Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Sinta dan Ikram saling percaya


__ADS_3

Saat membuka pintu, terlihat jika Sinta sedang membaringkan tubuh nya di atas ranjang dengan mata yang memandang ke atas plafon kamar,


Dan Ikram yang melihat kekasih nya itu pun langsung masuk ke dalam, membuat Sinta terkejut dan langsung bangkit dari tidur nya..


"Ikram....?? " tanya Sinta


"Kenapa? bukan kah kita akan mengobrol untuk menghabiskan waktu berdua,lalu kenapa kamu malah tidur sayang? "


Tanya Ikram yang sudah duduk di samping tubuh Sinta,


"Apa kau tidak jadi pergi kerumah sakit lagi? " tanya Sinta penasaran


"Sepertinya tidak untuk malam ini, karena aku ingin menghabiskan waktu ku bersama kekasih ku"


"Benarkah Ikram?


" Tentu saja"


"terimakasih sayang"


Ucap Sinta bahagia dan langsung memeluk tubuh Ikram erat..


Setelah itu, mereka pun mulai keluar menuju ke taman samping rumah, Sinta membawa 2 botol minuman kaleng dingin dan juga makanan ringan untuk melengkapi acara mereka duduk di taman..


Kini Sinta dan Ikram sudah duduk berhadapan, kebetulan ditaman terdapat gazebo dari kayu yang sangat cantik dan unik



Ikram duduk dengan menghadap ke arah Sinta, membuat Sinta merasakan debaran jantung nya menjadi 2 kali lipat


Ditengah gelap nya malam, dengan cahaya lampu taman yang menyinari mereka, Wajah Sinta benar benar terlihat sangat cantik dan menggoda,


Tampa sadar Ikram sudah menyentuh wajah Sinta yang tampak merah merona,



"Kamu sangat cantik sayang" ucap Ikram menatap wajah Sinta dengan Intens,


"Kamu juga sangat tampan dan gagah" jawab Sinta sepontan..

__ADS_1


Dengan cepat, Ikram memeluk tubuh Sinta dengan erat, dia merasakan jika saat ini perasaan nya untuk Sinta benar benar tumbuh dengan subur,


"Apapun yang terjadi, tolong percaya dengan ku dan jangan tinggalkan aku Sinta,"


Ucap Ikram membuat Sinta terkejut dan melepaskan pelukkan Ikram


"Mengapa kamu mengatakan ini Ikram? "


"Karena aku tahu apa yang sedang kamu fikirkan sekarang, cukup sekali aku merasakan kehilangan karena ketidak pekaan ku dalam urusan perasaan wanita, dan kali ini aku tidak akan membiarkan nya terjadi lagi di hidupku, ayo kita bicara dari hati ke hati, katakan semua problem yang ada fikiran mu, dan kita akan menyelesaikan nya secara bersama-sama".


Ucap Ikram membuat Sinta langsung menenggelamkan wajah nya kedada bidang Ikram yang terasa kokoh..


"Aku sangat menyukai sifat mu ini Ikram, aku berjanji akan jujur dan tidak akan menyembunyikan apa pun dari kamu, terimakasih karena sudah memilih ku Ikram.. "


Sinta mulai menangis karena terharu dan bahagia, dia sangat mengerti dengan masa lalu Ikram yang pasti sudah men torehkan rasa trauma yang sangat dalam,


Dan kali ini, Sinta berjanji akan membuat Ikram merasa beruntung karena telah mempertahan kan nya, dan Sinta juga tidak akan menyerah begitu saja, jikalau ada seseorang seperti Wulan atau pun wanita yang lain nya, yang menginginkan milik nya


"Apa yang dikatakan oleh nya Sinta? " tanya Ikram to the point


" Dia..., dia menceritakan semua nya Ikram, alasan dia meninggal kan mu dan juga penyesalan nya karena sudah pergi dari mu, apa kamu tahu jika dia sakit Ikram..? "


Jawab Ikram membuat Sinta merasa terkejut


"Benarkah...??? pantas saja kamu tidak merasa terkejut, "


"Tidak, lalu apa lagi yang dia ucapkan Sinta? "


"Dia... dia meminta ku untuk memberikan nya peluang agar dia bisa kembali mendekati kamu lagi Ikram, saat itu dia memohon dan menangis dengan sangat pilu, jujur aku sedikit tidak tega melihat nya,"


