
Sinta yang melihat wajah Wulan yang sudah memucat pun langsung terduduk di lantai di samping jenazah Wulan,
Dia memeluk tubuh ringkih itu dengan erat, meluapkan rasa sedih nya atas kepergian ibu dari anak sambung nya tersebut
"Wulan..., kenapa kamu pergi secepat ini? bukan kah kamu sudah optimistis untuk bisa sembuh, apa kamu sudah merasa lelah dengan penyakit mu itu Wulan.. Hikss.... hiks... kasihan putri mu Wulan, dia sangat merindukan kehadiran kamu setiap hari nya" ucap Sinta menangis memeluk tubuh Wulan
Ikram yang melihat nya pun mulai memeluk tubuh belakang Sinta
"Tenangkan dirimu sayang, mungkin ini memang yang terbaik untuk Wulan, agar dia tidak merasakan sakit lagi"
"Kamu benar mas, tapi bagaimana dengan Cinta..., aku takut dia akan syokk mas"
"Kita yang akan memberitahu dia dengan pelan, saat ini apakah Cinta masih tidur? "
"Iya, dia masih tidur ditemani Winda, jangan bangunkan dia mas, aku.... aku tidak tega, besok saja kita memberi tahu diri nya"
"Baiklah, sekarang ayo kita membaca Al-Quran, agar kepergian nya bisa tenang dan diterima, " ajak Ikram kepada mereka semua,
Mereka para wanita pun langsung memakai kerudung, dan duduk di samping jenazah Wulan, dan tak lama kemudian, terdengar ucapan salam dari pria yang baru tiba,
Terlihat jika pak Adam dan juga dokter Imran sudah masuk kedalam rumah milik Ikram,membuat Ikram langsung bangkit berdiri dan memeluk tubuh pak Adam erat
"Walaikumsalam pak.. , yang sabar ya pak, semoga Wulan di Terima disisi Tuhan" ucap Ikram tulus
"Terimakasih nak Ikram, karena kamu sudah membantu Wulan sampai dia menghembuskan nafas terakhir, bapak sangat berhutang budi kepada mu nak" kata pak Adam sedih
"Sama sama pak, Semua yang aku lakukan memang sudah menjadi kewajiban ku pak,"
Setelah melerai pelukkan nya, Ikram langsung menatap ke arah dokter Imran, Ikram juga menyalami dokter itu dan mengucapkan terimakasih karena selama ini sudah berusaha membantu pengobatan Wulan, bahkan dia ikut memilih mengantar Wulan sampai kembali ke indonesia..
__ADS_1
"Dokter, terimakasih atas semua yang kau lakukan selama ini Dokter"
"Sama sama tuan Ikram, oya apakah kita bisa berbicara pribadi sebentar, ajak juga istri anda karena aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian berdua"
"Baiklah, sebentar aku panggil istri ku dahulu, pak Adam mari gabung dengan yang lain nya, jangan sungkan, anggap lah rumah sendiri'
Ajak Ikram kepada pak Adam
" Baik nak, terimakasih nak Ikram "
jawab pak Adam mengikuti langkah kaki Ikram, dia mulai bersalaman kepada seluruh anggota keluarga Ikram, dan setelah itu pak Adam ikut duduk di samping jenazah putri nya tersebut...
Setelah melihat pak Adam yang mulai membaca Al-Quran, Ikram langsung memutar arah menuju ke arah istrinya,
Dia berjongkok di samping tubuh Sinta dan membisikkan sesuatu, detik kemudian, Sinta dan Ikram mulai bangkit bersamaan, mereka mulai meninggal kan tempat tersebut untuk menemui Dokter Imran yang sudah menunggu di ruang keluarga..
Ucap Sinta kepada dokter Imran, dia langsung menyapa Sinta dengan sopan
"Selamat bertemu lagi nona Sinta, saya memang sengaja ikut mengantar kepulangan Wulan, karena saya ingin mengantar kan diri nya juga sampai ke peristirahatan terkahir nya besok" jawab Dokter Imran sedih
" Apakah benar jika kamu menyukai Wulan dokter, maaf jika saya menanyakan hal ini, karena sebulan yang lalu Wulan sempat mengatakan nya kepada saya"
Ucap Sinta membuat Ikram langsung menoleh ke wajah istrinya tersebut, dia tidak menyangka jika hubungan Sinta dan Wulan sudah sangat lah dekat, mereka seperti pasangan sahabat pada umum nya..
