Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Wulan dan dokter Imran


__ADS_3

Sedangkan di negara lain tepat nya di negara Korea, saat ini Wulan sedang duduk sendiri di depan taman rumah sakit yang dia tempati,


Jika di Indonesia menunjukkan pukul 19.00 malam maka, di Korea lebih cepat 2 jam menjadi pukul 21.00 malam,


Wulan yang sudah hampir satu bulan berada di rumah sakit tersebut pun merasa sangat bosan sehingga dia memohon kepada pak Adam agar mengantarkan nya untuk melihat taman yang ada dirumah sakit, setelah mengantarkan Wulan di depan taman, pak Adam langsung pergi menuju ke arah kantin untuk melakukan makan malam yang sudah sangat telat,


Kini tinggallah Wulan sendiri menatap indah nya taman tersebut,


"Hah....... "


Terdengar helaan nafas yang keluar dari mulut Wulan, membuat seorang pria yang sedang berdiri tepat di belakang nya merasa penasaran dengan apa yang difikir kan oleh wanita tersebut.


"Apa kau sedang memikirkan sesuatu..? "


Tanya seseorang yang membuat Wulan langsung memutar kepala nya ke arah samping


"Dokter...? " tanya Wulan terkejut


"Maaf jika aku selalu mengejutkan mu Wulan, tapi jika aku boleh tahu, kenapa kamu menghela nafas, apakah kamu sedang memikirkan hal yang sangat berat saat ini? " tanya Dokter Imran penasaran


Wulan yang mendengar pertanyaan dari sang dokter pun langsung menatap ke arah langit yang berwarna gelap, terlihat bulan yang menerangi dengan sangat cantik dan bersinar terang serta di hiasi oleh bintang bintang yang menemani nya..


"Dokter, apakah wanita seperti diriku masih mempunyai kesempatan untuk bahagia? " tanya Wulan masih menatap ke atas langit


Imran yang mendengar pertanyaan dari pasien nya tersebut pun langsung berdiri mendekat ke samping kursi roda milik Wulan, dia ikut menatap ke arah langit mengikuti arah mata Wulan..


"Tentu saja Wulan.., semua orang di dunia ini sangat pantas untuk bahagia, tapi satu yang harus kita terapkan di kehidupan kita Wulan, bahagia lah dengan kebahagiaan yang memang sudah menjadi milik kita, jangan pernah bahagia dengan cara merebut kebahagian orang lain, karena siapa pun yang melakukan nya, di jamin orang itu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan dari semua perbuatan nya, "

__ADS_1


Jawab Dokter Imran membuat Wulan langsung menatap ke arah dokter tersebut..


Sungguh ucapan dokter itu benar-benar mengingatkan diri nya dengan ke inginkan Wulan beberapa bulan yang lalu,


Masih teringat dengan jelas saat dia meminta kepada Sinta untuk melepaskan Ikram dan juga Cinta agar bisa kembali dia miliki, sungguh terasa sangat egois sikap diri nya waktu itu, bagaimana bisa dia berbuat setega itu terhadap sesama wanita..


"Kamu menangis Wulan? " tanya Dokter Imran mengejutkan Wulan


Tampa terasa ternyata Wulan sudah meneteskan air mata nya... dengan cepat Wulan menyeka dengan jari dan bersikap seperti biasa


"Tidak dokter, aku... aku hanya mengantuk dokter" Jawab Wulan berbohong


Imran yang mengetahui kebohongan dari Wulan pun langsung berjongkok di depan kursi roda milik Wulan,


Tanpa Wulan sangka jika dokter Imran malah menggenggam tangan Wulan dengan erat membuat Wulan langsung menatap ke arah dokter Imran dengan perasaan terkejut


" Dokter......


ternyata adalah mantan suami istri, pantas lah jika dia bersikap sangat dingin kepada mu, dan aku yakin itu semua dia lakukan karena dia masih memiliki rasa sakit yang masih membekas di hati nya, aku juga sudah mengetahui semua perbuatan tercela mu di masa lalu, semua yang kau lakukan itu karena rasa terpaksa bukan? sehingga menimbulkan rasa depresi berat kepada fikiran dan jiwa mu, Wulan, aku juga memiliki masa lalu yang kelam, jadi jika kau bersedia, mari berjuang bersama, aku berjanji akan membantu kesembuhan mu, apakah kau mau menerima diri ku ini ? " tanya Dokter Imran menatap wajah Wulan intens


Wulan yang mendengar ucapan dari sang dokter pun merasa sangat terkejut, bahkan dia tidak dapat mencerna pertanyaan itu dengan baik..


