
Beberapa jam menunggu akhirnya dokter yang menangani Wulan pun keluar dari ruangan tersebut, bersama beberapa suster yang membantu nya.
Mereka semua langsung bangkit berlari mendatangi dokter tersebut untuk menanyakan ke adaan Wulan.
"Bagaimana ke adaan anak saya dokter? " tanya pak Adam panik
"Iya, apakah racun nya bisa dikeluarkan dokter? " tanya Sinta menimpali
"Begini, saat ini racun nya sudah berhasil kami keluar kan, tapi keadaan pasien masih kritis, untuk pihak keluarga, mohon ikut saya keruangan saya sekarang" ajak dokter tersebut
Dengan cepat, pak Adam dan Sinta langsung mengikuti langkah dokter tersebut
Saat ini Sinta sudah mengganti pakaian nya dengan gaun biasa, kebetulan mama Iren membawakan nya baju ganti agar bisa membuka baju pengantin yang sudah sangat berantakan itu.
Sesampainya di dalam ruangan, mereka langsung duduk di depan meja sang dokter,
Dan Dokter mulai menjelaskan apa saja yang telah terjadi kepada Wulan saat ini
"Saya sudah semaksimal mungkin mengeluarkan racun tersebut dengan cara cuci lambung, seperti yang saya jelas tadi jika ini semua memiliki konsekuensi nya tersendiri, ada kemungkinan jika lambung pasien akan mengalami kerusakan, dan untung nya kalian langsung membawa pasien sebelum waktu 30 menit, jadi racun sianida belum menyerang organ vital seperti jantung dan yang lain nya, karena sianida dikenal sebagai racun oksigen, tapi karena pasien memilih riwayat penyakit lain yang sangat berbahaya, maka kami sarankan agar segera memindahkan pasien kerumah sakit yang lebih lengkap dan canggih lagi" jelas dokter
Sinta yang mendengar saran dari dokter itu pun langsung mengajukan niat nya untuk membawa Wulan berobat ke luar negeri
"Dokter, saya berniat akan membawa Wulan untuk berobat ke Korea, apakah jika kami melakukan penerbangan tidak akan menggangu ke adaan pasien yang sedang kritis dok? "
Tanya Sinta
"Tidak, selama oksigen dan alat monitor lain nya tetap berada di tubuh pasien, saya saran kan anda bisa melakukan nya secepat mungkin, agar pasien bisa keluar dari masa kritis nya" jawab dokter
"Baiklah dok, jika dokter mengizinkan sore ini juga kami akan segera pergi dokter"
"Ya sudah, saya akan segera menyiapkan peralatan medis nya, dan menugaskan 3 orang asisten saya untuk memantau ke adaan pasien di dalam perjalanan,dan kalian bisa menyiapkan segala keperluan nya sekarang" jelas dokter tersebut
__ADS_1
"Terimakasih dok, baik lah jika begitu kami permisi sekarang"
Ucap Sinta tersenyum, setelah itu dia pun langsung memegang tangan pak Adam untuk keluar dari ruangan tersebut..
