
Dengan cepat Ikram menyambut tantangan yang Sinta bisikkan tepat di telinga nya,
Dan saat ini, mereka sudah kembali menyatukan bibir mereka dengan saling menyesap satu sama lain, beradu lidah bersama hasrat yang mulai bangkit menggelora,
Detik kemudian, Ikram pun mengentikan kegiatan nya tersebut, karena suara handphone milik nya yang terus berbunyi, Sinta menatap Ikram sambil tersenyum lucu,
Karena saat Ini Ikram terlihat panik, takut ketahuan jika kelakuan mereka berdua tertangkap basah oleh sang ibu dan anak nya
"Tenang lah, mereka masih tertidur dengan nyenyak" ucap Sinta tersenyum
"Iya, aku sangat takut karena suara handphone milik ku, mereka jadi terbangun dan menyaksikan kelakuan yang kita lakukan barusan"
"Hihi...., ya sudah, cepat telfon kembali nomor yang menghubungi kamu tadi sayang, aku yakin pasti itu penting"
"Baiklah, jika begitu aku keluar sebentar ya, sekalian aku mau turun kebawah untuk membeli minum"
"Iya, cepat kembali, aku menunggu mu"
Kata Sinta sambil mengedipkan sebelah mata nya, membuat Ikram langsung tersenyum senang,
"Jangan menggoda ku Sinta"
"Tidak, aku hanya memberi mu semangat, cepat lah selesai kan urusan kamu itu sayang"
"Baiklah, aku keluar sekarang.. "
Dan Ikram langsung mencium kening Sinta dengan sayang dan berlalu pergi menuju keluar ruangan..
__ADS_1
Saat ini Ikram sudah berada di lantai satu rumah sakit, dan dia langsung menghubungi nomor handphone Mark yang menganggu nya sejak tadi
"Hallo bos" ucap Mark di telfon
"Hallo Mark, bagaimana, apa kau sudah menyelesaikan tugas mu dengan rapi"
"Sudah bos, aku sudah melapor kan seluruh bukti kejahatan yang Indra lakukan, dan besok beritanya akan masuk ketelevisi, pihak berwajib yang akan mengumumkan jika mereka lah yang telah melakukan tembakkan mati untuk Indra karena Indra adalah salah satu penjahat berbahaya, Dan soal harta Indra, besok pihak berwajib akan menyita seluruh sisa harta milik Indra tersebut bos, karena dia sudah merugikan negara hingga ratusan milyar bos"Jelas Mark
"Kerja bagus Mark,.. aku sangat bangga dengan mu"
"terimakasih atas pujian nya bos"
"Yasudah, aku matikan sekarang ya, besok aku akan kembali memasuki kantor milik ku"
"Iya,bos"
Tut..... tut.... tut.....
Terdengar suara panggilan yang terhubung, dan tak lama kemudian, terdengar suara pria yang mengangkat telfon tersebut
"Hallo bro? bagaimana kabar mu? kapan kau akan masuk ke kantor kembali? " Tanya Tio
"Hallo juga Tio, besok aku akan mulai kembali bekerja di kantor, oya, bagaimana dengan proyek pembangunan kantor raksasa milik Ryan, apa sudah selesai 100%? " tanya Ikram penasaran
"Sudah Ikram, dan lusa adalah hari peresmian kantor baru milik nya,dan kau harus bersiap siap ikram, karena kau akan menjadi salah satu tamu kehormatan untuk Ryan Prima"
"Tentu, aku sudah sangat siap Tio, dengan begini aku akan membuktikan kepada semua orang jika aku bisa berhasil dan sukses dengan usaha yang aku buat, ".
__ADS_1
" Kau benar Ikram, waktu nya untuk mu menunjukkan kepada semua orang yang pernah menghina mu jika kau sudah berhasil dan sukses "
"Terimakasih teman, berkat kalian lah aku bisa sampai sekarang ini, ya sudah jika begitu sampai bertemu besok di kantor teman"
"Baiklah, salam untuk Cinta dan ibu Aisyah, besok aku akan kesana untuk menjenguk mereka"
"okey teman"
Setelah mematikan panggilan nya, Ikram pun mulai berjalan menuju ke arah kantin di rumah sakit
Dia akan membeli minuman dan makanan ringan untuk nya bergadang di ruangan ibu Aisyah..
Dan saat dia sedang berjalan menyusuri lorong yang sepi, tampa sengaja dia mendengar suara pria yang sedang menangis
Ikram, memperhatikan disekeliling depan ruangan rawat tersebut, dan tak disangka ternyata dia melihat pria paruh baya yang sedang menangis pilu sambil menyenderkan kepala nya di tiang dinding koridor rumah sakit,
Dengan rasa iba yang menyerang perasaan nya, Ikram pun mulai menghampiri bapak itu dan menyentuh pundak belakang tubuh nya
"Pak..., apa ada yang bisa saya bantu? kenapa anda menangis di saat sudah malam seperti ini? "
Tanya Ikram kepada pria paruh baya tersebut
"Mari pak, kita duduk di bangku" ajak Ikram
Dan bapak tersebut pun langsung menolehkan wajah nya menatap Pria yang sangat dia kenal suara nya itu...
"Nak Ikram.....!!!!!!!! "
__ADS_1
Ucap pak Adam terkejut....