
"Bunda....!!! " teriak Cinta memanggil Wulan,
Saat ini Cinta dan Sinta sudah berada di depan pintu ruangan, sedangkan Ikram dia sudah sedikit masuk ke dalam ruangan.
Wulan yang melihat putri kecil nya itu pun langsung tersenyum dengan senang,
Akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan putri nya yang sudah beranjak besar...
"Cinta anak bunda, sini sayang, bunda kangen... " panggil Wulan senang
Dengan cepat, Cinta langsung berlari menaiki ranjang rumah sakit itu, dia memeluk tubuh Wulan yang ringkih sudah tidak seperti dulu.
Wulan menangis di pelukkan putri kecilnya, bagaimana bisa dulu dia dengan tega meninggalkan anak sekecil ini, yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu...
"Hiks.... hiks..., maafin bunda sayang, maaf Karena bunda sudah berbuat jahat dengan mu.. " ucap Wulan penuh penyesalan
Dengan cepat Cinta langsung melerai pelukkan nya dan menatap wajah Wulan yang berderai air mata
"Jangan nangis bunda, Cinta sedih kalau lihat bunda nangis, bunda kenapa terlihat pucat, bunda sakit ya..? " tanya Cinta khawatir
"Iya, bunda cuma sakit perut kok nak, Cinta jangan khawatirin bunda ya, bentar lagi juga bunda sembuh" jawab Wulan sedih
"Iya, tapi wajah bunda jadi beda, bunda kurus, badan nya juga bunda, gak kayak dulu, bunda pasti gak mau makan ya? kata nenek Aisyah kalau gak mau kurus maka harus banyak makan bunda" ucap Cinta menasehati Wulan
Membuat Wulan langsung tersenyum meneteskan air mata nya..
Sungguh putri nya ini adalah anak yang sangat bijak, satu tahun lebih dia tidak menemani perkembangan putri nya tersebut..
"Dimana bapak dan ibu mu? " tanya Ikram datar memecahkan kesedihan yang terjadi
__ADS_1
"Mereka sedang keluar sebentar, rumah milik mas Indra, sudah akan di sita oleh negara, jadi bapak dan ibu mengeluarkan barang barang yang bisa di bawa keluar"
"Oh, jam berapa kira kira mereka kembali? "
"Aku tidak tahu,Sinta, ayo masuk lah kedalam, kenapa kamu masih berdiri di depan pintu" ucap Wulan memanggil Sinta..
Sinta yang di panggil Pun langsung terkejut menatap Wulan, dia mengira jika Wulan tidak akan menerima kedatangan nya tersebut
"Okey..., terimakasih karena sudah mengizinkan ku untuk menjenguk mu Wulan, ini aku ada sedikit membawa buah tangan untuk mu, semoga kamu menyukai nya" ucap Sinta tulus
"Pasti, aku akan menyukai nya, terimakasih Sinta, karena kau masih mau menjenguk diri ku yang egois ini"
"mas Ikram aku... aku ingin meminta maaf atas sikap ku kemarin yang tidak tahu malu telah meminta mu untuk kembali lagi kepada ku, maafkan juga prilaku ku selama ini dan di masa lalu mas, aku sudah sangat menyakiti dirimu dan Cinta.. " ucap Wulan menangis
Sinta yang melihat situasi tak pantas untuk Cinta lihat pun, langsung membawa Cinta untuk duduk di kursi tamu,
"Sini sayang, kita duduk di kursi ya, biarkan bunda dan ayah mu berbicara sebentar" ajak Sinta menggendong Cinta
"Aku sudah memaafkan mu sejak lama Wulan, dan aku juga sudah mengubur rasa sakit itu bersama cinta yang aku miliki untuk mu dulu, aku harap dengan kejadian ini semua, kamu bisa mengambil hikmah dan menjadi wanita yang lebih baik lagi" ucap Ikram
"Terimakasih mas... , kamu memang lah pria yang sangat baik, hati mu sangat tulus mas, dan aku adalah wanita yang sangat bodoh Karena telah menyia nyiakan laki laki seperti kamu, aku sangat bersyukur karena kamu sudah mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada aku mas, aku melihat Sinta sangat tulus dan lembut"
