
Selama menempuh perjalanan 7 jam lebih, akhirnya Sinta dan Ikram terlah tiba di bandara soekarno-hatta,
Mereka langsung di jemput oleh Mark sang anggota geng Black Dragon, yang sudah menanti kedatangan mereka, seperti nya dunia yang sebenarnya akan segera mereka jalani dan lewati, karena disetiap hidup manusia pasti akan memiliki ujian hidup nya sendiri
Hari ini mereka memutuskan untuk pulang kerumah papa Bagaskara karena ternyata Cinta masih menginap di rumah mertua nya tersebut,
Ikram yang memperhatikan wajah Sinta tampak lelah pun langsung memeriksa nya,
"Kamu terlihat sangat lelah sayang" ucap Ikram khawatir
"Iy mas, sepertinya aku kurang enak badan saat ini" jawab Sinta menatap Ikram
"Ya sudah, setiba dirumah nanti, kamu harus segera beristirahat ya, "
"Iya mas" jawab Sinta langsung bersandar di dada bidang Ikram
Dengan sayang, Ikram mengelus punggung istri nya tersebut, tak lama kemudian dia langsung melihat ke arah sang anak buah..
"Mark..., bagaimana selama aku pergi keluar negeri, apakah ada yang terjadi, semua Baik baik saja kan? " tanya Ikram
"Iya bos, semua aman terkendali bos, dan kami sudah mengikuti perintah bos untuk menjaga Ryan Prima dengan sangat ketat bos" jawab Mark
"Lalu, apakah tidak ada tanda tanda yang mencurigakan? "
"Ada bos, kami sudah 2 kali menggagalkan orang suruhan musuh yang ingin mencelakai Ryan Prima bos, dan seperti kejadian seperti itu akan terus berulang bos, sebelum kita menemukan siapa dalangnya"
"Kau benar Mark, sebelum bergerak, kita akan kembali menemui Ryan, lalu bagaimana dengan ku sendiri Mark, apakah ada yang mencurigakan? "
"Baik bos, untuk keluarga bos sendiri, kami sudah memantau nya, dan kami belum menemukan hal yang mencurigakan bos"
"Iya, tapi tetap aku harus waspada Mark, percayalah, semakin tinggi pohon itu, maka akan semakin kencang angin yang menerpa nya, oya Mark, apakah Bang Jack masih berada di markas? "
"Masih bos, selama bos pergi dia selalu berada di dalam kamar bos, sangat jarang keluar ke lantai bawah"
"Apa.....!!! kenapa dia seperti anak perawan, "
"Bos, kita sudah sampai"
Ucap Mark memberitahu Ikram, setelah mobil mereka berhenti di depan rumah mewah milik Bagaskara, Ikram pun langsung membangun kamu Sinta..
"Sayang,.... kita sudah sampai, apakah kamu tidak ingin bangun? " tanya Ikram menyentuh pipi Sinta
Dengan cepat Sinta langsung membuka mata nya sambil menetralkan penglihatan dengan mengerjab ngerjab kan mata Sinta yang lentik dan indah
__ADS_1
"Sayang, jangan bertingkah seperti itu, kamu terlihat sangat menggemaskan"
"Benarkah, aku hanya sedikit pusing mas"
Cuupp.......
Dengan cepat Ikram mencium bibir Sinta yang berwarna pink alami,
"Bagaimana? apakah masih pusing? " tanya Ikram tersenyum
"Mas Ikram.... " panggil Sinta malu malu
"Iya, ayo kita keluar, kita beri kejutan kepada Cinta dan juga yang lain nya"
"Okey"
Dan mereka berdua mulai keluar dari mobil tersebut,sedangkan Mark dia sudah mengeluarkan barang barang yang ada di dalam mobil,
Saat tiba di atas teras, terlihat jika Cinta dan yang lain nya, sedang berjalan keluar untuk menyambut kedatangan mereka berdua,
"Ayah.... mama..... " teriak Cinta bahagia sambil berlari ke arah mereka
"Cinta,Sini sayang, mama kangen banget sama kamu" teriak Sinta langsung memeluk tubuh Cinta..
