Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Ikram terkena tembak


__ADS_3

Dengan jantung yang terus berdebar kencang, Sinta pun memberanikan diri untuk bangkit dari duduk nya dan menatap para penjahat....


"Siapa kalian....??? kenapa kalian berani mendobrak rumah ku.. hah.....?? teriak Sinta marah


" Oh..., ternyata kau sangat berani ya kelinci kecil...? apa kau terkejut dengan kedatangan kami ini...? " ucap penjahat itu mengejek


"Untuk apa aku terkejut...? karena aku sudah tahu, pasti kalian akan kembali lagi kerumah ku untuk mencari ku setelah kalian menghancurkan rumah ku dan membunuh para pekerja ku...? iya kan...?? kenapa kalian sangat tega hah...?? apa kalian bukan manusia..?? "


"Hahaha.........???? aku tidak menyangka, ternyata anak Sultan ini sangat lah cerewet ya...? "


"Jangan mendekat...??? " teriak Sinta


"Kenapa...?? aku hanya ingin menatap mu dari dekat...?? jawab penjahat itu sambil berjalan ke arah Sinta


" Stop.....???? berhenti kau di situ..? atau aku akan menghabisi mu...??


"Wau.......... aku sangat takut kelinci kecil... haha.......,, apa kau tahu, sudah sangat lama kami di tugas kan untuk membunuh mu dan orang tua mu.., dari cara lambat sampai cara cepat....?? "


"Siapa yang menyuruh mu...?? "


"Apa kau ingin tahu...??? "


"Cepat katakan siapa yang menyuruh kalian semua..?? berapa kalian di bayar oleh orang itu..? katakan, aku janji akan membayar 2 kali lipat lebih banyak dari orang itu...? "


"Sangat menggiurkan nona manis...?? tapi sayang nya kami tidak tertarik.., karena kami lebih tertarik untuk menghabisi nyawa mu...?? "


Cklek.......... suara senjata yang di kokang....


"Apa yang ingin kau lakukan...?? " tanya Sinta bergetar


"Kenapa...?? apa kau takut nona manis....??


" Tolong jangan lakukan ini kepada ku...? " ucap Sinta memohon


"Haha......., kau takut ya..., Baik lah, lari lah jika kau bisa nona manis..., karena kau sudah kami kepung...? "


Dan Sinta mulai melihat ke arah depan pintu, mereka para penjahat itu sudah berjajar dengan rapi dan gagah...


Sinta yang mendapat tawaran lari pun, langsung membalikkan badan nya dengan cepat dan berlari ke arah yang di tunjukkan Ikram...


Sinta berlari dengan sekuat tenaga nya, dan tak lama, para penjahat ikut mengejar nya dari belakang dengan terus mengejek Sinta....


Sinta melewati berbagai ruangan.., dan satu per satu penjahat yang mengejar nya sudah hilang di tikam oleh anak buah Ikram dan langsung di habisi di dalam ruangan tersebut.., kebetulan semua ruangan di rumah Sinta memiliki kedap Suara, jadi tidak membuat para penjahat yang lain menyadari nya....


Dan saat tiba di ujung Ruangan, Sinta pun berhenti dengan nafas ngos ngos-ngosan..., karena rasa nya dia sudah lelah dan tak sanggup berlari lagi...

__ADS_1


Tibalah penjahat yang mengejar berdiri di hadapan Sinta.. mereka hanya terdiri dari 2 orang, tapi seperti nya bos dari penjahat itu tidak menyadari, jika anak buah nya sudah tidak ada di belakang nya...


"Hahha........, apa kau lelah kelinci kecil.... cek...... cek..,kasihan sekali kau ya..., mana penolong mu itu...? seperti nya mereka sudah takut sebelum berperang...? " ejek penjahat itu...


"Kalian semua...,cepat pegang mereka....??" perintah penjahat itu


Dan tak lama kemudian, maju lah 4 orang anak buah Ikram memegang tangan Sinta dan 2 orang lagi berjaga di samping kanan kiri nya...


Bos penjahat itu pun mulai terkejut saat melihat anak buah nya sudah berganti kostum dan berganti alat penutup wajah....


Dia menatap tangan dari mereka yang ada terdapat percikan darah segar..