"Kamu terlalu baik Sinta! , lalu apa jawaban mu untuk nya? "


"Aku...menjawab permintaan nya dengan alasan yang bijak, jika aku akan pergi dari kalian berdua jika kamu sendiri yang memintaku untuk pergi"


"Apa.....???? "


Tanya Ikram terkejut


"Kenapa? apa ada yang salah? "

__ADS_1


"Tentu saja salah, kenapa mengatakan hal seperti itu kepada nya, itu sama saja sudah memberikan harapan palsu untuk nya Sinta? "


"Lalu aku harus jawab apa? saat itu keadaan nya benar benar menyedihkan, aku masih punya hati Ikram, tidak mungkin aku mengatakan jika aku tidak akan melepaskan mu dan menyuruh nya untuk tidak mengganggu mu lagi, jika saja dia dalam ke adaan sehat, pasti aku akan melakukan nya tampa berfikir panjang"


"Ya...., kau benar sayang, tapi kali ini aku harus tegas dengan nya, aku tidak suka memberikan harapan palsu yang tidak bisa aku berikan, jadi apapun ke adaan nya, maka aku harus mampu untuk bisa membuat dia mengerti"


"Lalu, seandainya dia memaksa mu bagaimana?


" Aku akan menggunakan cara kedua ku"


"Apa...?? "


"Rahasia, ...!!!! yang pasti nya aku akan tetap bertangung jawab untuk kesembuhan nya, karena hanya itu kesalahan yang aku lakukan kepada nya,"


Jawab Ikram tegas.


"Sinta mungkin semua terfikir sangat mudah dan gampang, tapi apa kamu tahu,jika penghianatan yang dilakukan oleh orang yang sangat kita cintai dan percayai sepenuh hati, akan meninggalkan rasa trauma yang teramat sangat membekas dihati, lain hal nya dengan jika kita mencintai orang tersebut dengan biasa biasa saja, pasti jika orang itu berhianat rasa sakit nya pasti akan hanya sebentar saja.


"Maka dari itu, jika aku kembali kepada nya lagi, itu sangat mustahil Sinta, aku adalah seorang pria sejati, dan aku mempunyai pendirian yang kuat, apalagi mereka melakukan penghinaan terhadap ku secara terang terangan, jika saja sifat iblis ku lebih dominan saat ini, aku yakin pasti sudah dari lama aku menghabisi mereka semua, terutama mantan mertua ku yang sangat tidak tahu diri itu, "


Jelas Ikram dengan rasa sakit yang masih terlihat membekas di raut wajah nya..


"Aku percaya pada mu Ikram, dan aku yakin jika kamu akan memilih jalan yang terbaik untuk kita semua, "


Ucap Sinta menetralkan emosi Ikram, dengan sayang Sinta memeluk Ikram dan membenamkan wajah nya tepat di dada Sinta, membuat Ikram menjadi merasa tenang...


"Ayo kita bahagia bersama Ikram, aku tahu jika kamu belum bisa melupakan masa lalu mu yang sangat kelam, dan aku akan membantu mu untuk menebus kesalahan mu terhadap penyakit yang di derita oleh Wulan, kita akan membawa nya berobat keluar negeri dan membayar dokter terbaik disana.. "


Ucap Sinta memberikan semangat kepada Ikram,


"Terimakasih Sinta, kamu adalah yang terbaik dari yang baik" ucap Ikram merasa bahagia


****


Sedangkan di wilayah lain, tepat nya dirumah sakit, saat ini Wulan benar benar marah dan emosi, bagaimana bisa Ikram mengingkari janji nya untuk segera menemui nya..


Dengan semangat Ibu Ningsih kembali mempengaruhi Wulan, kebetulan pak Adam sedang pergi keluar sehingga Ibu Ningsih bisa mencuci fikiran Wulan


"Wulan... kamu sudah tahu sekarang kan, jika saat ini Ikram lah yang harus bertanggung jawab dengan kambuh nya penyakit mu ini, maka dengan terpaksa, ibu akan mendukung mu agar kau mendapatkan dia kembali, bagaimana pun dia harus bertanggung jawab Wulan.."

__ADS_1


Ucap Ibu Ningsih memulai aksi nya kembali...


__ADS_2