baik bang"
"Bang Jack, apakah Ayu boleh ikut? "
Tanya ayu yang tiba tiba menimpali pembicaraan mereka,
"Tentu saja, untuk apa juga kau berada di sini, ayo ikuti bos mu" ajak bang Jack
Dengan cepat, Ayu pun berlari mengikuti mereka bertiga
Setelah mobil bang Jack pergi meninggalkan rumah mewah tersebut, kini ke-dua orang tua Sinta langsung mendatangi Ikram yang saat ini sedang terduduk di atas lantai
Sungguh dia tidak pernah menyangka jika pernikahan nya yang membahagiakan berakhir dengan pertumpahan darah dan juga percobaan pembunuhan.
"Nak Ikram, tenangkan dirimu, semuanya sudah terjadi diluar kehendak kita"
Ucap Pak Bagas menepuk pundak Ikram
"Iya, tapi jika saja aku tidak mengizinkan keluarga Wulan untuk menghadiri acara pernikahan ku ini, mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi pak Bagas"
Jawab Ikram dengan perasaan kesal dan menyesal
__ADS_1
" Nak, sebaik nya kita pergi kerumah sekarang juga, mama juga sangat kepikiran dengan Wulan dan Sinta, ayo pa. "
Ajak mama Iren yang ikut panik,
"Baiklah ma"
Jawab Ikram mulai bangkit dan berdiri, sebelum pergi dia menyempatkan diri untuk mendatangi ibu Aisyah yang ada di lantai atas, Ikram menyuruh ibu Aisyah agar Cinta dan juga Winda tetap berada di kamar Sinta..
Setelah itu, Ikram pun langsung segera turun dari lantai atas, dia bersama kedua orang tua Sinta menuju keluar memasuki mobil dan pergi ke arah rumah sakit
***
Sedangkan di dalam rumah sakit, saat ini Sinta, Tio dan juga Mike sedang menunggu di depan ruangan ICU yang di tempati oleh Wulan
Dokter langsung menangani Wulan dan akan berusaha mengeluarkan racun yang ada di tubuh Wulan,walau sangat mustahil, tapi mereka akan tetap berusaha sekuat tenaga sesuai yang di perintah kan oleh Sinta
Sinta mulai mondar mandir kesana kemari, dengan ke adaan yang sudah sangat berantakan, dia bahkan tidak memperdulikan lagi penampilan nya yang menjadi pengantin, karena saat ini dia benar benar merasa perasaan cemas dan takut
"Nona, istirahat lah dibangku ini nona, tenangkan diri anda nona Sinta"
Ucap Tio memanggil Sinta
"Tidak Tio, aku benar-benar tidak bisa beristirahat dengan tenang,. aku... aku... benar-benar takut dan cemas" jawab Sinta menangis
"Kau memang benar Tio, tapi... kenapa Wulan harus meminum air itu, kenapa dia tidak membuang gelas nya saja...,kenapa Tio? "
Tanya Sinta mulai berteriak
"Mungkin saat itu Wulan merasa sangat kalut dan bingung nona, karena ibu Ningsih berusaha merebut gelas yang dia pegang, atau pun memang sudah menjadi takdir nya juga" jawab Tio pelan
"Tio, bagaimana berkas milik Wulan pak Adam, apa kau sudah mempersiapkan nya? " tanya Sinta
"Sudah nyonya, "
"Baiklah, jika dokter berhasil mengeluarkan racun nya, kita akan segera membawa keluar negeri"
"Baik nona"
Sedangkan di ruangan lain, saat ini ibu Ningsih sudah di tangani di ruangan UGD,
Dia menjerit sambil mengeluarkan makian di dalam mulut nya, membuat Pak Adam merasa malu dan juga kesal
"Tenangkan dirimu Ningsih"
__ADS_1
Ucap pak Adam membuat ibu Ningsih merasa marah
"Diam kau suami bodoh, lihat ini sangat menyakitkan rasa nya, mereka benar-benar menyiksa ku dan kau hanya diam saja" teriak Ningsih emosi
Saat ini, dia baru selesai di operasi oleh dokter untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dalam paha nya. setelah itu mereka pun langsung menjahit luka tersebut,
Ibu Ningsih berteriak sekencang kencang nya membuat semua petugas rumah sakit merasa terganggu,
Pak Adam yang merasakan perasaan kesal terhadap istri nya tersebut pun langsung keluar dari ruang UGD
Jack yang melihat pak Adam keluar dari ruangan langsung mendatangi nya,
"Bagaimana pak Adam, aku mendengar suara keributan di dalam ruangan? " tanya bang Jack
"Iya, dia benar benar membuat ku malu dan kesal"
"Yasudah, sebaik nya kita pergi dari sini, untuk melihat ke adaan Wulan, anak buah ku akan menjaga istri mu itu" ucap Jack
"Baiklah, terimakasih Jack" jawab pak Adam tulus
Dan mereka pun mulai meninggal kan ruangan tersebut untuk menuju ke ruangan ICU
Sesampainya di sana, terlihat jika Sinta, Tio dan Mark mulai merasa panik,
Saat ini dokter sedang meminta persetujuan keluarga untuk melakukan bilas lambung agar bisa membersihkan racun yang ada, tapi tetap saja ada konsekuensi yang harus di tanggung antara gagal dan berhasil
Pak Adam yang baru tiba di tempat pun langsung menyetujui permintaan dari sang dokter, dengan cepat dia menandatangani surat tersebut
"Berdoa lah agar pasien bisa terselamatkan, karena ke adaan nya benar benar sangat kritis"
"Dokter, tolong selamatkan nyawa putri ku" ucap pak Adam memohon
"Tentu, kami akan berusaha sekuat mungkin pak, mari "
ucap Dokter tersebut langsung masuk kembali ke dalam ruangan ICu,
Tak lama kemudian, datang lah Ikram dan juga ke-dua orang tua Sinta,
Sinta yang melihat suami nya tersebut pun langsung memeluk Ikram dengan erat
"Mas... "
"Tenang kan dirimu Sinta, kita sama sama berdoa agar Wulan bisa selamat dari masa kritis nya"
__ADS_1
Ucap Ikram memeluk Sinta erat, sungguh Ikram sangat menyesali semua yang terjadi, dia tidak pernah menyangka jika Ibu Ningsih yang terlihat pedas di mulut dan juga suka menghina orang,ternyata juga tega untuk menghabisi nyawa orang lain...