Ucap Wulan sambil menatap ke arah Sinta dan Cinta
"Iya, kamu memang benar, dia adalah wanita yang sangat baik dan tulus, bahkan dia tidak pernah menyombongkan segala yang dia miliki, Wulan, aku akan segera menikahi nya dalam waktu dekat ini, aku harap kamu mengizinkan jika dia menjadi ibu sambung untuk Cinta"
"Aku mengizinkan nya mas, aku sangat bahagia mendengar nya, apakah aku boleh meminta sesuatu dengan mu mas? "
"Meminta apa Wulan? jika aku sanggup aku akan menuruti nya" jawab Ikram
__ADS_1
"Tolong panggil kan Sinta kesini juga mas, aku ingin jika dia pun mendengar permintaan ku ini"
"Baiklah"
Dan Ikram langsung berjalan menuju ke arah Sinta duduk, dia memegang tangan Sinta dan mengajak nya menuju ke ranjang Wulan
"Sayang, Wulan ingin meminta sesuatu dengan kita" ucap Ikram kepada Sinta
"Oh,..., iya.., kamu ingin meminta apa Wulan, katakan lah jangan sungkan" ucap Sinta tersenyum
"Terimakasih Sinta, karena kamu sudah menerima permintaan ku, Sinta aku sudah tahu jika kamu dan Ikram akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini, jika di izinkan, sebelum aku pergi berobat ke luar negeri, aku ingin sekali menghadiri acara akad nikah kalian berdua, aku ingin menjadai saksi untuk pria yang teristimewa di dalam hidup ku, aku janji jika aku tidak akan membuat masalah nanti nya, aku akan diam dan tak banyak bicara, aku mohon Sinta... "
Ucap Wulan memegang kedua tangan Sinta dengan erat, sambil meneteskan air mata nya..
Sinta yang melihat nya pun ikut merasa sedih, tampa sadar dia sudah menangis mengikuti Wulan..
"Wulan,, tapi kamu harus segera berobat, penyakit mu harus segera di tangani oleh dokter, aku takut jika nanti terjadi sesuatu dengan mu Wulan" ucap Sinta khawatir
"Terimakasih karena sudah meng khawatir kan ku Sinta, tapi kamu tenang saja, sebelum aku berangkat ke luar negeri, aku akan melakukan perobatan di rumah sakit ini seperti biasa, dengan begitu saat menghadiri acara pernikahan mu, pasti fisik ku masih kuat Sinta, aku berjanji aku akan meminum obat nya secara teratur mulai saat ini, "
"Baiklah, jika itu sudah kemauan mu, aku akan mengabulkan permintaan mu Wulan, tapi maaf jika nanti kamu akan merasakan sakit dihati mu, aku benar-benar tidak mengharapkan itu terjadi"
"Tidak Sinta, walaupun aku masih mencintai mas Ikram, tapi hati ku sudah ikhlas melepaskan dia untuk wanita sebaik kamu, Sinta, pesan ku untuk mu, jadi lah istri yang terbuka dengan suami mu, jangan pernah menutupi suatu masalah sendiri dan menjadi kan nya sebuah kebohongan, sama seperti yang dulu aku lakukan, karena itu semua akan menimbulkan kehancuran yang nyata, dan juga tolong jaga putri ku, jadilah ibu sambung untuk nya yang baik, jika nanti kamu memiliki anak yang lain, tolong tetaplah anggap putri ku sebagai anak kandung mu Sinta, aku mohon" ucap Wulan menangis
"Pasti Wulan, aku akan melakukan semua yang kau ucapkan ini, dan kau harus berobat dengan serius ya, ikuti semua perintah dokter yang ada disana, agar kau bisa pulang dengan membawa kabar gembira, "
"Aminn......., semoga Sinta........!!!!
Dan Sinta pun langsung memeluk tubuh Wulan yang terasa sangat ringkih dan kurus,
__ADS_1
Tampa sengaja, mata Sinta menatap ke arah buku kecil yang terbuka tepat samping tubuh Wulan, dan Sinta langsung membaca tulisan yang ada di buku tersebut...