Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Kertas putih pembawa luka


__ADS_3

Tok.... tok... tok......


Terdengar suara pintu yang di ketuk dengan sangat kencang,


Buk... buk... buk...


Karena tidak di buka juga oleh pemilik nya, ibu Ningsih pun semakin memperkencang pukulan pintu itu, sehingga menimbulkan suara yang mengundang para tetangga rumah Ikram, untuk menatap ke arah nya,


"Apa kalian lihat lihat hah..., saya tidak ada urusan dengan kalian semua..? " ucap nya marah


Dan mereka yang mendapat semprotan dari Ibu Ningsih pun, mulai pergi dari depan rumah Ikram, tapi masih mengintip dari kejauhan..


"Hey... buka pintu nya pria miskin...? "jerit ibu Ningsih marah


Dan Ikram yang tertidur di lantai kamar nya pun, mulai terjaga dari tidur nya, dia duduk untuk mengumpulkan kesadaran nya setelah ketiduran di lantai tepat pukul 04.00 pagi


Karena sangat terganggu dengan suara yang memukul pintu rumah nya itu, Ikram pun langsung bangkit menuju ke arah pintu..


Cklek....


"Heh.., dasar kau ya, pria pemalas, pantas saja hidup mu selalu miskin, pasti itu karena kebiasaan mu yang suka bangun kesiangan,dasar pemalas, pengangguran, tidak berguna..? " ucap Ibu Ningsih marah


Ikram yang mendengar hinaan itu pun, mulai menatap tajam ibu Ningsih, dengan kesadaran penuh... dia benar-benar emosi terhadap perkataan ibu mertuanya yang sangat menyakitkan itu..


"Buk.. ini masih pagi buta, tolong jangan buat keributan di rumah ku..? "


"Heh... aku tidak perduli soal itu, biarkan saja orang-orang mengetahui seperti apa kau sebenarnya...? "


Saat mendengar Jawaban dari ibu mertuanya itu, Ikram pun mulai mengingat tentang Wulan Istri nya..


"buk..., kemana ibu membawa Wulan.., aku yakin, ibuk pasti yang sudah membawa pergi istri ku kan..? " tanya Ikram emosi


"Haha...... ternyata kau baru sadar ya, jika istri mu itu sudah pergi dari rumah ini.., dengar perkataan aku Baik baik ya., anak ku Wulan, sudah tidak mau lagi hidup susah dengan mu, dia sendiri yang menelfon ku agar menjemput nya ke Jakarta..., apa kau kira aku datang kesini tanpa sesuatu alasan yang penting...? bukan kah kemarin sudah aku katakan ke pada mu, jika aku sudah mengambil milik ku yang sangat berharga.., ternyata cara berfikir mu itu sangat lambat ya..., kasihan sekali kau Ikram... ckk... ckk... " ibu tertawa mengejek

__ADS_1


"Cukup buk...., cukup sudah kau menghina ku terus menerus, sekarang cepat katakan, di mana kau menyembunyikan istri ku.., cepat kembalikan dia kepada ku.., " jerit Ikram marah


"Ikram,,, Ikram,,, ternyata berbicara dengan mu itu sangat payah ya., ya sudah lah, aku tidak mau membuang waktu ku terlalu lama di tempat kumuh ini..., aku datang hanya ingin memberikan kejutan untuk mu..., terimalah, jika kau mau, kau bisa datang, tanggal dan waktu nya, seperti yang tertulis di surat itu, jika kau tidak dapat hadir pun, itu tidak masalah, karena tidak akan berpengaruh sedikit pun" ucap nya memberikan amplop berwarna coklat muda..


"Apa maksud perkataan mu sebenarnya..? "


"Kau akan mengerti saat membuka surat itu, aku harap kau bisa menerima nya dengan lapang dada, dan ingat satu hal, jangan pernah kau mencari anak ku lagi, karena sampai kapan pun, dia tidak akan kembali lagi ke rumah kumuh mu ini.." ucap nya pergi meninggalkan kan Ikram


Dan Ikram yang mendengar perkataan ibu mertua nya itu pun, mulai meradang karena emosi..


"Berhenti ibu Ningsih, cepat kau katakan dimana istri ku berada...,? apa kau tidak punya hati sedikit pun, ibu macam apa kau itu, yang tega memisahkan anak nya sendiri dengan suami dan putri kecil nya..., berhenti ibu Ningsih... " panggil Ikram menjerit dengan sangat marah


Membuat semua orang mulai mendatangi rumah nya, termasuk ibu Aisyah, yang berlari sambil menggendong Cinta...


