Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Kejadian di rumah baru


__ADS_3

Tidak terasa dua minggu sudah berlalu begitu cepat, saat ini Sinta sedang melakukan rutinitas nya menjadi ibu rumah tangga yang utuh,


Dengan cekatan dia memasak di dapur guna membuat sarapan pagi untuk suami dan juga putri nya yang cantik,


Sinta membuat masakan yang di request oleh suami nya tadi malam, sambal balado telur bulat, dan juga sayur sop yang memakai cincangan daging yang sangat menggugah selera..


Setelah satu jam berkutat di dapur, akhirnya makanan yang Sinta buat pun sudah tersaji. dengan menggoda di meja makan,


Sinta mulai menatap makanan yang dia buat sendiri oleh tangan nya tersebut, sungguh tidak pernah terbayang kan, jika dia wanita yang penuh dengan prestasi di dunia bisnis ternyata bisa berhenti dan lebih memilih menjadi seorang ibu rumah tangga, Sinta merasa bangga dan bahagia dengan pilihan yang dia buat sekarang..


Saat ini, rumah berlantai 2 itu, akan menjadi saksi bisu perjalanan kehidupan rumah tangga mereka, tepat nya sejak 2 minggu yang lalu, saat pertama kali mereka menginjakkan kaki di rumah mewah tersebut, rumah yang bergaya minimalis modern, dan terlihat indah dengan desain yang Ikram ciptakan sendiri, sebagai hadiah untuk sang istri tercinta,


Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Sinta dan menuju kerumah sederhana nya untuk mengunjungi ibu Aisyah dan juga Winda, mereka pun memutuskan untuk segera pindah ke rumah tersebut, karena kehidupan mandiri akan lebih terasa indah dan menyenangkan..


"Sayang...... "


Ucap seseorang yang sudah memeluk tubuh Sinta dari belakang,


Saat ini Ikram sudah siap dengan stelan kantor milik nya,dan saat Sinta menoleh ke arah samping, dia pun mencium wangi parfum yang mulai menyeruak ke lubang hidung nya tersebut, Tiba-tiba Sinta merasakan perasaan yang sangat aneh, dan detik kemudian....


"Huek......, huek....., mas... kamu kok bau banget sih, aku gak sukak sama bau parfum kamu mas" ucap Sinta kesal langsung berlari ke arah kamar mandi yang ada di dapur


Ikram yang merasa heran dengan tingkah istri nya tersebut pun hanya bisa diam dan tak lama kemudian dia langsung menyusul Sang Istri yang sudah memuntahkan isi perut nya di dalam wastafel kamar mandi


"Sayang...., kamu beneran muntah..? apa kamu masuk angin? " tanya Ikram panik


Sinta yang melihat Ikram mendekat pun langsung menutup hidungnya dengan rapat..


"Ganti baju mas..., kalau enggak jangan deketi aku" teriak Sinta dengan suara tertutup tangan


"Okey, mas akan ganti baju, ya sudah kamu istirahat ya sayang, tunggu mas"


Ucap Ikram langsung berlari dengan cepat menuju ke lantai atas..


Setelah melihat kepergian Ikram, Sinta pun langsung berjalan pelan ke arah meja makan,


Tiba-tiba dia merasa kan jika tubuh nya menjadi sangat lemas, Cinta yang melihat mama nya berjalan dengan sempoyongan pun langsung berlari memegang pinggang Sinta

__ADS_1


"Mama...., mama kenapa ma? " tanya Cinta panik


"Mama gak kenapa kenapa kok sayang, cuma sedikit lemes aja" jawab Sinta sambil terus berjalan ke arah kursi makan


"Cinta bantu ya mama" ucap Cinta


Sinta langsung menganggukkan kepala nya, setelah duduk di atas bangku, dengan cepat Cinta memberikan Sinta minum yang ada di dalam gelas,


"Minum ma, biar mama bisa kuat lagi" ucap Cinta polos


"Iya sayang, "


Jawab Sinta sambil meminum air putih tersebut, tak lama kemudian, datang lah Ikram yang sudah berganti stelan kerja,


