
Sedangkan diruang rawat milik Wulan, saat ini mereka bertiga sedang menikmati sarapan pagi..
Pak Adam dengan telaten dan sabar menyuapi Wulan dengan bubur yang dia beli di kantin rumah sakit,
Keadaan ruangan saat ini benar-benar sunyi, karena mereka bertiga sama sama diam, tampa ada yang mau mengajak berbicara, hanya terdengar suara televisi yang terdengar di ruangan tersebut..
Beberapa menit kemudian, terdengar suara pembawa berita di salah satu acara TV yang sedang memberi kabar tentang tertembak nya gembong narkoba terbesar oleh salah satu oknum polisi yang berusaha membongkar kejahatan penjahat itu..
"Indra Wiguna, salah satu pengusaha kuliner tersukses yang ada di negara kita ternyata memiliki bisnis ilegal yang sangat merugikan negara, dan setelah kematian nya tersebut, Polisi terpaksa harus menyita semua harta yang tersisa milik Indra untuk mengganti rugi kepada negara dan sebagai bukti dari pencucian uang, sedangkan mantan Istri Indra Wiguna saat ini, dia pergi entah kemana, kabar nya dia sudah menggugat perceraian ke pengadilan sebelum kejahatan Indra Wiguna terkuak oleh para oknum polisi"
Ucap Salah satu reporter yang membacakan berita, Wulan yang mendengar berita itu pun mulai kembali menangis dengan memegang dada nya...
Selain kehilangan suami, ternyata Wulan juga telah kehilangan harta benda nya yang sudah susah susah dia kumpulkan untuk putri nya Cinta dari harta milik Indra
"Kamu kenapa nak...? kenapa kamu menangis, apa kerena setelah mendengarkan berita tersebut? ? " tanya Pak Adam khawatir
Dengan perlahan Wulan langsung mengangguk kan kepala nya, dan pak Adam mulai memegang tangan putri nya, memberikan semangat untuk sang putri tercinta
"Tenangkan diri mu itu Wulan, walaupun saat ini kamu sudah tidak mempunyai harta dari peninggalan Indra, bapak tetap sanggup membiayai pengobatan kamu sampai sembuh, bapak akan berjuang untuk kamu nak"
Ucap pak Adam meyakinkan Wulan, membuaat Wulan tersenyum tipis, sedangkan wanita yang sedang menikmati makanan nya di atas kursi, saat ini hati nya benar-benar tidak tega melihat putri yang dia sayangi mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan..
Berkat ulah nya sendiri, kini Wulan mengalami depresi dan juga penyakit mematikan yang kembali kambuh, ingin rasanya ibu Ningsih mengakui semua kesalahannya kepada sang suami, tapi lagi lagi ego nya terlalu besar, untuk dia mengatakan penyesalan itu...
Tepat pukul 11.00 siang, saat ini Wulan sudah selesai berbersih dengan dibantu oleh ibu Ningsih,
Setelah merasa segar, Wulan pun mulai memanggil pak Adam untuk membawa nya keluar dari kamar
"Pak.... " panggil Wulan
Pak Adam yang mendengar panggilan anak nya itu pun, mulai berlari ke samping ranjang Wulan, Sekarang keadaan Wulan sudah tidak selemah kemarin, karena dokter sudah menyuntikkan obat pereda sakit serta vitamin untuk tubuh Wulan
__ADS_1
"Ada apa nak...? apa kamu menginginkan sesuatu? " tanya pak Adam
"Aku..... aku ingin keluar kamar, ke taman" ucap Wulan dengan suara pelan
"Baiklah, ayo kita keluar, ini juga masih pagi, sangat bagus untuk kesehatan kamu nak"
Ucap pak Adam semangat, dengan cepat Pak Adam langsung menggendong putri nya itu duduk di atas kursi roda, dan dia mulai membawa putri nya keluar dari kamar,
Sekarang tinggallah ibu Ningsih, yang masih berada di ruangan itu sendiri, dia sudah tidak tahan memendam kesedihan yang dia pendam dari semalam,
Dengan cepat, ibu Ningsih langsung menumpahkan air mata nya dan menangis dengan penuh penyesalan...
