
Pllaakkk..............
Terdengar suara tamparan yang sangat nyaring di ruangan yang luas dan mewah..,
Membuat semua orang yang ada di situ melihat dan mendengar nya merasa linu dan nyeri,
wanita dengan rambut yang di sanggul kini sudah jatuh ke lantai dengan ke adaan rambut yang terbuka dari ikatan nya dan tampak lah rambut panjang ber cat hitam pirang mulai berantakan tak berbentuk menutupi wajah cantik nya yang memerah
Tak sampai di situ, setelah wanita itu terjerambah ke lantai, pria paruh baya dengan tega langsung mendatangi nya dan mencengkram rahang nya dengan sangat kuat...
Membuat sang wanita yang sudah mengeluarkan darah di sudut bibir nya mulai mengeluh kesakitan...
"Lepaskan aku Cipto....kau sudah sangat menyakiti ku...! teriak nya
" Ini pantas untuk mu ****** bodoh.. kau benar benar tidak berguna, bertugas membunuh orang saja kau tidak bisa, sungguh rugi aku memelihara mu ****** sialan...."
Teriak pria yang bernama Cipto kusumo dengan wajah marah, emosi...
Pllaakkk............
Lagi lagi, dia menampar wanita itu dengan sangat kencang, membuat wanita yang di sebut ****** mulai terjatuh dan bersimpuh di atas lantai...
"Puas kau sudah menyiksa aku begini... hanya gara gara keponakan sialan mu itu, kau tega memukul ku wanita yang selalu memenuhi hasrat mu di atas ranjang hah....... " teriak wanita yang bernama Agnes
"Cuih........... apa kau kira kau sangat berharga untuk ku.. kau itu hanyalah seorang ******, yang tidak berguna...coba kau bayangkan, jika saja anak buah ku tidak bisa merebut mu dari mereka penolong Sinta, aku yakin pasti kau akan lebih memilih membongkar semua rahasia kita dari pada mati di siksa oleh mereka.."
"Tidak... kau salah Cipto... aku sangat setia kepada mu..bahkan saat mereka mengancam ku, aku tetep tidak mau membuka mulut.. " ucap Agnes memelas
"Omong kosong kau wanita sialan... aku sudah muak dengan kebodohan mu itu., bahkan membunuh satu wanita saja kau tidak becus.. "
"Tidak..., aku sudah melakukan nya dengan sangat baik, bahkan aku sudah merusak CCTV yang ada di dalam pantry..." teriak Agnes
"Lalu kenapa kau masih bisa ketahuan oleh mereka..? "
"Aku juga tidak tahu..., aku rasa mereka menaruh kamera tersembunyi di dalam pantry kantor..."
"Banyak omong kau ******..., aku sudah sangat muak dengan kebodohan mu itu... "
Teriak Cipto sambil menarik senjata di balik badan nya dan menodong kan nya tepat ke jantung Agnes... membuat Agnes terkejut setengah mati...
__ADS_1
"Cipto.... apa yang kau lakukan, kenapa kau menodong kan senjata mu ke arah ku.." teriak Agnes marah..
"Apa kau lupa dengan semua yang...........
Dooorrrr.....................
Terdengar suara tembakan yang memecahkan keheningan di ruangan itu...
Tepat di jantung nya, Cipto menembak ****** nya dengan tega, membuat wanita itu langsung rubuh jatuh ke lantai dengan mata yang terbelalak.....
"Kalian lihat kan... bahkan aku tega membunuh wanita yang menjadi teman tidur ku..aku tidak memilih dalam membunuh.. jadi jika di antara kalian ketahuan ada yang berkhianat..maka aku akan melakukan nya lebih dari ini.., apa kalian semua mengerti... "' teriak nya di depan para anggota suruhan
" Kami mengerti tuan..dan kami akan tetap setia kepada Anda.. "
Jawab Para anggota suruhan dengan kompak..
"Bagus..., sekarang kalian bubar lah... dan cepat selesai kan misi kalian... bunuh ketiga kelinci itu dan bawa ke hadapan ku.. "
"Baik... kami akan laksanakan tuan... "
Setelah itu, para anggota geng suruhan pun mulai keluar dari markas, mereka mengenakan penutup wajah....