Ikram yang merasa panik pun langsung duduk di samping kursi Sinta dan mengecek ke kening Sinta yang sudah mengeluarkan keringat dingin


"Sayang, sepertinya kamu sakit, ayo kita kerumah sakit sekarang sayang" ajak Ikram panik


"Enggak usah mas, aku gak sakit kok cuma mual aja, mungkin aku masuk angin mas" Jawab Sinta menenangkan Ikram


"Iya... tapi tidak ada salahnya jika kita periksa sayang"


"Iya, tapi kesehatan kamu lebih penting dari apa pun Sinta... "


"Terimakasih karena sudah menghawatirkan aku mas Ikram, ya sudah agar semua nya terselesaikan bagaimana jika aku menelfon dokter Arum saja untuk datang kerumah, sedangkan mas Ikram bisa lanjut pergi ke kantor sambil mengantar Cinta ke sekolah"


"Tapi sayang..... .....


" Mas..., aku janji akan memvideokan saat dokter Arum memeriksa ku, agar kamu tidak khawatir lagi, bagaimana...? " tanya Sinta meyakinkan


"Baiklah, tapi jika ada apa-apa tolong segera hubungi mas ya"


"Siap bos, ya sudah ayo makan, aku sudah memasak makanan yang mas request tadi malam" ajak Sinta semangat


"Wah..., kamu benar benar hebat sayang, selalu bisa memberikan kebahagiaan untuk ku" puji Ikram


'Iya dong, kan aku spesial mas, Cinta kamu makan yang banyak ya nak, mama tahu kamu juga pasti kangen kan sama makanan ini sayang? "

__ADS_1


"okey mama"


Dan mereka pun mulai menyantap hidangan yang di masak oleh Sinta dengan sangat lahap..


****


Beberapa jam kemudian, kini Ikram sudah berada di kantor milik nya,


Dengan cepat Tio langsung masuk keruang kerja milik Ikram untuk memberi tahu suatu kejanggalan yang telah dia curigai selama satu minggu ini


"Ada apa Tio? kenapa kau terlihat sangat khawatir? " tanya Ikram penasaran


"bos..., maaf jika aku sudah lalai dalam menjaga amanah mu bos" jawab Tio menunduk


"Apa maksud mu Tio, ayo. katakan lah dengan jelas"


"Bos...., desain yang kau berikan kepada ku tempo hari, telah hilang bos, aku... aku telah gagal menjaga nya, seperti nya ada yang mencuri nya bos" jelas Tio merasa bersalah


Ikram yang mendengar perkataan dari asisten nya tersebut pun langsung tersenyum miring...


Membuat Tio merasa bingung dengan sikap Ikram tersebut, bukan kah seharusnya dia marah karena telah gagal menjaga desain yang akan dia berikan kepada kline dari Singapura yang akan datang 2 hari lagi..


"Bos...., kenapa kau malah tersenyum? "


" Karena aku sudah tahu siapa yang telah mencuri nya Tio"


"Apa.......!! lalu kenapa bos membiarkan nya begitu saja, bukan kah ini adalah kerugian besar bos, bagaimana jika pencuri itu menjual desain yang bos buat kepada perusahaan lain, aku yakin bos akan mengecewakan kline dari Singapura tersebut bos" jelas Tio panik


"Tenang lah Tio, apa kau kira aku sebodoh itu"


"Lalu.....


" Bukan kah aku sudah pernah mengatakan kepada mu, jika aku sudah mencurigai Kenzo sejak awal dia mengajukan kerja sama kepada perusahaan ku,"


"Iya, aku ingat kau pernah mengatakan itu Ikram, lalu bagaimana dengan desain nya? "


"Tio, sekarang ayo kita adakan rapat sekarang juga, kau akan menemukan jawaban nya saat rapat kita mulai" ucap ikram tegas

__ADS_1


"Baik bos... " Jawab Tio langsung mengikuti langkah kaki Ikram keluar menuju ke ruang rapat....


__ADS_2