
Seminggu sudah berlalu sejak kepanikan yang Sinta rasakan,..
Ikram yang mendengar curahan dari sang istri pun langsung berinisiatif untuk mengirim Mark ke Korea guna menemui dan melihat ke adaan Wulan di rumah sakit tempat dia dirawat,.
Awal nya Sinta sendiri yang akan pergi untuk mengunjungi Wulan, tapi karena dokter melarang keras niat nya tersebut dengan alasan kandungan Sinta yang masih terlalu muda dan bisa membahayakan, akhirnya Sinta pun mengurungkan niat nya tersebut,
Saat ini Sinta sedang berada di rumah ibu Aisyah, rumah sederhana yang dulu pernah dia tempati sebelum dia menikah dengan Ikram, dia duduk di kursi tamu sambil berulang kali mengecek handphone milik nyaman
Bu Aisyah yang melihat kekhawatiran dari wajah Sinta pun mulai ikut duduk di samping Sinta..
"Nak Sinta..., tenang lah, jangan seperti ini, ingat kamu sedang hamil lo"
Ucap Ibu Aisyah memperingati, Sinta langsung menoleh dan menatap ibu Aisyah sambil tersenyum, sangking fokus nya mengecek handphone, Sinta sampai tidak sadar jika Ibu Aisyah sudah duduk tepat disamping tubuh nya
"Eh...., iya Sinta gak apa apa kok buk, Sinta inget kok buat jaga kandungan Sinta, dan Sinta gak boleh stress, tapi jujur entah mengapa selama satu Minggu ini Sinta selalu mengalami mimpi buruk buk,"
"Benarkah nak..? ibu rasa itu adalah bawaan dari kehamilan kamu Sinta, sekarang tenangkan diri mu ya, ibu yakin sebentar lagi pasti anak buah Ikram akan memberi kabar tentang Wulan"
"Iya buk, oya dimana Cinta buk?" tanya Sinta sambil melihat se isi ruangan
"Dia sedang di kamar Winda,biarkan saja dia bermain dengan Winda, agar kamu bisa beristirahat sejenak"
"Ya sudah, jika begitu, aku ingin istirahat sebentar ya buk, tubuh ku terasa sangat lelah beberapa hari ini"
"Iya nak, istirahat lah Sinta" ucap Ibu Aisyah mengizinkan
Sinta pun langsung berjalannya menuju ke kamar tamu, kamar yang pernah dia tempati beberapa bulan yang lalu,
****
Sedangkan di kantor milik Ikram,setelah menerima telfon dari Mark, Ikram langsung bangkit dari duduk nya dan berdiri menatap jendela kaca yang menampak kan kota jakarta,
__ADS_1
Ikram meremas handphone yang sedang di pegang oleh nya untuk meluapkan perasaan yang sudah tidak tertahankan,
Tanpa terasa air mata sudah jatuh membasahi pipi, masih teringat jelas di benak nya dengan ucapan yang Mark sampai kan..
Bahwa siang ini juga mereka akan pulang kembali ke indonesia, dan saat ini mereka sedang mengurus kepulangan Wulan dari rumah sakit Korea,
Mark juga menyuruh Ikram agar segera menyiapkan kepulangan Wulan, dan dia mengatakan jika sampai mereka tiba, jangan memberitahu siapa pun, karena itu adalah permintaan Wulan kepada Mark dan juga pak Adam..
Tiba-tiba teringat bayangan masa lalu ketika Ikram dan Wulan memutuskan untuk menikah,walaupun tampa restu dari ibu nya Wulan mau berkorban walau dia harus pergi dari ke-dua orang tua nya
"Dek, apakah kamu yakin dengan keputusan mu ini? " tanya Ikram menggenggam kedua tangan Wulan
"Aku yakin mas...., jadikan aku istri mu mas, dan aku berjanji akan selalu mencintai mu sampai akhir hayat ku"
Jawab Wulan dengan tersenyum manis, Ikram langsung memeluk tubuh kekasih nya itu dengan erat, jika sudah sama sama yakin, maka mereka pasti akan bisa melewati keras nya ombak yang akan menerpa pernikahan mereka nantinya...
