
Sinta merasakan sesuatu yang berjalan di atas pipi mulus nya..
Dengan mengumpulkan kesadaran nya, Sinta mencoba untuk membuka mata dan melihat, siapa orang yang telah mengganggu tidur nyenyak nya itu...
Dan saat mata nya mulai terbuka samar samar, Sinta dapat melihat seseorang yang duduk tepat di samping tubuh nya
"Ikram.... " ucap Sinta mencoba duduk di ranjang
"Sutt...... jangan berisik Sinta, anak ku masih tidur dengan nyenyak"
Ucap Ikram menaruh jari telunjuk nya di bibir Sinta.. membuat Sinta langsung terkejut
"Iya..., baiklah.. " jawab Sinta gugup
"Sinta, terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan anak ku dari ibu nya, aku rasa Wulan sudah berubah, dia bukan lah Wulan yang lembut seperti dulu, dan aku tidak akan mempercayai dia begitu saja.. "
"Ikram.., apa kamu masih mempunyai perasaan kepada mantan istri mu itu? " tanya Sinta menunduk
"Tentu saja tidak Sinta..! aku sudah mengubur lama perasaan itu, yang ada sekarang hanya rasa benci dan jijik terhadap nya Sinta" jelas Ikram
"Apa itu benar Ikram...? "
"Benar Sinta! apa kamu cemburu Sinta...? " tanya Ikram menggoda
"Iya..., aku cemburu, karena aku tahu jika mantan istri mu itu sekarang sangat lah cantik seperti boneka Barbie, "
"Dia memang cantik Sinta, tapi hanya wajah nya saja, sedangkan hati nya sangat jahat seperti boneka Caki... "
"Wah...., ternyata tuan Ikram bisa mengejek juga ya..., " ucap Sinta tertawa
"Iya, ini semua berkat kamu Sinta..., kamu adalah salah satu pelangi yang sudah menerangi jalan hidup ku.., apa kamu mau menikah dengan ku Sinta... ? "
Tanya Ikram menggenggam tangan Sinta erat, sungguh Sinta terkejut setengah mati saat mendengar permintaan Ikram..
"Apa kamu sedang menge prank ku sekarang? " tanya Sinta tak yakin
"Tidak, aku serius Sinta..! kamu bisa menatap wajah dan mata ku.. "
__ADS_1
"Benar kah Ikram..., aku ... aku sangat senang mendengar ajakan mu ini Ikram, tapi... aku.. tidak mau jika menikah dengan pria yang belum mempunyai perasaan apa pun terhadap ku Ikram.. " jelas Sinta menunduk
"Sinta, coba kamu tatap mata ku sekali lagi..., mungkin selama ini aku selalu mengatakan jika aku tidak mempunyai perasaan kepada mu, tapi ternyata aku salah Sinta, rasa nyaman dan bahagia itu, adalah salah satu arti dari perasaan ku Sinta..., aku benar-benar sudah jatuh hati kepada mu sekarang.., tolong Terima aku Sinta...! " jelas Ikram serius
"Hiks.... hiks...., aku pasti menerima mu dengan senang hati Ikram...., karena ini lah yang aku impikan setiap hari nya, terimakasih karena sudah membalas perasaan ku Ikram... "
"Aku mencintaimu Sinta... "
Ikram langsung memeluk Sinta dengan sangat erat, sungguh betapa bahagia hati Sinta saat ini, akhirnya perjuangan nya telah membuah kan hasil...
Setelah memeluk Sinta, Ikram langsung melerai pelukkan nya dan memegang wajah Sinta yang sangat cantik, sungguh Sinta benar-benar sudah berhasil memporak poranda kan hati dan jiwa Ikram..
Dan saat ini, Ikram sudah mendekat kan wajah nya ke wajah Sinta, sampai bibir itu sedikit lagi bertemu, Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan Suara anak kecil dan sebuah tangan yang memukul paha Ikram...
