
Pagi pun menyapa begitu cepat, membuat semua orang mulai kembali melakukan aktivitas masing-masing.
Seperti hal nya di rumah milik Bagas Baskara, saat ini keluarga besar itu sedang melakukan sarapan pagi bersama putri, menantu dan juga cucu kesayangan mereka,..
Pak Baskara merasa sangat bahagia, atas apa yang terjadi saat ini, akhirnya doa nya yang dia panjatkan setiap hari dapat terkabul juga,
Sinta, putri satu satu nya yang dia miliki bisa mendapatkan pendamping hidup yang sangat baik dan tulus, tidak memandang harta dan juga tahta.
Bahkan, Ikram dengan berani meminta izin kepada sang mertua nya tersebut, jika dia ingin Sinta bisa berhenti bekerja agar lebih fokus kepada keluarga kecil nya, papa Baskara awal nya merasa keberatan dengan permintaan menantu nya tersebut,
Tapi setelah dia menimbang dan mendengarkan penjelasan dari putri nya sendiri, akhirnya pak Baskara mengizinkan jika Sinta akan keluar dari perusahaan,
Dan saat ini, pak Baskara kembali memegang perusahaan Baskara Grup, dengan di bantu oleh sang menantu dan juga asisten kepercayaan Sinta..
"Ikram, bagaimana dengan perusahaan mu saat ini? apakah kamu memiliki kesusahan dalam menyelesaikan setiap proyek? " tanya papa Bagas setelah menyelesaikan acara sarapan mereka..
Dengan tegas, Ikram langsung menatap wajah papa mertua nya tersebut..
"Alhamdulillah, semua masih aman terkendali pa, aku sangat bersyukur karena aku mempunyai teman yang sangat setia dan mau bekerja keras untuk perusahaan," jawab Ikram
"Kau benar Ikram, setiap usaha yang memiliki orang orang yang bisa di percaya, pasti akan cepat berjaya dan sukses"
"Pa... aku ingin mengucapkan kata pamit dengan papa, karena mulai sore nanti aku akan membawa istri dan juga putri ku kembali pulang kerumah kami pa"
Ucap Ikram mengejutkan kedua orang tua Sinta..
"Tapi nak....., kenapa kalian tidak tinggal di sini saja, agar mama mempunyai teman dirumah" ucap mama Iren memelas
"Ma, terimakasih untuk tawaran nya, bukan nya kami tidak mau,tapi sudah seharusnya jika aku yang bertanggung jawab dengan semua kehidupan dari istri dan anak ku, kebetulan rumah yang sudah saya bangun sudah siap untuk ditempati, jadi kami memutuskan agar segera pindah ma, pa" jelas Ikram
Sinta yang mendengar ucapan dari suami nya itu pun langsung tersenyum senang menatap ke arah Ikram,
Sinta tidak pernah menyangka, jika ternyata tampa dia tahu, suami nya itu sudah mempersiap kam tempat tinggal untuk mereka pribadi.....
setelah selesai melakukan sarapan pagi, akhirnya Ikram dan yang lain nya mulai bangkit untuk melaksanakan kegiatannya masing-masing..
Papa Bagas dan mama Iren sudah pergi duluan untuk segera ke kantor mereka, tinggallah Ikram, Cinta dan Sinta yang masih berada di depan teras rumah mewah tersebut.
"Aku dan Cinta pergi sekarang ya sayang " ucap Ikram memeluk Sinta
__ADS_1
Dengan manja, Sinta langsung membalas pelukkan tubuh Ikram dengan erat,
"Iya, hati hati ya mas, aku menunggu mu dirumah, "
"Pasti sayang,"
"Cinta di sekolah jangan nakal ya, nanti mama yang akan menjemput kamu ke sekolah" ucap Sinta yang sudah berjongkok di depan Cinta
Dengan tersenyum senang, Cinta langsung memeluk tubuh mama baru nya tersebut
"Makasih mama, Cinta makin sayang deh sama mama" ucap Cinta
Setelah puas berpelukan, Cinta mulai melerai dan menatap wajah Sinta dengan lama..