Tampa terasa, air mata terus mengalir di pipi ikram, walau hati nya sudah tidak memiliki Cinta untuk sang mantan istri, tapi tetap saja apa yang sudah dia lewati bersama Wulan sangat membekas di ingatan dan hati nya...
Ucap Ikram masih menatap ke jendela kaca, setelah perasaan nya kembali tenang, Ikram pun langsung menghapus air mata nya dan kembali menelfon seseorang...
Tepat pukul 19,00 malam, Ikram beserta anak dan istri nya sudah tiba di depan rumah milik mereka,
Sinta dan Cinta langsung turun dari mobil karena Ikram akan memasukkan mobil nya ke dalam garasi,
Saat sudah menapakkan kaki nya di depan teras rumah, Sinta dikejutkan dengan berdiri nya tenda yang sudah terpasang dengan rapi,
Cinta yang merasa penasaran pun mulai melontarkan pertanyaan nya kepada sang mama
"Mama....., ini tenda apa ma? memang nya dirumah kita akan ada acara ya ma? "
Sinta langsung berjongkok menghadap putri nya tersebut, dan dia menjawab dengan tersenyum..
__ADS_1
"Mama juga tidak tahu sayang, karena ayah belum memberitahu mama, mungkin ayah ada acara bersama teman teman nya, sekarang ayo kita masuk sayang, sepertinya teman teman ayah akan segera datang, " Ajak Sinta berdiri kembali dan langsung menggandeng tangan Cinta.
Setelah mengantar Cinta ke kamar nya Sinta pun langsung keluar kembali menuju ke teras rumah,
Dia sangat ingin menanyakan tentang tenda yang sudah terpasang di perkarangan rumah,
Begitu tiba di depan pintu, terlihat jika Ikram sedang berbincang bincang kepada para pekerja di rumah itu, Ikram menyuruh seluruh pembantu untuk menyiapkan kedatangan seseorang yang akan segera tiba, Sinta yang tampa sengaja mendengar pembicaraan mereka pun langsung berjalan ke arah Suami nya itu
"Mas...., ada apa mas... ? " tanya Sinta
Membuat Ikram langsung berbalik melihat ke arah belakang,
"Sayang, apakah kamu sudah dari tadi tiba di sini? "
"Iya, belum terlalu lama mas, oya ini kenapa ada tenda yang berdiri di perkarangan rumah kita, apakah mas akan mengadakan acara? " tanya Sinta menatap Ikram
"Sinta....., sebenarnya orang yang beberapa hari ini kamu fikirkan selama seminggu ini, dia akan segera tiba di rumah kita Sinta" jelas Ikram membuat Sinta merasa terkejut, dia menutup mulut nya dengan sebelah tangan
"Maksud mas Ikram, Wulan dan pak Adam akan tiba di sini begitu, tanya Sinta sekali lagi meyakinkan pendengaran nya yang mungkin sudah salah mendengar
" Iya sayang, dan saat ini mereka sudah sampai di bandara, mereka sedang menuju ke rumah kita sayang "
"Benarkah..., mas Ikram kenapa tidak memberitahu ku sejak tadi, ya sudah aku akan segera bersiap siap... "
"Sinta tunggu sebentar, mas belum selesai bicara,.......
Teriak Ikram yang sudah tidak di dengar oleh Sinta, karena Sinta sudah masuk. ke dalam rumah dengan sedikit berlari menuju ke arah dapur
Ikram hanya menatap kepergian istri nya tersebut,
" Biarkan saja lah, nanti juga dia akan tahu jika pak Adam sudah tiba, oya sebaiknya aku menghubungi Ibu Aisyah dan juga mertua ku agar segera datang kesini" ujar Ikram sambil berdiri di depan teras rumah milik nya...
__ADS_1