"Hiks..... maafin ibu Wulan? ibu terlalu gengsi untuk mengakui kesalahan ibu di depan kalian berdua, ibu benar benar menyesal saat ini, karena ibu, kamu harus kehilangan semuanya, dan sekarang, harta Indra pun sudah hilang begitu saja, sia sia semua rencana ibu Wulan, tetap saja saat ini kita tidak mempunyai uang untuk perobatan kamu sampai sembuh, karena sebenarnya tabungan kami tidak lah banyak, hanya cukup untuk satu bulan kamu berobat Wulan, habis itu, entah bagaimana nasib kamu...! ibu benar-benar bingung sekarang "
Ucap Ibu Ningsih yang merasa menyesal dan khawatir, kali ini dia dan pak Adam harus bisa berusaha sendiri, tampa bantuan dari siapapun...
*****
Saat ini Sinta sudah selesai memakaikan baju kepada Cinta, mereka berdua habis mandi dan terlihat sangat segar dan cantik, membuat Ibu Aisyah tersenyum bahagia melihat kekompakan yang ada pada mereka berdua...
Seperti ibu kandung yang menyayangi anak nya, itu lah yang tampak dari Sinta dalam memperlakukan Cinta, benar-benar tulus dan tampa di buat buat...
"Nenek, kami keluar sebentar bolehkan nek! " ucap Cinta memeluk paha ibu Aisyah
"Memang nya kamu mau mengajak mama Sinta kemana sayang? " tanya nenek Aisyah
"Kami mau turun kebawah buk, Cinta pengen membeli makanan di kantin rumah sakit, sekalian berjalan jalan ditaman nya, ibu gak papa kan jika kami tinggal sebentar? " tanya Sinta lembut
"Tidak apa apa kok, ibu juga sudah lumayan sehat, tinggal menunggu dokter untuk membuka jahitan nya saja, ya sudah jika kalian mau keluar, ibu akan beristirahat"
"Yea..... makasih nenek, oya nenek mau pesen apa? nanti Cinta belikan di kantin"
__ADS_1
"Apa ya....!!!!! oh roti bantal saja ya, seperti nya enak Cinta"
"Iya nenek bener, Cinta juga mau makan roti bantal rasa selai srikaya, ayo ma kita keluar sekarang" ajak Cinta menarik tangan Sinta
"Iya sayang, tapi jangan buru buru jalan nya, Cinta harus nurut sama mama ya? "
"Iya mama" jawab Cinta tersenyum manis
"Anak pintar, buk aku bawa Cinta turun sebentar ya," pamit Sinta kepada ibu Aisyah
" Iya nak, "
Setelah pamit, Sinta dan Cinta pun langsung keluar dari ruang rawat menuju ke arah lift, mereka dengan tersenyum senang menuju ke lantai bawah rumah sakit,
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di lantai bawah, dan dengan semangat 45, Cinta menarik tangan mama nya itu dengan tertawa riang
Sinta pun ikut tersenyum melihat tingkah Cinta yang sangat aktif, untuk anak berusia 4 tahun lebih, Cinta memang sudah mengerti dan mulai mempunyai sifat ingin tahu yang berlebihan, semua yang dia lihat selalu dia tanyakan kepada Sinta..
Dan dengan sabar Sinta menjawab semua pertanyaan yang di lontar kan oleh Cinta, membuat Cinta senang dan semakin dekat dengan mama baru nya itu..
Ketika akan melewati taman rumah sakit yang sangat Indah, Cinta pun memberhentikan jalan nya, membuat Sinta heran dan bertanya..
"Kenapa sayang? kantin nya masih jauh lo, apa kamu mau ke taman dahulu baru abis itu ke kantin? " tanya Sinta
"Iya ma, cinta mau naik perosotan itu ma, pasti seru ayo ma... kita ke taman"
"Okey, ayo sayang.... "
Dan mereka mulai memasuki taman rumah sakit tersebut, tapi kemudian, kaki Sinta pun berhenti karena ada yang memanggilnya dari belakang....
"Tunggu........ berhenti disitu.....!!!!!!!
__ADS_1