"Ayah.....???? ""
Teriak Cinta duduk menatap mereka berdua
"Cinta..... "
"Kalian sedang apa..? kenapa Cinta tidak di ajak main peluk pelukan nya.. ? " tanya Cinta polos
"Haha..... iya, ayah lupa sayang.. " jawab Ikram salah tingkah
"Iya nanti kita main sama sama ya Cinta, oya Cinta mau gak kalau punya mama? " tanya Sinta
"Mau tante, semua teman Cinta di sekolah punya mama tante?
" Ya sudah, sekarang panggil tante mama aja mau kan, tante Sinta udah jadi mama kamu sayang.. "
"Yea.... iya Cinta mau tante.., eh mama Sinta, ayah Cinta seneng banget udah punya mama sekarang.. "
"Ayah juga senang sayang" jawab Ikram mengelus rambut Cinta
"Tapi ayah, Cinta gak mau kalau Punya Bunda, ayah Bunda jahat sama Cinta.. Bunda dateng terus tarik tarik tangan Cinta ayah, bunda juga marahi Cinta, Cinta takut sama bunda ayah..? "
Ikram yang mendengar ucapan anak nya itu pun mulai merasa sedih dan memeluk Cinta dengan erat..
__ADS_1
"Iya, ayah gak akan biarin kamu di deketi bunda lagi sayang, sekarang Cinta jangan takut ya.. "
"Iya ayah.. "
Setelah itu mereka pun mulai menghabiskan waktu dengan tertawa dan bercanda bersama..
***
Lain hal nya di rumah mewah milik Indra, saat ini Wulan sedang mengamuk dan marah, dia membanting semua barang yang ada di ruang tamu,
Dan para pelayan yang melihat tingkah majikan nya itu pun hanya diam berdiri tegak..
"Brengsek kalian semua...? sia sia pengorbanan ku selama ini, aku memilih melindungi kalian dari mas Indra, tapi begini pembalasan yang aku dapat kan..., aku tidak Terima mas Ikram..., aku tidak Terima... "
Tar... tar......
Wulan benar-benar membuat kekacauan di rumah nya sendiri, karena Indra sedang berada di luar kota, membuat Wulan berani meluapkan emosi nya dengan cara terang terangan..
Para pelayan yang menatap tingkah majikan nya itu pun merasa kasihan, karena menurut penilaian mereka, jika majikan nya itu mengalami depresi berat akibat penyakit dan juga tekanan yang di berikan oleh suami nya, belum lagi rasa bersalah nya di masa lalu, membuat dia semakin stress dan tidak bisa berfikir dengan jernih
Kini Wulan sudah meringkuk di atas lantai rumah nya, setelah puas meluap kan emosi yang dia rasakan, dan salah satu pelayan yang terbilang tua, mulai mendekati Wulan
"Nyonya..., ayo kita masuk ke dalam kamar.. " ajak pelayan tersebut
"hiks.... hiks..... mereka membenci ku bik, mereka membenci ku, aku.... aku.... tidak tahu kenapa aku jadi seperti ini, aku tidak bisa mengontrol emosi ku sendiri bik, aku bahkan tidak bisa berfikir dengan jernih, aku telah menyakiti anak ku sendiri bik... hiks... hiks.... "
Dan pelayan itu pun langsung memeluk majikan nya dan mencoba menenangkan nya..
"Sabar nyonya, seperti nya nyonya mengalami depresi berat dan nyonya harus segera berkonsultasi dengan dokter nyonya.. "
"Tidak bik, aku sudah lelah berobat, aku sudah lelah..., biarlah semua ini aku simpan sendiri bik, aku sudah siap menerima karma ku bik..., " jawab Wulan menangis
"Baiklah, ayo saya antar ke kamar nyonya.. "
Dan pelayan itu pun mulai memapah tubuh Wulan yang lemah, Wulan kini sudah mengulangi kesalahan nya kembali, dengan menutupi masalah yang menimpa diri nya, sungguh sebenarnya kejujuran adalah kunci utama dalam berumah tangga,
Tapi lagi lagi, Wulan tidak mengikuti peraturan itu... dan kini tinggal lah menunggu bom itu akan meledak membakar diri nya sendiri...
__ADS_1