"Tidak apa apa nona, seperti yang Anda tahu, jika saya memang lah menyukai Wulan,saya sudah menganggap Wulan melebihi dari seorang pasien, bahkan saya berencana akan menikahi nya bulan depan"
Ucap Dokter Imran dengan raut wajah sedih, Ikram sedikit terkejut saat mendengar ucapan dari dokter Imran, ternyata mantan istri nya itu benar-benar membuat pria yang mengenal nya langsung terpesona,
"Benarkah dokter? tapi... bukan nya Wulan sudah hampir sembuh dok? "
__ADS_1
"Nona benar, Wulan memang sudah hampir sembuh, bahkan bisa dikatakan sudah sembuh total, sebulan ini dia benar-benar melakukan pengobat dengan cukup rutin, bahkan dia rela tidak menghubungi kalian karena ingin membuat kejutan untuk kalian semua, Wulan berusaha keras untuk menahan rasa rindu nya kepada Cinta dan nona, dia yakin dengan fokus berobat pasti penyakit nya akan hilang,dan tepat 1 minggu yang lalu, saat utusan Tuan Ikram datang ke Korea, Tiba-tiba Wulan mengalami drop pada tubuh nya, aku juga tidak tahu kenapa itu bisa terjadi, sampai mulai tadi siang akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir nya, " jelas Dokter Imran meneteskan air mata..
Ikram dan Sinta ikut terkejut dengan ucapan yang dokter Imran katakan, mereka juga ikut menetekan air mata,
"Selama seminggu itu, Wulan selalu menyempatkan diri nya untuk menulis, walau ke adaan nya sangat menyedihkan tapi dia berusaha untuk tetap bertahan, ini adalah buku harian yang dia tulis sejak dia berada di Korea, dia menyuruhku untuk memberikan nya kepada Anda nona Sinta"
Ucap Dokter Imran sambil memberikan sebuah buku kecil kepada Sinta,
Dengan cepat Sinta menerima buku diary itu, dia menatap buku tersebut dengan air mata yang terus mengalir, detik kemudian, Sinta pun mengingat sesuatu, sepertinya dulu Wulan juga pernah memberikan nya buku harian milik Wulan, dan sampai saat ini dia belum sempat membuka nya...
"Terimakasih dokter"
"Sama sama Nona Sinta, terimakasih juga karena anda sudah mempertemukan saya dengan wanita selembut Wulan, saya sudah mengetahui perjalanan masa lalu dirinya, dan juga status kalian berdua, tuan Ikram... aku tahu jika kau pernah merasakan kecewa dan sakit hati dengan diri nya, tapi ketahui lah satu hal, jika sampai akhir hayat nya dia masih sangat mencintai anda, bahkan dia menolak lamaran saya dengan halus, karena dia ingin membuktikan jika tidak ada yang dapat menggantikan hati nya yang sudah terpahat dengan nama anda disana, dia juga mengucapkan kata maaf kepada Anda karena telah khilaf dan menghancurkan perjalanan cinta kalian yang penuh dengan pengorbanan, dia selalu berdoa agar anda dan nona Sinta selalu bahagia hingga akhir hayat memisahkan"
kata Dokter Imran membuat Ikram kembali meneteskan air mata, Entah mengapa tiba-tiba dia merasakan sesak di dada nya,
Ikram berdoa agar Wulan dapat di Terima si sisi Tuhan dan bisa tenang di alam sana,
"Terimakasih karena sudah mencintai nya dokter Imran, kau benar benar laki laki yang baik dan tulus"
Ucap Ikram sambil memeluk tubuh dokter Imran,
"Iya, kau juga tuan Ikram, kau adalah laki laki terhebat yang pernah aku kenal, kau tidak salah dalam hal ini, semua terjadi karena ke adaan dan ketidak jujuran, semoga hidup mu bersama nona Sinta akan di limpahkan kebahagiaan" ucap Dokter Imran membalas pelukkan Ikram...
Setelah selesai menyampaikan amanah milik Wulan, mereka bertiga pun mulai kembali berkumpul untuk menemani jenazah Wulan...
Lantunan Al-Quran terus mereka bacakan, untuk menemani jenazah Wulan yang akan di kebumikan esok pagi....
"Wulan, sekarang bapak sudah mengabulkan permintaan terakhir mu untuk mengantarkan mu kembali kerumah Ikram mantan suami mu, yang masih sangat kamu cintai, sekarang pergilah dengan tenang nak.., sekarang kamu sudah bebas dari rasa sakit yang kamu derita, bapak janji akan menjaga Cinta dan juga pria yang kamu cintai, bapak akan mengirim doa setiap sujud bapak, tenang lah di sana nak, bapak sangat menyayangi kamu Wulan" ucao pak Adam di dalam hati.......
__ADS_1