Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Bertemu guru muda


__ADS_3

Tepat pukul 21.00 malam, saat ini Ikram dan Sinta sedang duduk di ruang keluarga,, sedang kan Cinta dan Ibu Aisyah sudah memasuki kamar guna menemani Cinta tidur karena Cinta sudah merasa sangat mengantuk.


Dengan wajah serius, Ikram mulai mengajak Sinta berbicara membahas tentang masalah teror yang sudah lama mengancam keluarga mereka


"Jadi.... kamu mencurigai paman mu saat ini...? " tanya Ikram


"Iya Ikram..., aku sudah sangat lama curiga dengan dia, sebenarnya dia bukan lah paman kandung ku, dia adalah suami dari bibi ku, adik dari papa, dan dulu saat aku kecil, paman lah yang membantu papa untuk mengurus semua bisnis nya, dan saat aku sudah dewasa dan lulus kuliah, papa mencabut tanggung jawab yang di berikan kepada paman dan memberikan tanggung jawab itu kepada ku, dengan niat, agar aku terbiasa dan pintar dalam mengolah bisnis, "


"Lalu..., bagaimana dengan paman mu jika tanggung jawab nya di perusahaan sudah di berikan kepada mu.. "


"Iya.., dia di beri perusahaan sendiri oleh papa, memang perusahaan nya tidak terlalu besar, karena papa ingin jika paman sendiri lah yang membangkitkan perusahaan dan membuat nya berjaya di pasaran, papa juga memberikan nya modal yang sangat besar, untuk mengembangkan perusahaan nya, dan yang aku tahu sampai sekarang perusahaan itu sudah berhasil dan berjaya.."


"Lalu... kenapa dia masih mengganggu keluarga mu.. ?"


" Itu karena dia ingin memiliki semua harta papa, apa kamu tahu, jika aku adalah satu-satunya pewaris tunggal papa ku, bisa di bayang kan jika kami satu keluarga meninggal dunia, siapa yang akan mewarisi harta papa, pasti lah bibi ku dan paman jahat itu.. aku bisa mengatakan pernyataan ini, karena aku sendiri yang pernah mendengar ucapan paman ku kepada orang suruhan nya yang menjadi ajudan papa ku, tapi sayang nya saat itu aku tidak bisa merekam pembicaraan mereka, karena aku sedang tidak membawa handphone.. " jelas Sinta sedih


"Ini sangat rumit Sinta...kita harus mendapatkan bukti kejahatan nya jika ingin menjebloskan nya ke dalam penjara.."


" Kamu benar Ikram..dan ini lah yang sedang aku fikirkan sejak lama, aku selalu mengutus mata mata untuk paman ku itu, tapi tetap saja tidak ada hasil nya... "


"Baiklah, seperti nya paman mu sudah membaca semua rencana mu itu Sinta... dan kali ini, aku jamin, jika paman mu tidak akan bisa membaca rencana yang akan kita buat.."


" Benar kah Ikram.... Apa kamu sudah mempunyai rencana nya...? "


"Sudah... dan aku akan memberitahu mu jika waktu nya sudah tepat, bukan apa apa, aku hanya ingin memastikan jika rencana ini bisa berhasil.. "


"Baiklah Ikram, itu tidak masalah untuk. ku, yang penting paman bisa menghentikan teror nya terhadap. keluarga kami, kasihan papa dan mama yang harus hidup dalam ke cemesan setiap saat nya.."


"Aku mengerti Sinta..., sekarang kamu istirahat lah dulu, karena sudah larut malam....."


"Kamu juga kan..."

__ADS_1


"Iya..., aku sebentar lagi, karena ada sedikit pekerjaan yang akan aku selesai kan..".


" Baiklah... "


Sinta pun mulai bangkit berjalan ke arah kamar nya, tapi beberapa saat kemudian, di kembali membalikkan badan nya..


"Ikram..." panggil Sinta


"Iya..., kenapa...? " tanya Ikram dengan nada cuek


"Terimakasih banyak.."


"Sama sama Sinta..aku juga mau ke ruang kerja ku.. kau istirahat lah.. " jawab Ikram menghindar


Dan Sinta hanya diam menatap kepergian Ikram,, sungguh saat ini Sinta benar-benar ingin jujur kepada Ikram tentang perasaan nya yang sebenarnya, tapi saat menatap ekspresi Ikram yang terlihat cuek, dia pun mengurung kan niat nya....


