
Tidak terasa pagi pun menyapa begitu cepat ,membangun kan kedua insan manusia yang masih betah berada di atas ranjang bilik rumah sakit.
Ikram yang akan beranjak dari tidur nya tampa sengaja malah menatap wajah sang istri yang terlihat sangat cantik dan menggoda.
Sungguh jika saja saat ini mereka sedang tidak berada di rumah sakit, pasti Ikram sudah menggiring istri nya tersebut untuk melakukan permainan olahraga raga pagi yang akan tayang perdana,
Saat ini Ikram masih betah menatap wajah sang istri, tanpa dia tahu jika ternyata Sinta juga telah terbangun dan menyadari tingkah suami nya tersebut,
Dengan jahil Sinta mulai membuka mata nya membuat Ikram merasa sangat terkejut...
"Sinta... kamu.... "
"Apa...,!! kenapa mas menatap ku seperti itu, apa mas sangat mengagumi kecantikan wajah istri mu yang baru bangun tidur ini? " tanya Sinta menggoda Ikram
"Iya..., tenyata walaupun baru bangun tidur, kamu terlihat sangat cantik sayang, andai saja......
Sinta langsung membekap mulut Ikram dengan sebelah tangan nya, untuk menghentikan perkataan yang akan Ikram ucapkan
" Sayang, jangan berbicara yang macam macam,tidak enak jika terdengar oleh pak Adam, ayo kita segera bersiap siap " kata Sinta mengajak Ikram
"Baik lah,"
Jawab Ikram dengan lesu langsung bangkit dari ranjang, setelah dia berdiri dengan sempurna, Ikram mulai memperhatikan ranjang milik pak Adam yang sudah terlihat kosong, sepertinya pak Adam sudak keluar dari ruangan sejak tadi...
Tampa membuang waktu, Ikram langsung memeluk tubuh Sinta dari belakang, membuat Sinta langsung menghentikan aktifitas nya yang sedang membereskan tempat tidur
"Sayang apakah kamu ingin mendapatkan pahala di pagi hari? " tanya Ikram berbisik di telinga Sinta
"Iya boleh juga, memang nya apa yang harus aku lakukan mas agar bisa mendapatkan pahala di pagi hari ? " tanya Sinta penasaran
"Membahagiakan hati suami di pagi hari, akan mendapatkan pahala yang banyak dan berlipat ganda"
"Cara nya bagaimana? "
"Berbalik lah, aku akan memberitahu caranya"
Dengan cepat Sinta langsung berbalik menatap Ikram, begitupun dengan Ikram, mereka saling memandang dengan sangat dalam..
"Ayo lakukan sekarang" perintah Ikram membuat Sinta tersenyum
__ADS_1
"Baiklah"
Dengan cepat Sinta berjinjit dan mencium bibir Ikram membuat Ikram tersenyum senang, ternyata Istri nya ini benar-benar pintar dan agresif, mereka menikmati ciuman singkat tersebut yang terasa sangat manis dan memabukkan...
"Sayang, sepertinya aku sudah tidak tahan untuk segera berbuka puasa"
Ucap Ikram setelah menyelesaikan ciuman nya, Sinta langsung tertawa mendengar ucapan suami nya tersebut,
Seperti nya kesabaran Ikram benar-benar sedang di uji saat ini..
"Sabar suamiku,...aku janji akan memberikan kamu hadiah dia malam pertama kita nanti, " ucap Sinta tertawa
"Baiklah, aku akan sabar menunggu, siapkan hadiah nya dengan baik ya, jangan lupa plus dengan servis san nya.. "
Ucap Ikram menggoda Sinta, setelah itu mereka mulai membersihkan diri secara bergantian di kamar mandi yang ada di dalam ruangan,
Berberapa jam kemudian, Sinta dan Ikram sudah keluar dari bilik tersebut, dan mereka langsung berjalan menuju ke arah ruangan ICU,
Terlihat pak Adam sedang duduk termenung sendirian, membuat Ikram langsung mengajak Sinta untuk duduk di samping pak Adam
"Bagaimana pak? apakah Wulan sudah sadar? " tanya Ikram penasaran
"Belum nak, saat ini dokter sedang berada di dalam memeriksa ke adaan nya.. " jawab pak Adam sedih
***
Sedangkan di dalam ruangan ICU, saat ini Dokter Imran sedang mengecek kembali ke adaan Wulan, tak lama kemudian terdengar suara lenguhan yang keluar dari bibir Wulan yang pucat, membuat dokter Imran langsung menatap ke arah wajah pasien
"Oh.., seperti nya kau sudah mulai siuaman" ucap Dokter Imran
Tak lama kemudian, Wulan mulai membuka mata nya pelan, dia mencoba menetralkan cahaya yang mulai masuk ke dalam penglihatan nya tersebut...