Ikram yang mulai putus asa pun langsung luruh di tanah karena perkataan nya tidak sedikit pun di gubris oleh ibu mertua nya itu.. dia tetap berjalan menjauh, sampai tidak lagi terlihat dari jangkauan Ikram


"Brengsek..., brengsek..., kau benar-benar mertua laknat Ningsih..., aku sangat membenci mu..akan aku habisi kau Ningsih sialan." Ucap Ikram frustasi meninju tanah


"Ya Allah nak..., tenang kan dirimu Ikram.., ingat Allah nak..., ingat Allah nak Ikram,,, jangan ikuti emosi mu.., ada Cinta anak mu nak yang harus kamu jaga..., ibu mohon, jangan membuat hal yang merugikan masa depan mu..., ayo kita masuk nak.." ajak ibu Aisyah membantu Ikram berdiri


"Ayah... " panggil Cinta sedih


Ikram yang mendengarkan suara dari putri kecil nya kini mulai tersadar dan menatap mata gadis kecil itu dengan perasaan menyesal..


"Cinta...., maafin ayah nak.., maaf karena sudah membuat kamu takut.." peluk Ikram menyesal


"Ayah jangan marah marah lagi ya.., Nanti kalau nenek itu datang lagi, biar Cinta aja yang mengusir nya yah.,Cinta berani kok sama nenek itu."


"Iya nak..., kamu kan putri ayah yang pemberani, maafin ayah ya sayang" ucap Ikram menciumi kepala anak nya


Dia pun mencoba untuk menenangkan diri nya, karena dia tidak ingin membuat Cinta trauma dan down, jika harus melihat nya marah dan emosi,


Tak lama kemudian, ibu Aisyah pun kembali dengan membawa segelas air putih di tangan nya..

__ADS_1


"Ini..., minum lah nak, agar kau bisa merasa tenang "


"Terimakasih buk.."kata Ikram sambil meminum air tersebut


"Nak.., tolong tenang kan diri mu, jika ada masalah, mari kita selesai kan baik baik, kau masih mempunyai putri yang sangat kecil, jangan sampai emosi mu ini merusak masa depan kalian.. " ucap ibu Aisyah mengingatkan


"Iya.., aku benar-benar khilaf buk, aku menyesal sekarang "


"Ya sudah, jangan di ulangi lagi, oya itu amplop apa nak..? "


"Ini..., aku juga tidak tahu bu, aku belum membuka nya, mertua ku yang memberikan nya tadi.."


"Ya sudah, coba kamu buka, mana tahu penting.."seru ibu Aisyah


"Iya bu.., akan aku buka sekarang" jawab Ikram sambil membuka amplop tersebut


Saat sudah terbuka, dia pun mulai memegang isi di dalam nya, kertas selembar berwarna putih, karena penasaran Ikram langsung membuka lipatan nya dan segera membaca nya..


Deggg.........


Jantung nya terasa berdetak kencang, setelah membaca tulisan yang terdapat di bagian paling atas..


Dan dia mulai melanjutkan untuk membaca tulisan selanjutnya..


Bagai tersambar petir di siang bolong, tanpa sadar Ikram sudah meneteskan air mata, sakit, itu lah yang dia rasakan saat ini, bagai tertusuk pisau yang tepat di dada nya, rasa nya dia benar-benar hampir kehilangan nafas..


Apalagi saat melihat tanda tangan atas nama istri tercinta nya itu, yang sudah terukir indah di dalam kertas putih tersebut, sebagai tanda jika dia menyetujui dengan semua poin poin yang tertulis di dalam kertas, bahkan dengan tega, istri nya pun menuduhnya dengan alasan yang sangat memberat kan nya, membuat dia semakin sesak dan merasa syok setengah mati...


"Ya Tuhan....., apa salah ku sebenarnya.., " ucap Ikram dengan sangat pilu


Ibu Aisyah yang melihat tingkah Ikram yang sudah menangis sedih pun, langsung memungut kertas putih tersebut


Dan saat dia membaca isi nya, ibu Aisyah langsung ikut meneteskan air mata nya sambil menutup mulut nya dengan sebelah tangan,... sungguh malang nasib mu Ikram....

__ADS_1


Jujur... aku nangis nulis bab ini.. 😭😭😭


Sangat menyakitkan rasa nya, dada ku terasa ikutan sesak😭😭


__ADS_2