Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
kebaikan Ikram dan Sinta


__ADS_3

Tepat pukul sembilan malam, dokter Imran keluar dari ruangan ICU , dia baru saja memeriksa ke adaan Wulan yang belum juga siuman,


Dokter Imran menyaran kan agar tetap optimis dan berdoa agar pasien bisa cepat siuman, karena sangat beresiko untuk tubuh Wulan yang sudah mengidap penyakit kanker


"Saya usahakan besok putri bapak sudah mulai siuman, agar dia bisa segera melakukan perobatan nya" ucap dokter Imran


"Terimakasih dokter" jawab pak Adam singkat


Seperti nya rasa lelah sudah mulai mengusik tubuh tua renta tersebut, Ikram yang melihat mantan mertua nya itu pun langsung mendatangi nya dan mengajak nya untuk segera masuk ke ruangan untuk beristirahat.


"Terimakasih dokter Imran, karena anda sudah bersedia untuk menangani penyakit Wulan, " ucap Ikram


"Sama sama tuan Ikram, jika begitu saya permisi untuk kembali keruangan saya, jika terjadi hal apa pun kepada pasien tolong segera hubungi saya tuan, saya juga akan menugaskan perawat untuk memantau pasien 24 jam"


"Baik, saya akan melakukan yang dokter perintahkan"


Setelah itu dokter Imran pun pergi dari ruangan ICU tersebut,


Saat ini tinggal lah mereka bertiga, Ikram langsung mengajak pak Adam untuk segera beristirahat keruangan yang tak jauh dari ruangan milik Wulan,


Mereka menyewa satu ruang perawatan VIP untuk tempat beristirahat pak Adam, untuk malam ini mereka berdua akan menemani pak Adam menginap di rumah sakit, setelah besok Wulan kembali siuman baru lah Ikram dan Sinta akan berencana menginap di apartemen milik orang tua Sinta yang ada di samping rumah sakit tersebut.


"Istirahat lah pak, pasti bapak merasa sangat lelah" ucap Sinta, yang langsung menuju ke ranjang sebelah kanan,


"Terimakasih karena kalian sudah sangat perhatian kepada bapak dan Wulan, maaf jika karena kami acara pernikahan kalian berdua menjadi hancur nak.. " ucap pak Adam sedih


"Tidak pak, ini bukan kesalahan bapak tapi ini memang sudah menjadi takdir nya, aku yang harus berterima kasih kepada Wulan karena dia mau mengorbankan nyawa nya demi keselamatan istri ku"

__ADS_1


"Nak Ikram, bapak berjanji jika setelah Wulan sembuh nanti bapak akan membawa keluarga bapak pergi dari kehidupan kamu nak, bapak ingin melihat kamu bahagia nak Ikram, "


"Jangan lakukan itu pak, walau bagaimana pun, aku akan tetap selalu terikat dengan kalian, karena masih ada Cinta yang membutuhkan kita semua" jelas Ikram menatap pak Adam,


"Ya kau benar nak, maaf jika bapak sempat melupakan nya"


"Yasudah pak Adam sekarang istirahat, biar saya yang memantau Wulan" ucap ikram


Setelah itu pak Adam pun langsung membaring kan tubuh nya di ranjang rumah sakit dan memejamkan mata nya, tak butuh waktu lama, pria tua itu pun langsung tertidur,,


Sedangkan Sinta, dia masih betah duduk di atas ranjang sebelah kanan sambil menatap sang suami yang sedang memakaikan selimut ketubuh pak Adam..


Sinta tersenyum kagum melihat suaminya yang sangat baik dan perhatian, tidak pernah menyangka jika dia akan mendapatkan suami sebaik Ikram..


"Kenapa kamu tersenyum menatap ku sayang? " tanya Ikram yang sudah berada tepat di depan wajah Sinta..


"Tidak..., aku hanya kagum saja" jawab Sinta singkat


Dengan cepat dia langsung membaring kan tubuh nya ke atas ranjang, tapi detik kemudian ada sebuah tangan yang menghalangi tidur nya...


"Apakah kamu mau meninggal kan suami mu sendiri? " tanya Ikram tersenyum


"Memang nya kenapa? apa mas Ikram ingin aku menemani mas bergadang? " tanya Sinta mulai mendudukkan kembali bokongnya


"Iya..., seperti nya kita harus menghabiskan malam berdua kita dengan saling bercerita, tapi jika kamu lelah, aku akan membiarkan mu tidur duluan"


"Iya..., aku memang lelah, tapi tidak mungkin juga aku meninggal kan suami yang baru sah beberapa jam ini untuk tidur duluan, ayo kita bergadang bersama sama, aku akan mendengar kan semua keluh kesah mu sayang" jawab Sinta tersenyum

__ADS_1


"Terimakasih sayang"


Ikram langsung memeluk tubuh Sinta dengan erat, malam ini mereka akan menghabis waktu bersama dengan saling mencurahkan perasaan masing-masing,


Sesuatu hal yang dulu sangat jarang Ikram lakukan bersama Wulan saat menjadi pasangan suami istri dahulu, dan saat ini dia tidak akan mengulang nya kembali, karena kejujuran dan keterbukaan adalah kunci bahagia dalam suatu hubungan rumah tangga...


***


Sedangkan di ruangan lain, tepat nya di ruangan dokter Imran, saat ini dia sedang serius membaca kembali rekam medis milik pasien nya yang bernama Wulandari..


Entah mengapa dia memiliki ketertarikan tersendiri dengan pasien yang akan dia tangani tersebut,


Menurut nya kehidupan Wulan memiliki sesuatu yang sangat mengejutkan, bagaimana bisa penyakit yang sudah lama sembuh kini bisa kambuh kembali, bahkan tertera sudah 2 kali Wulan di vonis sembuh dari penyakit mematikan tersebut, dan beberapa bulan ini tiba-tiba penyakit itu kembali kambuh bersamaan dengan penyakit lain nya


Terdapat juga rekam medis yang menyatakan jika Wulan sempat mengalami depresi berat, membuat Imran semakin penasaran dengan kehidupan pasien nya tersebut


"Sebenarnya apa yang wanita ini alami, kenapa dia memiliki rekam medis seperti ini? aku benar-benar penasaran dengan wanita ini? "


"Dia terlihat sangat cantik di dalam foto ini, tapi, saat melihat keadaan nya sekarang, sungguh sangat memprihatinkan.., baiklah aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyembuhkan penyakit mu Wulan.., semoga saja kau cocok dengan tangan ku ini"


Ucap dokter Imran dengan tersenyum dan penuh semangat, saat ini dia masih betah menatap foto yang ada di dalam biodata milik Wulan,


Sungguh dia merasa penasaran terhadap kehidupan yang di jalani oleh Seorang Wulan....


"Cantik, tapi sayang penyakitan"


Ucap Dokter Imran tersenyum

__ADS_1



__ADS_2