"Dimana aku...?? apakah aku sudah berada di alam bakal...? "
Tanya Wulan dengan suara yang pelan..
Membuat Dokter Ikram mengeryitkan kening nya,
"Seperti nya anda sudah sadar ya, anda saat ini sedang berada di rumah sakit, apakah anda memimpikan sesuatu? "
Tanya dokter Imran lembut, sambil menatap wajah Wulan yang masih terdapat selang oksigen di hidung nya...
__ADS_1
"Iya...., aku.... aku.. seperti bermimpi, tapi tidak tahu memimpikan apa..., tubuh ku terasa sangat sakit " Jawab Wulan dengan nada pelan..
"Iya anda sedang dalam masa penyembuhan setelah di lakukan operasi,Suster tolong ambil kan minum untuk pasien ini" perintah dokter Imran
Dengan cepat suster tersebut mengambil segelas air minum dan langsung meminum kan nya ke mulut Wulan..
"Bagaimana sekarang, apakah anda sudah merasa lebih baik? "
Tanya dokter Imran sambil memeriksa kembali kesehatan Wulan, dengan lemah Wulan sedikit menganggukkan Kepala
"Baiklah, jika begitu saya akan segera memanggil orang tua anda"
Ucap dokter Imran mulai membenahi peralatan nya dan mulai berbalik badan
"Tunggu dokter... " panggil Wulan menghentikan langkah dokter tersebut..
"Iya, apa anda membutuhkan sesuatu? " tanya Dokter Imran membalikkan kembali badan nya menatap sang pasien
"Dokter, kenapa saya masih bisa selamat.., bukan kah saya sudah meminum racun yang sangat mematikan..? kenapa saya hidup kembali dokter, kenapa saya tidak mati juga..., hiks... hiks..., saya mohon bunuh saya sekarang dokter, saya sudah tidak sanggup menanggung hidup dan merasakan penyakit ini lagi, saya mohon" ucap Wulan menangis di atas ranjang nya..
Dokter Imran merasa sangat terkejut atas apa yang barusan dia dengar dari mulut sang pasien, bukan kah seharusnya dia merasa bahagia karena bisa selamat dari masa kritis nya, mengapa ini malah sebalik nya..? tanya dokter Imran di dalam hati
"Maaf...., saya tidak bisa melakukan hal yang anda minta, bukan kah anda tidak sengaja meminum racun tersebut? "
"Aku.... aku sengaja meminum nya dokter, karena aku merasa jika kematian lebih baik dari pada kehidupan ku yang sudah hancur berantakan..., aku... benar benar sudah tidak sanggup menahan rasa sakit di tubuh ku saat ini, penyakit ini benar benar menyiksa ku dokter"
"Baiklah, seperti nya memang benar jika anda mengalami depresi berat, begini..., tolong percaya kepada saya, saya akan membantu Anda untuk sembuh dari penyakit mematikan itu, saya berjanji, bukan kah anda memiliki seorang ayah yang sudah sangat tua.., saya harap anda dapat memikirkan nya juga.. " ucap Dokter Imran memberi semangat..
"Apakah saya bisa mempercayai anda dokter? iya itulah yang menjadi semangat saya selama ini"
"Tentu, mari kita coba pengobatan nya, yang terpenting anda harus tetap optimis dan percaya..., apa anda siap..? " tanya Dokter Imran yang telah duduk di bangku samping ranjang...
"Aku... aku tidak tahu..dokter.. " jawab Wulan meredupkan mata nya
"Dengar, yakin lah jika tidak ada penyakit di dunia ini yang tidak bisa di sembuh kan, karena sebenarnya obat paling mujarab untuk sebuah penyakit adalah dari diri kita sendiri, jika anda ingin sembuh, maka anda harus yakin dan semangat, juga optimis, saya yakin, pasti anda akan sembuh bersamaan dengan usaha yang anda lakukan, mari kita coba, saya akan berusaha menyembuhkan anda nona... " ucap Dokter Imran meyakin kan Wulan..
Wulan yang mendengar ucapan dari sang dokter pun mulai mengangkat wajah nya menatap ke wajah dokter tampan tersebut...
"Baiklah, mulai sekarang aku akan mendengarkan semua saran dari dokter.. "
Jawab Wulan mencoba tersenyum....
__ADS_1
"Good... "