
Hari mulai menjelang siang, tepat pukul 11.00 Wulan pun sudah tiba di perkampungan kumuh yang padat penduduk, tempat yang dulu pernah dia tinggali selama 3 tahun lama nya..
Sangat banyak kisah dan cerita yang terjadi di tempat itu, Wulan merasa nyeri di hati nya saat mengingat awal pertama kali dia menginjakkan kaki di ibu kota jakarta ini..
Tepat kumuh itu lah yang telah menjadi saksi bisu, perjalanan hidup nya bersama pria yang sangat dia cintai, tapi sayang, keadaan dan kondisi tidak mendukung diri nya untuk bisa hidup lama di samping pria itu,
Tampa terasa air mata Wulan sudah jatuh membasahi pipi nya, dan dengan cepat Wulan pun langsung menghapus, menarik nafas agar lebih tenang dan kuat..
"Jangan lemah Wulan..., sekarang kau bukan lah Wulan yang dulu..., kau sudah menjadi wanita yang kaya raya dan kuat, bahkan tidak akan ada seorang pun yang boleh menghina kau lagi Wulan...? " ucap nya sendiri menyemangati diri nya
Setelah itu, dia pun mulai berjalan menyusuri lorong perumahan yang sempit itu,
Masih sangat menempel di ingatan nya, dulu di jalan ini lah dia selalu mendapat kan hinaan dari ibu ibu sekitar kontrakan, mereka selalu meremehkan dan mengejek Wulan ketika Wulan sedang berbelanja di tempat penjual sayur keliling, saat itu, dia hanya membeli sayur dan lauk sederhana, karena memang ke uangan nya hanya mampu membeli itu, dan saat mereka melihat belanjaan yang Wulan beli, saat itu lah mereka mencaci dan menghina Wulan dengan sangat jahat...
Sungguh rasa sesak itu, benar benar belum bisa hilang di hati nya, dan kali ini dia akan membuktikan kepada semua ibu ibu yang pernah merendahkan dan menghina nya jika dia bisa merubah nasib lebih baik dari mereka..
"Aww....... "
Jerit seorang wanita yang tampa sengaja menabrak tubuh Wulan
Dan dengan kasar, Wulan pun langsung mendorong nya, membuat nya terjatuh ke tanah..
"Apa kau tidak punya mata...? " teriak Wulan marah
"Kau...... " ucap wanita itu menatap Wulan dari atas sampai bawah
"Apa.... heh.... apa kau masih mengenali ku..? " tanya Wulan mengejek
"Kau Wulan kan....., ya ampun...., kau sangat cantik dan modis, aku benar-benar pangling saat melihat mu? " puji wanita itu ramah dan langsung bangkit berdiri
"Cih.. dasar penjilat, kau sangat pintar dalam berbicara, ternyata sifat mu tidak pernah berubah..! " jawab Wulan
__ADS_1
"Iya, aku memang selalu begini sedari dulu, oya ada apa kau kemari Wulan, aku dengar kau sudah menikah dengan pria kaya yang menjadi selingkuhan mu.., ternyata berita itu benar ada nya ya..? " tanya nya penasaran
"Dari mana kau tahu berita itu..? " tanya Wulan marah
"Wulan, semua penduduk di sini juga sudah mengetahui nya, untung saja saat kau datang kemari, ke adaan masih sepi, jika tidak aku yakin pasti ibu ibu mulut mercon itu akan menyerang mu dengan ganas.. "
"Aku tidak takut dengan mereka, jika mereka menyerang maka aku akan menuntut mereka ke kantor polisi.termasuk kau juga akan aku tuntut..! " jawab Wulan tegas
Glekk..........
Wanita itu pun mulai menelan ludah nya kasar, sungguh saat ini dia mulai berfikir jika yang berada di depan nya bukan lah Wulan yang terlihat lemah dan lembut seperti dulu, tapi dia seperti serigala yang sangat buas, membuat wanita itu merinding karena takut..
"Baiklah...., aku... tadi hanya bercanda saja, tolong jangan di ambil hati.." ucap nya tersenyum gugup
"Awas.... aku mau lewat... "
Wulan pun mulai melangkah kan kaki nya meninggal kan wanita itu sendirian,
Tapi baru beberapa langkah dia pun kembali berhenti, karena wanita itu mulai menghadang nya lagi..