"Siapa kalian....???? kemana anak buah ku...??" teriak nya marah


"Anak buah yang mana maksud mu...?? " tanya Ikram yang keluar dari belakang


"Kau......... kalian menjebak ku....?? " ucap nya emosi


"Menurut mu...?? "


"Brengsek kalian semua.., apa kalian kira aku takut,,ayo Joni kita habisi mereka...? " ajak nya kepada teman yang ada di samping nya...


"Joni siapa bang....? nama ku bukan Joni, tapi Dodi..... ? " jawab pria tersebut sambil tertawa


"Bedebah kau sialan...??? kau sudah menipu ku dan menjebak ku...?? tanya bos penjahat itu..


Tapi tak lama kemudian, senjata itu pun terjatuh ke lantai, karena di tendang oleh Ikram, dan pertarungan sengit pun terjadi....


Mereka mulai menyerang Bos penjahat yang sangat hebat itu, satu persatu anak buah Ikram jatuh di banting oleh nya.. dan Ikram langsung menendang perut nya membuat dia jatuh ke lantai..


"Akkhh............ " jerit penjahat itu


"Ternyata lawan ku sangat tangguh..? " ucap Ikram


"Mari, satu lawan satu.., kita sama sama bos di geng kita..? jangan pengecut main keroyok kan.. " ajak penjahat itu


"Okey..., aku Terima tantangan mu itu..? " jawab Ikram semangat..


"Bawa Sinta keluar dari sini..? jaga dia di depan pintu kamar nya"


"Baik bos..? " jawab 2 orang anak buah Ikram..


Setelah mereka pergi, perkelahian sengit pun mulai terjadi, kali ini lawan Ikram tidak lah main main, mereka sama sama menguasai ilmu bela diri yang tinggi...


Buk... buk.... buk.....

__ADS_1


Perkelahian terus terjadi, sampai mereka saling bergantian jatuh bangun, dengan menahan sakit, Ikram mulai memutar tangan pria itu dan mengiting nya ke belakang... membuat dia menjerit kesakitan...,


Tapi tak di sangka, ternyata, pria itu menyepakkan kaki nya ke arah kaki Ikram, membuat mereka berdua jatuh kepelanting ke lantai..


Brukk.....


"Ahhh.... brengsek kau bajingan...? " teriak nya marah


Tanpa di Sangka penjahat itu langsung memungut senjata yang terjatuh tadi dan dengan cepat menodongkan nya ke arah Ikram..


Dorrrrr.................


Suara tembakkkan mulai terdengar dengan sangat nyaring di ruang an terbuka itu, sampai terdengar di telinga Sinta...


"Akkhhh....... dasar licik...


Doorrrrr............. dorrrrr..........


Ikram langsung mengambil senjata nya di balik tubuh dan gantian menembak nya tepat di paha kanan dan kiri nya..,


" Akhh....... "jerit penjahat itu dengan kuat menahan sakit..


" Kalian urus mereka semua...? "


Teriak Ikram meninggal kan tempat itu, sambil memegang otot tangan nya yang mengeluarkan darah sangat banyak...,


Dia mencoba mengikat nya untuk menahan aliran darah yang terus keluar, sungguh ini pertama kali nya Ikram mendapatkan serangan tembakan di tubuh nya..


Sangat sakit, tapi dia masih bisa menahan nya..


"Hallo..., kerumah Baskara sekarang juga, aku terkena tembak...? " ucap Ikram di telfon


"Baik...? "


Setelah mengantongi handphone nya kembali, Ikram pun di kejutkan dengan seorang wanita yang sudah berdiri menatap nya dengan wajah yang berlinang air mata..


"Sinta kamu....?? " tanya Ikram terkejut


"Hiks.... hiks..... ini semua gara gara aku Ikram...? gara gara aku kamu jadi tertembak..? " ucap Sinta memeluk Ikram erat..


Ikram yang melihat Sinta sangat rapuh dan syok pun mulai mengelus kepala nya dan mencoba menenangkan nya...


"Jangan menangis Sinta...? ini bukan lah salah kamu..? tapi ini memang resiko dari pekerjaan ku Sinta...? " ucap Ikram lembut


"Enggak.... aku penyebab kamu celaka Ikram..., aku takut kamu kenapa kenapa Ikram...., aku takut liat kamu terluka... hiks... hiks....? "

__ADS_1


Sinta pun mulai menangis dengan sedih di pelukkan Ikram.....


__ADS_2