Dengan cepat, Sinta memasuki kamar ibu Aisyah yang kosong, dia ingin meluapkan rasa sesak yang mengimpit dada nya tersebut..


Ucap Sinta sendiri, dan setelah itu, dia memilih untuk tidur, mengistirahatkan tubuh nya yang terasa sangat lelah..


****


Lain hal nya dengan Ikram, saat ini dia sudah berada di dalam ruangan kerja nya, sambil menatap ke arah jendela kaca, yang menampilkan kegelapan malam..


Ikram bukan lah lelaki bodoh, yang tidak bisa merasakan gerak gerik Sinta terhadap diri nya yang terasa sangat berbeda, tapi dia sengaja terlihat cuek dan dingin agar Sinta tidak berusaha untuk mendekati nya dan meminta sesuatu hal yang lebih,, karena Ikram memang lah belum mau membuka hati nya untuk seorang wanita kembali,,


Masih ada luka yang belum kering yang sengaja dia balut, dan Ikram menjaga luka itu agar cepat mengering dan hilang dari hati dan perasaannya..


"Maaf Sinta... karena aku tidak bisa menerima mu.. aku tidak ingin menyakiti hati mu dengan memberikan mu harapan palsu, biarlah aku bersikap dingin dan cuek, agar kamu selalu bisa menjaga jarak dengan ku, kita tetap berteman tapi tidak untuk menjadi sepasang kekasih..., masih ada luka yang harus aku sembuhkan dengan sempurna.... "


Ucap Ikram sendiri, setelah nya dia kembali duduk di meja kerja, menyelesaikan pekerjaan nya yang sudah menumpuk...

__ADS_1


********


Tidak terasa pagi pun menjelang, dan saat ini mereka sedang menaiki mobil untuk mengantar kan Cinta ke sekolah nya dengan di temani oleh ibu Aisyah,


Di dalam mobil, Sinta terus saja menyunggingkan senyuman nya, entah mengapa dia merasa sangat nyaman dan bahagia berada di tengah-tengah keluarga kecil Ikram,


"Kamu kenapa..?? " tanya Ikram heran


"Aku..., aku hanya bahagia bisa berada di sini.. di tengah tengah keluarga kecil kamu.." jawab Sinta menatap Ikram


"Kenapa bisa bahagia,..?"


"Iya..., karena sedari kecil sampai sekarang, aku tidak pernah menikmati hidup dekat dengan keluarga dan orang tua, aku selalu merasa sendiri, karena kedua orang tua ku sedang sibuk membangun bisnis mereka.. " jelas Sinta


"Benar kah..., aku kira kehidupan orang kaya itu sangat menyenangkan.. " jawab Ikram sambil fokus menyetir


"Tidak Ikram..., aku lebih suka melihat hidup mu yang sederhana ini.. "


Sambil berbincang bincang di dalam mobil, tidak terasa mobil Ikram pun telah sampai di depan halaman sekolah,


Dengan semangat Cinta langsung turun karena dia sudah melihat guru cantik nya yang sudah berdiri menunggu kedatangan nya...


"Ibu guru cantik...." panggil Cinta senang


Dan mereka bertiga pun mengikuti langkah kaki Cinta sambil menatap guru muda yang tersenyum manis menyambut kedatangan Cinta..


Ikram dan Sinta hanya memperhatikan sambil berkata di dalam hati masing masing...


" jadi ini yang di katakan Cinta, aku rasa kemarin aku kurang memperhatikan wajah nya, dia terlihat masih sangat muda, cantik sih, tapi tetap tidak bisa menggetarkan hati ku yang sudah mati rasa... " ucap Ikram dalam hati..


Dan Sinta pun juga ikut menilai guru itu di dalam hati nya...

__ADS_1


"Ya Tuhan.... apa ini saingan ku...kenapa dia terlihat masih sangat muda dan sangat cantik..., ayo Sinta kamu gak boleh nyerah.., aku juga kan gak kalah cantik nya sama guru muda ini... semangat.. "" Sinta berkata di dalam hati nya...


__ADS_2