
Dengan perasaan panik Ikram dan beberapa anak buah nya langsung menuju kerumah sakit harapan,
Mereka mengendarai mobil dengan kencang, agar bisa tiba dengan cepat, setelah sampai di parkiran rumah sakit, Ikram pun buru buru keluar dari mobil dan langsung berlari memasuki ruangan depan rumah sakit, dia menuju ke arah meja resepsionis..
"Suster, apakah tadi ada wanita paruh baya yang masuk ke rumah sakit ini, dia bernama ibu Aisyah" tanya Ikram panik
"Iya tuan, sekarang ibu Aisyah sudah di masukkan ke ruang perawatan, karena memiliki luka di kepala nya" jawab Suster menjelaskan
"Ruangan berapa? aku ingin menjenguk nya"
"Ruang kelas 1 , kamar nomor 5 tuan"
"Baiklah, terimakasih untuk informasi nya suster" ucap ikram sopan
Dan dia langsung menuju ke ruangan yang di beri tahu oleh suster tersebut,
Sesampainya di ruang kelas 1 , di depan pintu sudah berdiri 2 orang pengawal yang menjaga keselamatan Sinta dirumah nya,
Ikram pun mulai menatap mereka dengan wajah bertanya-tanya
"Kenapa kalian ada disini, bukan kah aku menugaskan kalian untuk menjaga nona Sinta di rumah ku? " tanya Ikram kesal
"Bos...., hormat kami bos, maaf kami kerumah sakit karena mengantarkan nona Sinta yang di telfon oleh pihak rumah sakit bos"
"Jadi maksud mu, Sinta ada di dalam saat ini? "
"Benar bos, dia sedang menunggu ibu Aisyah yang di rawat karena terluka bos"
__ADS_1
"Yasudah, kalian jaga ke amanan disini, jika perlu, tambah beberapa orang lagi, aku akan segera masuk"
"Siap laksanakan bos" ucap mereka kompak
Setelah itu, Ikram pun langsung membuka pintu dan masuk keruangan rawat ibu Aisyah
Sesampainya di dalam, Ikram dapat melihat jika Sinta dan ibu Aisyah sedang berbicara dengan wajah panik dan khawatir..
"Buk... " panggil Ikram, membuat kedua wanita beda usia itu langsung menatap ke arah asal suara.
"Ikram...! akhirnya kamu datang juga, a.. aku tidak bisa menghubungi mu Ikram, karena handphone ku tertinggal di rumah" ucap Sinta menjelaskan kan
"Iya, tidak apa Sinta, sekarang coba katakan ada apa sebenarnya? kenapa ibu bisa terluka dan dimana anak ku Cinta buk? " tanya Ikram panik.
"Ikram, maafkan ibu ya...? ibu sudah teledor menjaga Cinta nak.. " ucap Ibu Aisyah menangis
"Iya, kamu benar nak, tapi ibu salah Ikram, maafin ibu, sebenarnya saat jam istirahat tiba, Guru Cinta yang bernama Ayu, dia mengajak Cinta untuk kerumah nya nak, rumah yang ada di samping sekolah, dan ibu menuruti
ajakan guru muda itu, kami melewati gerbang samping, sehingga anak buah yang menjaga Cinta tidak melihat kami pergi,
Dan setelah tiba di dalam dirumah nya, ibu tidak menyangka, jika sudah ada sekelompok laki laki berbadan besar yang sudah menunggu kedatangan kami, mereka mengambil Cinta dengan paksa, dan ibu mencoba menghadang nya, tapi ibu malah di tolak hingga kepala ibu terkena dinding tembok, "
"Lalu kemana guru muda itu buk? kenapa dia tidak menolong kalian" ucap Ikram marah
"Dia...., dia hanya diam sambil menangis Ikram, dan dia hanya mengucap kan kata maaf kepada ibu, setelah itu, dia ikut pergi dengan sekelompok orang yang menculik Cinta Ikram.. "
"Jadi maksud ibu, dia sengaja menjebak ibu begitu, brengsek, seperti nya Charles sudah melakukan sesuatu kepada guru muda itu, sehingga dia mau mengikuti rencana Charles untuk menculik anak ku... "
__ADS_1
"Ikram, aku mohon, cepat selamat kan Cinta..! aku sangat takut Ikram! " ucap Sinta menangis
"Tenang lah Sinta, anak buah ku sudah mengikuti mereka dari belakang, begitu mereka sampai ke tempat persembunyian musuh, aku akan langsung menuju kesana"
"Ibu, ibu dan Sinta tetap lah di rumah sakit ini, aku sudah menaruh anak buah ku di depan pintu" ucap Ikram memperingati
"Iya Ikram, aku akan menuruti apa kata mu" jawab Sinta menatap Ikram
Dan Ikram langsung memeluk Sinta yang sedang dalam ke adaan panik
"Terimakasih karena sudah tulus menyayangi putri ku Sayang, aku janji akan membawa dia dengan selamat" ucap Sinta mencium kening Sinta
Setelah itu, dia pun langsung keluar dari ruangan rawat, sesampainya di luar, Ikram kembali mengingatkan anak buah nya, agar tetap waspada
Dan Ikram lanjut berlari, keluar dari rumah Sakit, saat tiba di parkiran, handphone Ikram pun berbunyi, terlihat di dalam layar, nama Mark yang memanggil, dengan Cepat Ikram pun langsung mengangkat nya..
"Hallo Mark...., kau ada dimana sekarang? bagaimana dengan putri ku Mark? " tanya Ikram panik
"Bos..., aku sudah mengikuti mereka dari belakang, Charles membawa putri bos memasuki markas milik nya yang ada di pinggir hutan bos, ke gedung Villa yang sudah tidak terpakai, "
"Bagus, kau serang mereka dengan cara halus Mark, aku dan bang Jack akan segera menuju kesana, tolong, jaga anak ku, jangan sampai dia menyakiti anak ku Mark".
" Baik bos, aku akan menjaga anak bos walau nyawa ku taruhan nya"
"Terimakasih Mark, "
Dan Ikram pun langsung memasuki mobil nya bersama sang anak buah, mereka menuju ke markas untuk mengambil persiapan penyerangan dan memberi tahu bang Jack
__ADS_1
"Kau tidak akan mati dengan mudah Charles, karena kau sudah berani menyentuh putri ku" ucap Ikram marah........