Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Buah dari hasil kesabaran Ikram


__ADS_3

" Pembunuh.....!!!!! laki laki pembawa sial, aku sangat membenci mu Ikram sialan" teriak ibu Ningsih yang tampa sengaja melihat ke arah Ikram sedang berjalan di lorong rumah sakit


Ikram yang mendengar nama nya di caci maki pun langsung membalikkan tubuh nya dan menatap ke arah orang tersebut


Dan ternyata mantan mertua nya lah yang telah meneriaki nya, Ikram langsung tersenyum mengejek dan membuang muka


"cih....., ternyata kau masih mengenal ku ya mantan ibu mertua" ucap Ikram menatap malas ibu Ningsih


"Dasar keparat, kenapa kau selalu mengganggu kehidupan putri ku hah? kau lihat sekarang, putri ku menjadi sakit karena ulah mu, dan aku yakin pasti kau juga yang sudah membunuh Indra, iya kan...? dasar pembunuh kau Ikram.... !!! " teriak ibu Ningsih marah


Untung saja waktu sudah hampir petang, membuat keadaan lorong rumah sakit terlihat sangat sunyi dan tidak ada orang yang berlalu lalang


Ikram tertawa kecil saat mendengar tuduhan dari mantan mertua nya tersebut, seperti nya wanita yang bernama Ningsih itu masih saja tetap membenci diri nya..


"Kenapa kau menuduh ku mantan ibu mertua? oh seperti nya kau ketinggalan informasi ya? baiklah aku dengan senang hati akan memberitahu mu sesuatu ibu Ningsih, sebenarnya menantu kesayangan mu itu adalah seorang buronan polisi, dia adalah salah satu gembong narkoba terbesar di indonesia yang melakukan bisnis nya dengan bekerja sama dengan gembong narkoba dari Amerika, dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata , menantu kesayangan mu adalah seorang pembunuh berantai, dia telah menghabisi keluarga nya sendiri demi ingin menguasai harta milik orang tua nya, waw... sangat mengejutkan bukan si Indra itu, " ucap Ikram tertawa


"Tidak.......!!! kau pasti bohong, mana mungkin menantu ku itu seorang penjual narkoba dan pembunuh, dia adalah pengusaha sukses yang kesuksesan nya melebihi kau manusia hina! " teriak ibu Ningsih tak Terima


Ikram yang mendengar cacian dari mantan ibu mertua nya itu pun langsung naik pitam, dia sudah berjanji jika tidak akan membiarkan siapa pun bernani menghina diri nya seperti dulu


Dengan cepat Ikram langsung mencekik leher ibu Ningsih, membuat Ibu Ningsih tidak bisa berbicara dan merasa sesak...


"aapa...... yang kau lakukan? " ucap ibu Ningsih terbata bata


"Jangan membangun kan singa yang lagi tidur Ningsih sialan" teriak Ikram marah

__ADS_1


"Berani sekali kau mengatai aku manusia hina hah, apa kau tahu apa arti dari hina, kau lah yang pantas menyandang status itu Ningsih, aku berjanji jika kau berani mencaci maki ku lagi, aku tidak segan segan membunuh mu Ningsih, lihat lah apa yang bisa aku lakukan untuk mu dan putri mu itu, saat ini Indra sudah mati, dan aku akan melaporkan semua bukti kejahatan nya kepada polisi, agar mereka menyita semua harta milik Indra yang tersisa, dan kau akan merasakan hidup seperti yang aku rasakan dulu, aku benar-benar membenci mu Ningsih! "


Teriak Ikram langsung melepaskan cekikan nya di leher ibu Ningsih..


Sedangkan Ningsih langsung berjongkok dan terbatuk batuk, sungguh dia tidak menyangka jika akan mendapatkan perlakuan kasar dari mantan menantu nya tersebut..


"Aku peringatkan sekali lagi kepada mu Ningsih, jangan pernah mengganggu aku dan keluarga ku apa lagi sampai kau menghina ku, karena aku tidak segan segan untuk menghabisi mu"


Ucap Ikram langsung pergi meninggalkan ibu Ningsih yang masih berjongkok karena kekurangan nafas...


***


Saat tiba di depan ruang perawatan Ibu Aisyah yang dijaga ketat oleh anak buah nya, Ikram segera memerintahkan anak buah nya itu untuk beristirahat, dan dia langsung masuk ke dalam menemui keluarga nya..


Begitu masuk dan menutup pintu, tak disangka ada seseorang yang langsung memeluk tubuh Ikram dari belakang, Sinta memeluk nya sangat erat sambil menangis saat menatap kedatangan pria yang sangat dia khawatir kan tersebut...


"Kamu membuat ku hampir gila Ikram..? " aku... aku benar-benar takut jika terjadi sesuatu kepada mu" ucap Sinta menangis


Dengan cepat Ikram memutar tubuh nya dan menatap wajah cantik Sinta yang saat ini sedang bersedih



"Aku sangat merindukanmu! " ucap Ikram memeluk Sinta


"Aku juga"

__ADS_1


Mereka saling berpelukkan dengan erat, melupakan dua orang yang sedang menatap mereka dengan tersenyum...


"Ayah, Cinta juga mau di peluk ayah"


Ucap Cinta mengejutkan Ikram dan Sinta, dengan cepat mereka melepas kan pelukkan dan berjalan menuju keranjang rawat milik Cinta,


"Sayang...., maaf jika ayah sudah membahayakan mu sayang? "ucap Ikram memeluk Cinta


" Iya ayah, Cinta seneng ayah ada disini, oya mama Sinta belikan Cinta boneka yang cantik ayah, lihat ini yah" ucap Cinta memamerkan boneka benybear yang lumayan besar...


"Wah mama Sinta sangat baik ya sayang" ucap Ikram menatap Sinta sambil tersenyum


"Iya ayah, cinta sayang banget sama mama Sinta" ucap Cinta memeluk Sinta


"Kalau sama nenek sayang juga apa tidak"


tanya ibu Aisyah yang tiba tiba menimpali, Ikram langsung berbalik menuju ke arah ranjang ibu Aisyah, dengan cepat dia mencium tangan ibu Aisyah dan meminta maaf


"Maaf karena Ikram belum bisa menjaga ibu"


"Tidak nak, kamu sudah melakukan tugas kamu dengan baik, ibu bahagia melihat kalian nak Ikram, segera lah nikahi Sinta Ikram, agar Cinta mempunyai ibu kembali"


"Baik buk, aku pasti akan secepatnya menikahi Sinta" ucap Ikram yakin


Sinta yang mendengar pernyataan dari Ikram pun, tersenyum dengan senang, akhirnya masa penantian nya selama satu tahun ini tidak lah sia sia,

__ADS_1


"Yea.... Cinta punya mama beneran" ucap Cinta tertawa senang......


__ADS_2