Dengan lihai nya, dia mengikuti para anggota pembunuh bayaran yang akan keluar dari markas untuk menangkap kelinci incaran..
"Kemana tujuan kita sekarang..?? tanya pria tersebut
" ke rumah Baskara.. aku yakin saat ini pasti kelinci itu sudah pulang ke kandang nya.. dan dia pasti sangat syok saat melihat kandang nya telah hancur tak berbentuk.." jawab anggota pembunuh
"Kau benar.., dasar bodoh, mereka kira mereka lebih pintar dari kita... "
"Haha........ kita adalah kelompok pembunuh terkenal dan licik.., pasti lah penyelamat kelinci akan kalah dari kita, apa kau tahu siapa yang sudah menyelamatkan incaran kita.. "
"Aku juga tidak tahu.., karena mereka memakai penutup wajah sama seperti kita... " jawab pria tersebut dengan tersenyum..
Dengan jumlah 12 orang, terdiri dari 2 mobil, mereka mulai menyusuri jalan raya menuju ke kediaman Baskara...
******
Sedangkan di kediaman Baskara, saat ini Ikram dan anak buah nya sedang membuat rencana untuk menjebak mereka...
__ADS_1
Dengan memancing kelinci agar para penangkap datang dan mengejar kelinci ke dalam rumah, dan saat itu lah, para penyerang akan menghabisi para penangkap kelinci dan menggantikan posisi mereka...
Awal nya Ikram melarang Sinta untuk mengikuti misi penangkapan ini, karena sangat akan berbahaya untuk Sinta sendiri, tapi Sinta tetap bersikeras jika dia akan berhasil membantu Ikram jika dia sendiri berani untuk bertaruh nyawa...
"Apa kau siap Sinta...??" tanya Ikram serius
"Aku siap Ikram... saat nya kita akhiri kejahatan paman ku.. " jawab Sinta yakin
"Baiklah..., Mark.... apa mereka sudah mendekat ke arah rumah Baskara..? "
" Iya bos..., mereka sudah mau sampai bos... "
"Baiklah, ayo kita ambil posisi masing masing..., Sinta kau tetap lah di posisi mu... jika mereka mengejar kau langsung berlari ke arah bawah yang mempunyai banyak ruangan... "
"Aku mengerti Ikram... " Jawab Sinta yakin...
Rumah Baskara memang lah sangat besar dan mempunyai banyak ruangan, jadi memudahkan mereka untuk bersembunyi di setiap sudut ruangan...
Saat ini Sinta sudah duduk di ruang tamu, dengan ke adaaan yang acak acakan.., pintu sudah tertutup dengan rapat dengan situasi masih seperti semula saat penyerangan terjadi, mobil anak buah Ikram pun sudah di ungsikan di tempat tersembunyi....
Membuat rumah itu semakin sunyi dan mencekam.., karena waktu sudah berubah berganti malam...
Dengan di temani lampu yang terang benderang, Sinta masih betah duduk di ruangan tamu tersebut, tidak ada rasa takut sedikit pun dari hati nya, hanya ada rasa marah dan dendam untuk menangkap basah paman nya yang sangat jahat....
Tak lama kemudian, terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah mewah nya, di susul dengan suara orang turun dari mobil dan mulai berlari naik ke arah teras rumah...
Sinta mencoba menarik nafas dan menenangkan jantung nya yang sudah berdetak sangat kencang... dan semenit kemudian....
Dugh.......... dugh...... dugh........
Pintu yang di kunci itu mulai di dobrak secara paksa dari luar rumah, dan tak lama terbuka lah pintu itu dengan sangat kencang,
Ckeleekkkk.......... dugh.............
Sinta sangat terkejut saat pintu itu terbuka lebar, dan dia melihat ke arah depan.., telah berjejer rapi orang-orang yang membawa senjata lengkap, menatap ke arah nya dengan suara tertawa yang menggema....
"Hahaha....... akhirnya kami bisa menemukan mu Kelinci kecil...
Deggghh.......
__ADS_1