Setelah keluar, Sinta mulai menjelaskan semua yang akan Sinta lakukan, pak Adam langsung menangis dan berlutut di kedua kaki Sinta, membuat Sinta merasa terkejut
"Apa yang bapak lakukan? " tanya Sinta sedikit berteriak
"Terimakasih nak..., kamu sangat baik kepada bapak dan Wulan, bapak tidak tahu harus membalas nya dengan cara bagaimana"
"Bangun lah pak, sekarang kita harus semangat dalam menjalankan perintah dokter, waktu kita tidak banyak pak, anak buah papa saya sudah menyiapkan pesawat pribadi untuk membawa Wulan ke Korea, ayo sekarang kita memberi tahu yang lain nya pak"
Ucap Sinta sambil memegang kedua bahu pak Adam, setelah pak Adam bangkit, Sinta pun langsung memegang tangan pak Adam menuju ke ruangan ICU
Sesampainya di sana, mereka langsung di sambut seluruh keluarga yang sudah menunggu,
Ikram dengan cepat mendatangi sang istri dan memegang tangan nya dengan wajah panik
"Tenang kan dirimu mas, alhamdulillah semua sudah Baik Baik saja, walaupun Wulan masih dalam masa kritis, mas Wulan akan segera kita bawa ke Korea ketempat papa berobat dulu, dan dokter sudah memberi izin kepada kita"
"Benarkah..., baiklah kita akan bersiap siap sekarang "
"Iya, aku sudah menghubungi anak buah papa untuk menyiapkan pesawat nya, sepertinya kita bisa pergi sekarang mas, karena lebih cepat akan lebih Baik"
"Iya kau benar sayang, Tio, bagaimana dengan berkasnya? " tanya Ikram
"Semua sudah siap bos.., pelayan dirumah saya sudah mengantar kan semua nya" jawab Tio tegas
Setelah itu, Sinta langsung mendatangi kedua orang tua nya, yang terlihat sangat panik
"Ma, pa...., Semua nya sudah berlalu,dan Wulan juga masih bisa terselamatkan, maaf ya jika Sinta sudah menjadi penyebab kekacauan ini, Sinta harap mama sama papa jangan khawatir lagi"
__ADS_1
Ucap Sinta memegang tangan kedua orang tua nya sambil menangis..
Mama Iren dan papa Bagas yang melihat putri nya bersedih pun langsung memeluk tubuh nya dengan sangat erat
"Mama sama papa sangat takut jika terjadi apa apa pada kamu sayang, karena kamu adalah harta berharga milik kami, ucap mereka berdua..
Ikram yang mendengar ucapan dari sang mertua pun langsung berjalan mendekati mereka,
" Papa dan mama, maaf jika dihari pertama saya menjadi suami Sinta, saya sudah gagal menjaga putri kalian, tapi saya berjanji untuk kedepan nya, saya pasti akan menjaga Sinta melebihi menjaga nyawa saya sendiri " ucap Ikram tegas
Kedua orang tua Sinta yang mendengar kan ucapan dari menantu nya pun langsung melepaskan pelukan nya ke Sinta dan mulai menatap wajah Ikram
Papa Bagas, menepuk pundak Ikram dengan pelan, dia merasa bangga dan bersyukur karena memiliki menantu seperti Ikram, yang bertanggung jawab dan tidak memikirkan harta..
"Terimakasih karena kau sudah bersedia menjadi menantu ku Ikram, jujur aku sangat merasa Bahagia, aku tidak menyangka jika ucapan ku saat di cafe dahulu bisa terlaksana untuk selamanya, sekarang aku dan mama Iren mempercayakan Sinta untuk kamu nak, jagalah dan sayangi dia" ucap pak Bagas tulus
"Pasti pa, aku akan mengingat semua perkataan papa" kata Ikram tersenyum
Sinta yang melihat senyum ketulusan dari suami nya tersebut pun, langsung berlari ke arah Ikram, dia memeluk tubuh Ikram dengan sangat erat
"Terimakasih...., aku sangat beruntung memiliki suami seperti kamu mas Ikram.. "
Ucap Sinta senang, membuat semua orang yang ada di situ ikut tersenyum bahagia,
Tio, Anton dan Bang Jack merasa sangat bahagia melihat kebahagiaan yang di dapatkan oleh Ikram saat ini,
Masih ingat di benak mereka bertiga, dulu saat Ikram jatuh terpuruk dan tidak semangat hidup, mereka bertiga lah yang bersusah payah membangkitkan Ikram dari keterpurukan nya...
Dan saat ini, buah dari kesabaran Ikram, terbayar dengan cash, bukan hanya kekayaan yang dia miliki, tapi juga kesuksesan karir dan kesuksesan dalam masalah percintaan..
Sungguh teka teki hidup tidak akan ada yang tahu, tapi tiga hal yang harus kita lakukan, berdoa, berusaha, bersabar, , jika Tuhan mengizinkan maka semua akan berbuah dengan manis...
__ADS_1