
"Mas ikram..... !!
ucap Wulan terkejut menghentikan langkah kaki nya
Indra yang mendengar ucapan istri nya itu pun langsung mengikuti arah pandang Wulan...
" Brengsek. ... " kata Indra pelan dan marah
Dan tidak di sangka, ternyata tampa sengaja Ikram pun menatap ke arah depan membuat dia melihat ke-dua orang penghianat yang sudah menghancurkan kehidupan nya dan Cinta...
Pasangan serasi itu saat ini sedang menatap dia dengan intens, yang satu nya dengan ekspresi sedih, dan yang satu nya lagi dengan ekspresi marah... sungguh Ikram sangat muak dengan tampang mereka ber dua yang pintar bersandiwara seperti bintang film di ikan terbang....
"Ikram..., kita ke toko tas itu ya..? kayak nya aku pengen kasih tas keluaran terbaru aja dech untuk hadiah ulang tahun mama ku... " ucap Sinta yang tak menyadari apa pun
"Ya sudah, kita kesana... jawab Ikram semangat
Setelah itu, mereka pun berjalan menuju ke toko tas yang tak jauh dari berdiri nya sepasang manusia tak tahu malu itu,
Dengan gaya cool Ikram berjalan di samping Sinta, dan Sinta yang tidak tahu dengan situasi yang sedang memanas itu pun, terus mengajak Ikram bercanda sambil tersenyum senang..
Membuat orang yang menatap ke arah mereka berdua menjadi panas dingin, karena mereka terlihat sangat dekat...
" Mas Ikram...." panggil Wulan saat Ikram sudah berada di dekat nya...
Ikram yang mendengar panggilan dari mantan istri nya itu pun, tidak memperdulikan dan tetap berjalan maju, membuat Sinta merasa aneh dengan sikap Ikram yang berubah dingin dan menyeramkan
"Mas Ikram...." panggil Wulan kembali sambil mencekal tangan Ikram
Dan terpaksa Ikram pun membalikkan tubuh nya dengan wajah yang sudah berubah hitam memerah... dia menatap Wulan dengan penuh kebencian...
" Siapa dia mas....???? apa kamu sudah melupakan aku dengan waktu yang sangat cepat...?? tanya Wulan menangis
"Cihh.... " Ikram berusaha untuk membuang muka menetralkan emosi nya yang sudah di ubun ubun...
__ADS_1
"Wulan...apa yang kau lakukan hah..? " tanya Indra marah
"Mas Indra... biarkan aku menyelesaikan masalah ku dengan nya.. jangan terus menghentikan ku mas.. " jerit Wulan marah
Dan Wulan kembali menatap wajah Ikram dan wanita yang ada di samping Ikram..
"Mas...apa kamu sudah melupakan aku sekarang...? " tanya Wulan menangis
"Tutup mulut mu Wulan...kita bukan siapa-siapa lagi, jadi jangan ikut campur dengan hidup ku.. " jawab Ikram tegas
"Enggak mas...kamu gak boleh kayak gini.. kamu gak tahu apa apa tentang diri ku mas.. kamu gak tahu dengan apa yang aku alami.. aku mohon, jangan menggantikan aku di hati kamu..."
"Wulan... apa kamu sudah gila..kau sekarang sudah menjadi istri selingkuhan mu, jadi jangan pernah mengatur hidup ku..?karena aku sudah sangat sangat membenci mu.. aku jijik melihat mu Wulan." teriak Ikram marah
" Gak... kamu gak boleh membenci aku mas Ikram... kamu gak adil sama aku.. sama perjuangan aku selama ini... kamu gak boleh benci aku.."
"Wulan apa yang kau lakukan..? kau tidak pantas menangisi pria yang tidak berguna seperti dia.lihat lah bahkan dia sangat membenci mu bukan..," ucap Indra menimpali
"Cih...., aku benar-benar muak dengan sandiwara kalian berdua..?sangat menjijikan..?ucap Ikram marah
"Biadab kau, tutup mulut mu b*jing*n... "
Buukkkk...,..
