
"Wulan...... Wulan..... kenapa kamu meminum nya hah.... " teriak ibu Ningsih seperti orang gila..
Pak Adam yang melihat kegaduhan itu pun langsung berlari ke arah mereka, dia akan mencoba menenangkan istri nya tersebut yang sudah berlaku sangat berlebihan..
"Buk... apa yang kau lakukan hah, kau sudah membuat malu dan merusak acara pernikahan mereka buk" teriak pak Adam marah
Semua orang di ruangan itu mulai menatap buk Ningsih dengan wajah bertanya tanya, bukan kah Wulan hanya meminum air biasa, kenapa saat ini dia menjerit seperti orang gila..
Detik kemudian, semua orang dikejutkan dengan terjatuh nya Wulan ke bawah lantai, Wulan mulai menampakan reaksi dari racun sianida yang sudah bekerja di dalam tubuh nya..
Ikram dan bang Jack yang melihat keadaan Wulan pun langsung curiga, mereka sangat tahu jika itu adalah racun, Wulan sudah meminum racun, fikir mereka
"Wulan..., Wulan..., sadarlah Wulan, bangsat, siapa yang telah menaruh racun di minuman milik Sinta hah...? " tanya Ikram dengan wajah memerah
Semua orang mulai kalut dan khawatir, bagaimana bisa di pernikahan Ikram dan Sinta telah terjadi percobaan pembunuhan..
"Tolong..., tolong cepat bawa anak ku, dia.. dia telah meminum racun sianida, tolong selamatkan dia" ucap ibu Ningsih yang mulai kalut
Membuat semua orang langsung menatap terkejut ke arah nya, bagaimana bisa wanita tua itu tahu jika ada racun sianida yang terkandung di dalam minuman Sinta? fikir mereka mulai meradang
"Apa maksud mu Ningsih, apa jangan jangan kau yang sudah melakukan ini hah, jawab Ningsih? " teriak pak Adam emosi
"Iya, aku yang melakukan nya, aku ingin membunuh putri dari Baskara, tapi anak bodoh mu itu, malah menggagalkan rencana ku, lihat lah, kenapa malah dia yang meminum nya hah... " jawab Ibu Ningsih tak kalah berteriak
Membuat semua orang langsung melotot menatap nya dengan tajam
"Manusia terkutuk kau Ningsih, aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri"
Pak Adam dengan marah langsung mencekik leher ibu Ningsih hingga dia tidak bisa bernafas, membuat semua orang langsung berlari untuk memisahkan
__ADS_1
Sedangkan Wulan, langsung di bawa oleh Tio dan juga Mark, dengan perasaan panik Sinta pun ikut berlari mengejar mereka dia berniat untuk menemani Wulan, mereka langsung menuju kerumah sakit Harapan,
Di dalam mobil,keadaan Wulan saat ini sudah terlihat semakin parah, darah dan busa mulai keluar dari mulut Wulan, dengan ke adaan tubuh yang kejang kejang, bahkan mata nya mulai melotot tak terkendali,
Sinta yang melihat ke adaan Wulan yang hampir di ujung tanduk mulai menangis dan panik, sungguh jika Wulan tidak menyelamatkan nya, pasti saat ini dia lah yang sudah berada di posisi Wulan...
"Tio..., aku mohon lebih cepat lagi, aku... aku sangat takut dengan ke adaan Wulan Tio" ucap Sinta menangis
Sinta menggenggam tangan Wulan seakan memberi kekuatan, sambil berdoa agar Wulan bisa selamat dari racun tersebut
"Wulan.., aku mohon bertahan lah, kuat kan diri mu Wulan, aku mohon hiks... hiks... "
"Ya Tuhan selamat kan lah Wulan, aku mohon" doa Sinta menangis pilu
***
Sedangkan dirumah Baskara, saat ini kegaduhan masih terjadi dengan bertambah parah,mereka semua mulai ingin menyerang ibu Ningsih,
Plakk.......
Plakkk.......
Plakkkk.......
"Berani sekali kau berniat ingin membunuh putri ku hah? dasar manusia tidak tahu diri kau Ningsih, kau adalah monster bergedok manusia, kau tidak pantas hidup Ningsih" teriak mama Iren emosi
Saat ini ibu Ningsih sudah terjatuh di lantai akibat tamparan yang di berikan oleh mama Iren, darah segar mulai mengalir di kedua sudut bibir nya, dan tampa mereka sangka wanita itu malah tersenyum mengejek sambil mengelap darah segar tersebut
"Itu adalah hukuman karena karena putri mu sudah menganggu rencana ku, apa saat ini kalian ingin menyerang ku, cih... aku tidak takut dengan kalian semua"
__ADS_1
Ikram yang mendengar ucapan dari mantan mertua nya tersebut pun mulai meradang dan geram, dengan cepat dia mendatangi ibu Ningsih dan mencekik lehernya dengan sangat kuat, membuat ibu Ningsih sangat susah untuk bernafas..
"Kau benar benar iblis, bukan kah aku sudah pernah memperingatkan mu, jangan pernah mengganggu keluarga ku Ningsih, karena aku tidak akan tinggal diam, dan akan menghabisi nyawa mu dengan cara yang menyedihkan, apa kau kira aku hanya main main dengan ucapan ku" teriak Ikram marah
"Le.... pas....., aa... ku tidak... bisa ber... nafas... " ucap Ibu Ningsih terbatas bata..
Dengan cepat Ikram langsung melepaskan cekikan nya, membuat Ibu Ningsih langsung menarik nafas dengan ngos-ngosan
Tak lama kemudian, Ikram mulai berdiri menghadap ke arah Ningsih, dan saat Ningsih masih lengah dengan yang dia lakukan, Ikram pun langsung mengeluarkan senjata nya yang berada di balik tubuh nya..
Mereka yang menyaksikan kegaduhan itu pun mulai menjerit histeris, dengan apa yang Ikram lakukan,
Saat kegaduhan terjadi tadi ibu Aisyah dan Winda langsung membawa Cinta untuk naik ke kamar Sinta,
Jadi saat ini Ikram dengan leluasa akan mudah memberi pelajaran untuk wanita iblis tersebut, pak Adam yang menyaksikan Ikram yang sudah menodong kan senjatanya pun mulai menjerit memohon..
"Nak Ikram, tolong jangan bunuh istri ku nak, biarkan lah polisi yang akan menangkap nya " Mohon pak Adam
"Tidak pak, wanita iblis itu sudah sangat keterlaluan, dan aku tidak akan melepaskan nya sekarang, dia harus mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatan nya selama ini" jawab Ikram berteriak
"Apa kau kira aku takut Ikram, aku tahu jika kau itu masih laki laki sampah seperti dulu, karena kau sudah kaya lah makan nya aku mendukung Wulan untuk kembali kepada mu, dan sebagai balasan, karena kau sudah menyuruh orang untuk membunuh menantu ku, aku akan menuntut balas dengan mu Ikram..
"Lakukan jika kau mampu Ningsih"
Doorrr...................
"Akhhhhhhhhhhhhhh................... "
Teriak Ningsih menggema di seluruh ruangan yang ada di rumah Baskara, dengan tega Ikram menembak paha ibu Ningsih, membuat dia langsung menjerit kesakitan...
__ADS_1
Dengan cepat, pak Adam mendatangi istri nya dan ikut menangis.....