Tak lama kemudian, gantian Ikram yang memeluk putri kecil nya tersebut, dia mencium kepala anak nya dengan sayang
"Bagaimana sayang, apakah kamu betah berada dirumah nenek dan kakek Baskara? " tanya Ikram
"Betah Ayah, disini ada kolam renang nya terus juga banyak mainan ayah, oya mama Sinta katanya mau belikan Cinta boneka kan"
"iya, ada di dalam koper boneka nya sayang, "
Jawab Sinta, dan setelah itu, datang lah mama Iren dan papa Bagas yang menyambut mereka berdua.
"Sayang, kamu terlihat pucat, apa kamu sakit? " tanya mama Iren
"Iya, Sinta sedikit gak enak badan ma, mungkin Karena kelelahan ma"
"Ya sudah, kalian segera masuk kedalam ya,istirahat lah dahulu, " ucap papa Bagas menimpali
"Iya ma, pa," jawab Ikram dan Sinta kompak,
"Ayo sayang, kita masuk"
__ADS_1
"Tunggu ma.yah.......!! " panggil Cinta kepada mereka berdua
Setelah itu, Cinta langsung memutari tubuh Ikram dan Sinta se akan mencari sesuatu yang harus segera dia temukan,
"Kamu mencari apa sayang? " tanya Sinta heran
"Dimana adik untuk Cinta ma, apa kalian berdua lupa membawa nya, kan kalian sudah membuat nya, cinta pengen main sama adik ma? " tanya Cinta dengan wajah sedih
mereka semua yang mendengar ucapan dari Cinta pun langsung tersenyum kikuk, sepertinya menjanjikan anak kecil itu, adalah kesalahan besar, karena daya ingat mereka akan lebih kuat dari pada kita orang dewasa..
Dengan cepat Sinta langsung berjongkok di depan Cinta berdiri,, dia akan mencoba menjelaskan kepada Cinta, jika adik yang dia maksud sedang dalam masa proses..
"Cinta..., adik nya masih dibuat, jadi belum ada untuk saat ini, nanti kalau sudah ada, dia akan ditaruh di dalam perut mama, biar adik nya sehat dan gak kedinginan sayang... " jelas Sinta pelan
"Benar kan ma, tapi kapan ma? apakah masih lama? "
"Iya..., itu terserah dengan bibit nya nak, kalau bibit nya unggul dan bagus, pasti akan cepat jadi dan tumbuh dengan subur, sekarang tugas Cinta adalah berdoa ya, agar adik nya bisa segera menempati perut mama"
"Okey ma... , oya kalau mama mau bibit yang bagus, suruh aja opa Bagas membelikan nya ma, kan opa punya banyak uang ma" kata Cinta
Membuat semua orang yang ada disana tertawa lucu, Sinta mulai menatap wajah Ikram yang sudah berubah diam, sepertinya dia sedikit kesal dengan pernyataan dari Cinta..
"Oh...,tentu saja sayang, mama pasti akan melakukan saran yang kamu katakan ini, sekarang ayo kita masuk, mama ingin beristirahat sebentar..
" Iya ma...., Cinta ikut ya ma ke kamar mama"
"Okey,, "
Dan mereka para wanita mulai masuk kedalam rumah dengan tersenyum bahagia.
Tinggallah papa Bagas dan Ikram yang masih betah berdiri di teras rumah..
Papa Bagas tampak tersenyum lucu melihat wajah Ikram yang murung.
"Ikram, kau mendengar ucapan dari anak mu bukan? " tanya papa Bagas
"Iya pa"
"Berarti kau sudah mengerti bukan dengan apa yang aku inginkan juga, mulai sekarang minum dan makan semua yang dapat menyuburkan bibit unggul, kau harus bisa membuat Sinta hamil dengan cepat, jangan lupa, buat seorang putra untuk meneruskan kembali bisnis ku yang sudah jaya saat ini, jika belum mendapatkan seorang putra, maka kau harus membuat nya sampai dapat, jangan berhenti dan lelah, karena aku sangat percaya dengan kemampuan mu, berusaha lah Ikram... "
Jelas pak Baskara menepuk pundak Ikram,
Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Ikram yang masih terbengong....
__ADS_1