"Dokter...., aku... sungguh tidak mengerti dengan pertanyaan mu itu" ucap Wulan gugup


"ya..., maaf jika sudah membuat mu terkejut Wulan, tapi sungguh aku benar-benar serius dengan perkataan ku ini, Baik lah jika kamu masih bingung untuk menjawab nya, aku akan memberikan mu waktu Wulan, yang terpenting kau tetap semangat untuk sembuh" kata Dokter Imran menjelaskan..


"Terimakasih dokter, aku sungguh beruntung bisa mengenal dokter" ucap Wulan tersenyum

__ADS_1


"Aku juga Wulan"


Jawab dokter Imran membalas senyuman Wulan, sungguh tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, pasti setiap kehidupan dan perjalanan takdir seseorang mempunyai masa lalu yang kelam begitupun dengan dokter Imran,


Sebenarnya dia adalah seorang duda yang ditinggal meninggal oleh sang istri tercinta, saat itu dokter Imran memutuskan untuk menikah diam diam dari keluarga besarnya yang ada di indonesia, karena dia memiliki keluarga yang sangat rumit dan pelik, jadi Imran memilih jalan tersebut,


Saat itu dia masih menimba ilmu di kampus kedokteran dan tampa dia sangka jika ternyata istri yang dia nikahi dan pacari selama 1 tahun itu, mengidap penyakit kanker payudara yang sudah stadium akhir,


Istri nya memang sengaja menutupi penyakit nya tersebut dari diri nya, karena alasan tidak mau menyusahkan Imran, sampai akhirnya istri nya menyerah dan menutup mata tepat di pernikahan nya yang baru berumur 5 bulan,


Mulai dari kejadian itu, Imran merasa sangat menyesal, dan dia memutuskan untuk kembali menimba ilmu menjadi dokter spesialis kanker, sampai akhirnya dia menjadi dokter spesialis untuk pasien bernama Wulan, saat itu juga lah, dia sangat ingin menyelamatkan hidup Wulan yang sudah berada di ujung tanduk,


Dan ternyata rasa iba dan penasaran nya kini menimbulkan rasa yang lain di hati Imran, dia merasa jika Wulan adalah wanita yang lemah lembut dan juga penuh misteri, terlalu banyak rahasia yang Wulan sembunyikan demi kebaikan semua orang, dan karena itu lah dia juga sangat ingin mengubah jati diri Wulan menjadi wanita yang terbuka dan jujur,


Setelah berbincang bincang sejenak, tak lama kemudian, datanglah pak Adam yang baru menyelesaikan makan malam nya di kantin rumah sakit,


Pak Adam sudah mengetahui niat baik yang di inginkan oleh Dokter Imran tersebut, dan tentu saja pak Adam menerima dokter itu dengan penuh rasa syukur..


"Pak...,apakah bapak sudah makan malam? " tanya dokter Imran


"Sudah dok, baru saja selesai dokter, terimakasih ya karena dokter sudah mau menemani anak saya" ucap pak Adam tersenyum


"Iya,, kebetulan saya juga sedang istirahat pak" Jawab Dokter Imran


"Oya, lebih baik jika kamu masuk sekarang Wulan, karena malam sudah semakin larut dan dingin" ucap dokter Imran kembali


Dengan cepat, Wulan dan pak Adam mengikuti apa yang di perintahkan oleh dokter Imran..

__ADS_1


"Iya, jika begitu kami masuk sekarang dokter, terimakasih sekali lagi" ucap Wulan tersenyum..


Setelah itu mereka mulai memasuki lorong menuju lift untuk menuju ke ruang VIP...


__ADS_2