
Setelah meluapkan segala problem dikehidupan nya yang selama ini dia alami, Akhirnya Wulan merasa lebih baik dan kembali tenang,
Benar kata orang, jika penyesalan selalu datang belakangan, dan Wulan merasakan penyesalan itu setelah semua hilang dari kehidupan nya,
"Sekarang apa mau mu Wulan, untuk kali ini, bapak akan memperjuangkan mu nak? " tanya pak Adam membuat Wulan kembali bersemangat
"Benarkah pak? "
"Iya nak, bapak akan berjuang, walau nyawa taruhan nya, bapak rela Wulan" jawab Pak Adam yakin
Wulan yang mendengar ucapan dari bapak nya itu pun mulai tersenyum senang, akhirnya dia mempunyai tempat untuk mengadu dan berkeluh kesah
"Aku,, aku ingin bercerai dari mas Indra pak."
Ucap Wulan yakin, membuat pak Adam dan Ibu Ningsih langsung menatap ke arah wajah nya
"Nak, bapak lupa memberi tahu kan mu sesuatu hal yang sangat penting" ucap Pak Adam menyentuh wajah Wulan
"Apa pak, ayo katakan lah"
" Wulan, sebenarnya suami kamu Indra, dia sudah meninggal dunia tadi siang, dia terkena tembakan karena telah melakukan penyerangan terhadap orang yang berkuasa, dan jenazahnya sudah di makam kan tadi sore, ibu mu dan para pekerja dirumah mu yang membantu pemakaman nya, tampa ada orang lain, karena tidak ada yang mau melayat kerumah kamu Nak.. "
Jelas pak Adam membuat Wulan langsung terkejut menutup mulut nya dengan tangan, tangisan nya mulai luruh dan jatuh tak terbendung, walau bagaimana pun Indra tetap lah suami nya, dan Wulan tidak pernah menginginkan jika mereka berpisah karena maut...
__ADS_1
"Hiks.... hiks...., bapak apa benar yang bapak ucap kan ini? seperti nya semua yang mas Indra katakan untuk ku memang benar adanya, jika aku Adalah wanita pembawa sial, dulu mas Ikram, yang selalu hidup miskin karena menikah dengan ku, dan setelah kami bercerai, dia menjadi kaya dan sukses, dan sekarang pun terjadi kepada mas Indra, setelah dia menikah dengan ku, usaha nya langsung bangkrut bahkan nyawa nya sampai hilang karena aku.., " ucap Wulan mulai menyalahkan diri nya dengan frustasi
"Tidak nak, itu bukan kesalahan mu Wulan, tapi memang sudah takdir nya seperti itu nak" ucap pak Adam menenangkan Wulan
"" Aakhh...... aku benar-benar tidak berguna bapak, aku pembawa sial, pantas saja mereka membenci ku, aku menyerah pak,biarkan aku mati saja, aku tidak pantas hidup" jerit Wulan histeris
Membuat ibu Ningsih panik dan langsung berlari keluar ruangan, untuk memanggil dokter yang menangani Wulan,
****
Sedangkan diruang rawat milik ibu Aisyah, ada sepasang manusia yang sedang menikmati waktu berdua mereka,
Setelah menidurkan Cinta di ranjang milik nya, dan membantu ibu Aisyah untuk meminum obat, saat ini Ikram dan Sinta langsung menikmati makan malam yang Ikram bawa dari rumah nya,
Sungguh, Sinta memang lah gadis yang sangat cantik dan anggun, Ikram merasa seperti mimpi bisa mendapatkan wanita seperti Sinta, bukan hanya memiliki wajah yang sempurna melainkan juga memiliki kehidupan dan ekonomi yang sangat tercukupi,
Dan Ikram, akan berusaha keras, agar dirinya bisa melebihi Kemampuan Sinta saat ini, agar tidak ada satu orang pun yang berani menghina dan menyebutnya memanfaat kan kekayaan yang keluarga Sinta miliki
Tampa sadar, Ikram tersenyum saat menatap ke arah bibir merah Sinta yang sedang meminum air di gelas yang dia pegang, seperti nya hasrat seorang duda yang dia miliki mulai bekerja tidak tepat waktu,
Dan fikiran liar Ikram mulai kembali on, membayangkan kecupan bibir yang sudah beberapa minggu ini tidak sempat dia berikan kepada sang kekasih hati, dengan gusar Ikram mulai melihat ke sekeliling kamar, memastikan jika kedua wanita berbeda usia itu sudah tertidur dengan lelap..
__ADS_1
Setelah merasa aman, Ikram pun mulai menggeser duduk nya dan langsung mengapit tubuh Sinta yang masih memegang gelas ditangan nya,
Membuat Sinta terkejut dan langsung menatap ke arah wajah Ikram yang sudah sangat dekat dengan wajah milik nya...
Tampa menunggu lama, Ikram langsung mencium Bibir Sinta yang sedari tadi sudah menggoda iman, Ikram menikmati rasa manis dibibir dan di dalam rongga mulut Sinta yang masih terdapat minuman bersoda, menambah rasa gairah yang ada di diri Ikram, dan tampa sadar jika makhluk yang sudah tertidur selama satu tahun itu pun mulai bangkit dengan sendiri nya, membuat Ikram langsung terkejut dan menghentikan kegiatan nya untuk sesaat
"Ada apa sayang? " tanya Sinta dengan suara serak
"Sayang, seperti nya kau sudah membangun kan makhluk yang sudah lama tertidur" jawab Ikram menahan sesuatu
"Makhluk apa...? apa di ruangan ini ada makhluk selain kita? " Tanya Sinta heran
"Bukan..., maksud ku, makhluk yang ada di bawah," jawab Ikram sambil melirik sesuatu yang sudah mengeras di bagian celana nya
Sinta yang mengikuti arah mata Ikram pun, mulai mengerti dan langsung tersenyum menggoda,
Dan sedetik kemudian, tampa Ikram sangka dan duga, dengan cepat kini Sinta sudah berpindah duduk di atas pangkuan Ikram, membuat Ikram langsung terkejut dan menatap Sinta dengan mata yang membulat sempurna
Terdengar suara bisikan yang Sinta ucap kan tepat di telinga Ikram, membuat Ikram langsung meremang dan bergejolak..
"Aku suka dengan reaksi senjata mu, itu pertanda jika dia menyukai ku, bagaimana jika kita mencoba nya"
Berdesir hebat, darah Ikram seakan mendidih, jika dulu Wulan sangat pemalu dan lugu, tapi lain hal nya dengan Sinta, dia terlihat sangat agresif dan aktif...
__ADS_1
Tahan babang Ikram....... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