"Mama Sinta, apakah bunda Wulan tidak ada menghubungi mama? " tanya Cinta sedih
"Tentu saja ada sayang, tapi kebetulan bunda Wulan sedang sedikit sibuk sayang, apa Cinta merindukan nya? " tanya Sinta
"Iya Mama" jawab Cinta menunduk
Sinta yang melihat tingkah putri nya tersebut pun langsung mengangkat dagu Cinta agar bisa menatap nya..
"Benarkah ma..? "
"Iya sayang, sekarang Cinta pergi sekolah dulu ya. sayang, biar makin pinter anak mama"
"Okey ma, ayo pa kita pergi" ajak Cinta semangat
"Aku pergi sayang, tunggu aku dirumah" ucap Ikram tersenyum..
Dan mereka pun mulai mengendarai mobil menuju ke sekolah milik Cinta...
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya Ikram sudah tiba di depan sekolah yang kini sudah menjadi milik Ikram
Cinta segera turun di bantu oleh sang ayah, dan dia langsung mencium tangan Ikram dan berlari masuk ke perkarangan sekolah
"Dada ayah... " teriak Cinta saat sudah tiba di depan gedung sekolah tersebut
Ikram langsung membalas lambaian tangan putri kecil nya tersebut, setelah memastikan dia masuk ke dalam kelas, baru lah Ikram segera naik ke dalam mobil nya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kantor milik nya..
__ADS_1
Beberapa jam mengendara, akhirnya Ikram telah tiba di perusahaan "Desain interior Dragon" nama yang dia buat dalam ke adaan mendesak itu, kini benar-benar menjadi jaya dan maju...
Sungguh tidak terbayang kan Oleh Ikram, jika dia akan berhasil saat ini, dan menjadi arsitektur paling di cari oleh kalangan kelas atas..
"Pagi Direktur utama...... "
Hormat para karyawan dan juga direksi perut yang menyambut kedatangan Ikram..
"Pagi juga semua nya.. " jawab ikram tersenyum
Terlihat di pojokkan paling depan, sudah ada kedua sahabat nya yang ikut menyambut kedatangan Ikram..
"Asisten Tio dan manajer Anton, kalian berdua bisa ikut saya ke ruangan, dan untuk yang lain nya, bisa bubar dan kembali ke tempat masing-masing,ingat satu jam lagi rapat akan segera kita mulai"
Ucap Ikram memberikan pemberitahuan kepada para pekerja
"Baik Direktur, kami permisi" jawab mereka kompak dan langsung pergi membubarkan diri..
Setelah para karyawan pergi, Ikram langsung mengajak kedua sahabat nya untuk ikut dengan nya..
"Ayo berkumpul di ruangan ku, kalian harus segera melaporkan apa saja yang terjadi saat aku pergi" ucap Ikram tersenyum
"Baik bos" jawab mereka kompak..
Saat ini mereka bertiga sudah duduk di kursi tamu yang ada di ruang kerja milik Ikram, dengan teliti Ikram mendengar kan dan memeriksa semua berkas yang sudah dia lewati dalam beberapa minggu ini..
"Ikram, apa kau mengenal Kenzo, pemilik perusahaan " Megathica Architects ? "
Tanya Tio menatap Ikram
"Iya, aku mengenal nya Tio, kalau tidak salah, aku pernah bertemu dengan nya dulu, saat aku pertama kali bersaing memperebutkan tander yang perusahaan Baskara adakan dan kebetulan aku kalah saat itu, karena pemenangnya jatuh kepada perusahaan milik Kenzo, memang nya ada apa dengan nya Tio? " tanya Ikram penasaran
"Dia menghubungi sekretaris kita di perusahaan, dan dia ingin mengajukan kerja sama, jika kau mau dia ingin bertemu dengan mu secara pribadi"
Jelas Tio, membuat Ikram sedikit terkejut, bukan kah kemampuan kebzo dan kemampuan perusahaan nya sama hebat nya dengan perusahaan yang Ikram miliki, bahkan dia lebih menonjol dari pada Ikram, fikir Ikram
"Baiklah, aku akan menerima penawaran nya untuk bertemu secara pribadi, aku juga sudah sangat lama tidak bertemu lagi dengan nya"
"Ya sudah, nanti aku hubungi sekretaris nya segera" jawab Tio
__ADS_1