"Maaf... aku hanya ingin bertanya, sebenarnya kau mau kemana? kenapa kau menuju ke arah rumah kontrakan mu dulu..? " tanya nya penasaran
"Apa kau bodoh, tentu saja aku ingin menemui putri kecil ku.., minggir kau... "
"Wulan..., mereka sudah lama tidak tinggal di rumah itu lagi...! "
Teriak wanita itu, membuat Wulan terkejut dan langsung membalikkan badan nya..
"Apa maksud perkataan mu...? " tanya nya mulai tak tenang
"Iya...., apa kau tahu, sejak ibu mu datang memberi surat perceraian kalian, saat itu lah Ikram mengalami depresi berat, dia benar-benar terpuruk, sampai mengurung diri di rumah kontrakan itu selama seminggu, bahkan dia tidak memperdulikan anak nya, dia hanya diam meratapi nasib nya yang membuat nya merasa sangat terluka.. " jelas wanita itu
__ADS_1
"Apa.... apa... itu semua benar, kau tidak berbohong kan. " teriak Wulan mulai marah dan sedih
"Tidak Wulan..., bahkan kami Melihat sendiri saat dia menangis dan terduduk di tanah, saat itu ibu mu benar-benar memperlakukan nya sangat hina.., dia menghancurkan kehidupan Ikram dalam sesaat..., bahkan dia rela meninggal kan Ikram yang sudah hancur begitu saja.... "
"Tidak..... tidak mungkin ibu ku sejahat itu...? "
"Terserah kau mau percaya kepada ku atau tidak, dan setelah kejadian itu, aku mendengar jika Ikram mulai bangkit kembali di bantu oleh teman teman nya, bahkan bang Jack preman di kampung kita, dia juga ikut membantu Ikram, dan terakhir yang aku dengar, dia mulai membuka usaha kecil kecilan, dan saat itu lah dia memilih pindah dari tempat ini.. "
"Usaha apa yang dia buka, cepat katakan pada ku..? "
"Aku tidak tahu..., karena Ikram menutupi nya dari orang kampung! "
"Tidak, tidak mungkin aku kehilangan jejak mereka, sedangkan aku pernah bertemu mas Ikram di mall, oh.. aku harus menemui ibu Aisyah, dia pasti mengetahui sesuatu.. " ucap Wulan sendiri
Dan saat Dia akan melangkah, wanita itu pun langsung mencekal tangan Wulan..
"Ada apa lagi..., jangan menghalangi ku..? "
"Ibu Aisyah sudah lama pindah Wulan, aku dengar dia sudah pulang ke kampungnya bersama anak nya.., dan dia pergi ber barengan dengan kepergian Ikram.. "
"Apa.....!!!!!!!" teriak Wulan histeris
"Kenapa bisa seperti ini jadi nya..aku benar-benar tidak pernah memikirkan nya sampai sejauh ini...! sekarang bagaimana aku bisa menemukan keberadaan mereka...? " tanya Wulan sedih
"Sabar Wulan..., oya bukan kah kau kaya, kau pasti mempunyai banyak uang untuk mengutus orang untuk mencari mereka.. "
Dan Wulan setelah mendengar saran dari wanita itu, langsung tersenyum senang, dia tiba-tiba merogoh tas nya dan memberikan se ikat uang yang dia bawa...
"Ini untuk mu, aku tidak akan membuat mu memberi info secara geratis, karena aku tidak ingin berhutang budi kepada siapa pun,.. baik lah, aku akan pergi sekarang.."
Ucap Wulan langsung pergi meninggalkan kampung itu dengan perasaan campur aduk...
__ADS_1
"Wah.... terimakasih Wulan, akhirnya aku bisa banyak uang...., ini pasti sekitar 3 jutaan... Terima kasih Wulan sekali lagi..! "
Jerit wanita itu, yang masih bisa di dengar oleh Wulan, dia langsung menuju ke arah mobil nya, karena rasa nya dia ingin segera pulang dan meluapkan rasa marah dan sedih nya yang sudah mau pecah....