Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Kebersamaan Ikram dan Sinta


__ADS_3

Setelah mengajak pasien nya berbicara dari hati ke hati, akhirnya dokter Imran memutuskan untuk keluar dari ruangan ICU, karena dia masih mempunyai tugas untuk memeriksa pasien yang lain nya..


Sesampai nya di depan pintu, dokter Imran langsung di sambut oleh mereka bertiga, pak Adam yang sudah tidak sabar segera menanyakan ke adaan putri nya tersebut kepada sang dokter


"Bagaimana keadaan putri saya dokter? " tanya pak Adam panik


"Tenang lah pak Adam, karena masa kritis sudah berhasil dilewati oleh putri bapak dan saat ini putri bapak sudah siuman dari tidur nya,bapak bisa menemui nya sekarang, dan pesan saya mohon bergantian," jawab dokter Imran


Pak Adam yang mendengar ucapan dari sang dokter pun langsung mencium tangan dokter tersebut,


"Terimakasih dokter, saya sangat bersyukur karena kau telah membantu menyelamatkan putri ku"


Ucap pak Adam, membuat dokter Imran merasa terkejut.


"Iya.., tapi saya mohon jangan seperti ini pak, ini sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter,untuk berusaha menyelamatkan putri bapak" kata dokter Imran tidak enak


Ikram dan Sinta yang melihat ekspresi sang dokter mulai merasa tidak enak pun, langsung menyadarkan pak Adam agar tidak bersikap demikian.


"Pak.., sekarang lebih baik bapak masuk untuk menemui Sinta, pasti saat ini dia sedang menunggu kedatangan bapak" jelas Ikram kepada pak Adam


Pak Adam yang mendengar perkataan Ikram itu pun, langsung menuruti nya dan berjalan memasuki ruangan ICU


Sedangkan Ikram dan Sinta masih betah berdiri di depan pintu ruangan bersama sang dokter


"Maaf, jika sudah mengulur waktu kerja anda dokter Imran," ucap Ikram tak enak


"Tidak masalah tuan Ikram, oya jika boleh tahu, apakah kalian ber dua keluarga dekat dari pasien yang bernama Wulan? "


Tanya dokter Imran, membuat Ikram dan Sinta langsung bingung untuk menjawab nya..


"Iya, kami adalah kerabat dekat nya, apakah ada sesuatu yang ingin anda sampaikan dokter? " tanya Ikram kembali


"Oh, iya sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya tanyakan tentang riwayat penyakit pasien Wulan, tapi mungkin lain kali saja kita membahas nya, karena saat ini saya sedang memiliki pasien yang sudah menunggu, jika begitu saya permisi nyonya dan tuan" izin dokter Imran sopan


"Iya silahkan dokter"

__ADS_1


Jawab mereka berdua kompak, setelah itu dokter Imran langsung berjalan meninggal kan ruangan tersebut..


Dan tinggallah Ikram dan Sinta yang masih berdiri di depan pintu ruang perawatan, dengan cepat Ikram mengajak Sinta untuk turun ke kantin guna melakukan sarapan pagi sekalian membelikan pak Adam sarapan juga.


Setelah berpamitan kepada pak Adam, mereka kini sudah tiba di kantin rumah sakit yang ada di Korea,


Kebetulan Ikram sudah pernah mengikuti les bahasa Inggris, jadi memudahkan nya untuk berinteraksi kepada warga Korea menggunakan bahasa internasional. begitupun dengan Sinta, karena dahulu dia sering pergi menuju ke Korea, jadi dia sangat menguasai bahasa negeri gingseng tersebut.