Ikram langsung menumbuk bibir Indra dengan sangat kuat, membuat Indra mengeluarkan darah...
"Berani sekali kau menyentuh ku pria miskin.."
Bukkk.......
Dan perkelahian pun terjadi, sampai orang orang yang ada di mall mulai menatap mereka tapi tidak memisahkan,
Wulan dan Sinta hanya bisa menjerit ketakutan..
__ADS_1
"Panggil satpam segera... cepat... kenapa kalian hanya melihat nya saja... " teriak Sinta marah
Dan tak lama, 5 orang satpam pun berlari melerai pertengkaran mereka..
"Jangan halangi aku...biarkan aku membunuh banjingan sampah itu... " teriak Ikram emosi
"Kau yang sampah...dasar miskin, pria bayaran, kau gigolo keparat..." teriak Indra tak mau kalah..
Dan Sinta yang melihat situasi semakin tidak terkendali, dia pun meminta bantuan satpam untuk menyeret Ikram ke luar dari mall menuju mobil mereka terparkir...
Sesampainya di dalam mobil, Sinta pun langsung menyalakan mobil Ikram dan pergi meninggalkan parkiran mall, dia berencana akan membawa Ikram ke apartemen milik nya untuk menumpahkan emosi nya yang masih belum terpuaskan...
Sedangkan di dalam mall, saat ini kerumunan itu pun sudah di bubarkan oleh satpam, dan tinggallah Wulan dan Indra yang masih berdiri disitu,
Dan setelah menetralkan emosi nya, Indra pun langsung memegang tangan Wulan mengajak nya pulang,... sungguh saat ini Indra benar benar marah dengan sikap yang Wulan lakukan, ..
Sesampainya di rumah Indra, dia pun langsung membawa Wulan masuk ke dalam kamar nya, saat ini Wulan sudah diam tidak menanggis lagi, rasa nya hati nya telah mati rasa, setelah melihat pria yang sangat dia cintai itu, kini malah membenci nya..
"Puas kau Wulan... puas kau telah mempermalukan ku... " teriak Indra marah.
Dan Wulan masih diam mematung dengan pandangan mata yang kosong..
"Kenapa kau tega melakukan ini kepada ku Wulan... dengan terang terangan kau lebih memilih pria itu dari pada aku suami mu... apa kurang ku Wulan...? apa belum cukup semua yang aku lakukan untuk mu selama ini... kenapa kau tidak bisa mencintai ku walau hanya sedikit saja Wulan...lupakan mantan brengsek mu itu.. kau lihat sendiri kan tadi, jika dia sudah bersama wanita lain...dia membenci mu Wulan..., dia jijik melihat mu...kau renungi lah ucapan ku ini Wulan..."
Dan Indra langsung pergi meninggalkan Wulan keluar dari kamar, dia benar-benar merasa frustasi akibat perbuatan Wulan yang sudah benar benar membuat nya malu...
"Kau istri ku Wulan... maka kau harus mencintai ku apa pun alasan nya..."
Sedangkan Wulan, saat ini dia masih duduk termenung di atas ranjang nya....
Sungguh tidak ada yang menyakitkan selain kata kata racun yang keluar dari mulut orang yang kita cintai, bagai tertusuk pisau yang tajam, Wulan benar benar merasakan sakit yang teramat sangat..
Kata Benci dan menjijikan dari mulut Ikram, sangat lah membuat nya se akan terluka berdarah
__ADS_1
"Hiks... hiks.... kamu gak boleh benci aku mas..., kamu gak boleh jijik sama aku.. aku terpaksa ngelakui semua ini... karena aku terlalu sayang sama kamu, aku gak mau membuat kamu merasa bersalah dan membuat kamu semakin susah... kenapa seluruh orang di dunia ini tidak ada yang mendukung ku... bahkan orang-orang di dunia novel pun tetap tidak ada yang mendukung ku.. aku benar-benar terpaksa..... hiks... hiks.. "
Wulan mulai menelungkup kan tubuh nya di lantai kamar, dia menangis, mengeluarkan semua yang ada di fikiran dan hati nya...