"Kamu mau makan apa sayang? " tanya Ikram yang sudah duduk di kursi didalam kantin


"Aku makan Bibimbap aja sayang, itu lebih enak dan sehat, kalau kamu mau apa? "


"Yasudah buat sama aja, sepertinya lidah ku masih tabu dengan makanan mereka sayang"


Bisik Ikram di telinga Sinta dengan suara pelan, membuat Sinta langsung tergelak tertawa kecil


"Hihi..... iya, harus biasa dong yank untuk seminggu ini, ya sudah biar aku yang pesan ya"


Ucap Sinta langsung bangkit memesan makanan, beberapa menit mengantri akhirnya Sinta datang ke arah meja dengan membawa 2 mangkok bibimbap dan juga minuman khas Korea




Rasa asing mulai menggerogoti nafsu makan Ikram, seperti nya dia kurang menyukai makanan yang berpenampilan dengan banyak sayur dan lauk yang ada di atas nasi tersebut,


"Kenapa sayang...? ayo di makan, ini enak lo" ajak Sinta yang sudah mulai memakan Bibimbap tersebut,


"Sayang, apakah disini tidak tersedia makanan Indonesia, atau makanan yang seperti mas beli kan untuk mu kemarin? " tanya Ikram


"Tidak ada, ayo cicipi dulu, pasti mas Ikram akan menyukai nya, mulai saat ini mas itu harus terbiasa dengan makanan dari luar negara kita, karena sebentar lagi pasti mas akan mulai mengembangkan bisnis nya keluar negeri, ayo buka mulut nya. aaaakk! "


Ucap Sinta sambil menyodorkan sumpit yang berisi Bibimbab tersebut,


Dengan pelan, Ikram menerima suapan dari sang istri, sambil mengunyah nya dengan sangat cepat..

__ADS_1


"Bagaimana rasa nya..? " tanya Sinta penasaran


"Lumayan, ayo kita habiskan sayang, kasihan pak Adam dia juga belum sarapan pagi" ajak Ikram mulai menyukai makanan tersebut


"Siap sayang" jawab Sinta tersenyum manis


Ikram langsung mencium pipi istri nya tersebut, karena merasa gemas terhadap istri nya yang pintar dalam merayu.


***


Setelah menyelesaikan acara sarapan pagi mereka, saat ini Sinta dan Ikram sudah berada di ruangan ICU milik Wulan.


Mereka mulai menggantikan pak Adam yang sedang sarapan di dalam ruangan VIP yang mereka sewa.


Dan saat ini Wulan sedang mengajak Sinta berbicara, dia memegang tangan Sinta sambil mengeluarkan air mata nya,


Sungguh Wulan merasa sangat malu, atas apa yang di lakukan oleh ibu nya terhadap Sinta, Wulan mencoba meminta maaf dan menyesali segala perbuatan yang ibu nya lakukan..


"Sekali lagi, tolong maafkan ibu saya Sinta.. " kata Wulan memohon


"Wulan, aku sudah memaafkan kesalahan ibu mu itu, dan aku juga sangat berterimakasih kepada mu, karena telah berkorban untuk keselamatan ku Wulan,tapi aku sangat menyayangkan atas apa yang kau lakukan Wulan, kenapa kau tidak membuang gelas racun yang kau pegang, kenapa malah meminum nya Wulan..? " tanya Sinta penasaran


"Itu.... itu.... karena aku sudah merasa panik Sinta" jawab Wulan berbohong.


Karena yang sebenarnya dia memang sengaja ingin meminum racun itu agar dia bisa mati dengan cepat...


"Iya..., kau benar Wulan, aku benar benar berterimakasih kepada mu, dan jika saja kau tidak selamat saat ini, jujur pasti aku akan merasa sangat bersalah seumur hidup ku Wulan"


"Haha... tapi sekarang aku kan sudah selamat Sinta, dan aku mohon, jangan merasa bersalah begitu, oya..., maaf ya karena kejadian ini, aku jadi merusak hari pernikahan kalian berdua, bahkan malam pertama kalian pun kalian habiskan untuk mengantar kan ku ke Korea,aku benar-benar telah mengacaukan segala nya"


Ucap Wulan menyesal, sambil menatap wajah Sinta dan Ikram..dan tiba-tiba Ikram pun menjawabnya ucapan Wulan tersebut, membuat dada Wulan sedikit sesak mendengar nya...


"Tidak masalah Wulan, anggap saja kami sekalian berbulan madu ke Korea, dan setelah kau sedikit pulih, kami akan segera melanjutkan waktu berdua kami yang tertunda"


Jawab Ikram, membuat Wulan terdiam, Sinta yang melihat situasi mulai tidak enak pun langsung memanggil suami nya tersebut

__ADS_1


"Mas........!!!!


__ADS_2