
"Saya sudah menjalankan perintah yang nona berikan, dan hasil nya besok akan ada di meja kerja nyonya " jawab Haris hormat
"Terimakasih Haris..., kau memang asisten ku yang gerak cepat" jawab Sinta tersenyum
"Itu sudah tugas saya nona muda "
"Ya... kau benar, oya, apa papa ku sudah mengabari kapan dia pulang ke Indonesia? " tanya Sinta
"Mungkin Lusa tuan besar sudah tiba di indonesia nona, saat ini tuan besar sedang merasa risau, karena terus di ganggu oleh peneror itu, bahkan kita sudah memerintah kan pengawal untuk mencari siapa dalang dari konspirasi ini, tapi tetap mereka tidak bisa membongkar nya nona.. "
"Iya..., aku juga heran, bukan kah yang menjadi pengawal papa itu orang orang pilihan yang sudah di uji ke ahlian nya, seperti nya aku harus mencari bodyguard baru untuk menjaga papa dan membongkar rencana orang yang ingin menghabisi papa ku.. " ucap Sinta serius
"Haris...., entah mengapa aku sangat penasaran dengan kehidupan Ikram, aku merasa dia mempunyai potensi yang bisa kita manfaat kan, lihat lah tampang nya yang seram itu, sangat cocok jika di jadikan orang kepercayaan untuk keluarga ku "
"Apa anda menyukai nya nona muda...? " tanya Haris tersenyum
"Apa maksud mu Haris...mana mungkin aku menyukai pria seperti dia... wajah nya sangat sangar dan seram, aku hanya penasaran saja dengan nya... " jawab Sinta salah tingkah
"Baiklah nona, aku akan mempercepat penyelidikan" jawab Haris tersenyum
"Jangan tersenyum mengejek ku Haris... apa kau mau aku menurunkan jabatan mu..." Teriak Sinta kesal
"Maaf nona muda.." hormat Haris
__ADS_1
"Ayo kita keluar, aku masih mempunyai banyak pekerjaan yang harus aku selesai kan.." ajak Sinta
Dan mereka pun mulai keluar dari ruang rapat itu, untuk menuju ke ruang kerja masing masing,
Sinta adalah anak satu satu nya dari keluarga Baskara, dia terlahir dari keluarga yang sangat kaya raya,yang mempunyai usaha di bidang pembangunan di seluruh indonesia, termasuk pembangunan pemerintah juga perusahaan mereka lah yang menangani nya,
Karena tidak mempunyai anak laki laki di keluarga nya, membuat paman nya yang bernama Cipto kusumo merasa ingin memiliki harta dari papa nya itu, Sinta sudah mengetahui jika paman nya ingin menusuk mereka dari belakang, tapi papa nya Bagas Baskara tidak mau mempercayai ucapan Sinta, karena tidak ada bukti yang menuju ke arah paman nya...
Dan Sinta,yang merasa memiliki tanggung jawab untuk melindungi papa nya dan harta keluarga nya itu, dia mulai bergerak cepat dengan cara mengirim mata mata untuk mengintai paman nya, tapi entah mengapa semua suruhan yang dia utus, selalu tidak berpihak kepada nya, dengan mengatakan jika tidak ada yang mencurigakan dengan yang di lakukan paman nya tersebut,
Tapi dia tetap tidak percaya, karena hati nya merasa tidak tenang, apa lagi setelah melihat beberapa kali papa nya di teror oleh orang orang jahat, dia semakin curiga jika memang ada yang menusuk mereka dari belakang, dan dia akan berusaha untuk membongkar konspirasi itu..
Setelah duduk di meja kebesaran nya, Sinta kembali termenung dengan sejuta pemikiran nya,
Dan setelah itu, dia kembali menyelesaikan pekerjaan nya yang sudah banyak tertumpuk di atas meja...
***
Lain hal nya di rumah mewah milik Indra, saat ini Wulan sedang melakukan kemoterapi yang membuat badan nya terasa sangat sakit, rambut Wulan sedikit demi sedikit mulai rontok, dan ke adaan nya semakin lemah,
Sedang kan Indra, dia sedang pergi keluar negeri untuk melakukan pekerjaan nya, selama 2 minggu,
Wulan yang merasa sakit di tubuh nya itu pun mulai menjerit dan marah
__ADS_1
"Dokter.... aku tidak sanggup lagi.. sampai kapan aku akan sakit begini terus, bukan kah semua pengobatan sudah aku lakukan semua. tapi kenapa aku tidak sembuh juga dokter ' jerit Wulan frustasi
" Nyonya Wulan.., anda harus tenang dan sabar, semua butuh proses agar bisa sembuh kembali.. "
"Tapi ini sangat sakit dok.... semua pengobatan yang aku lakukan terasa sangat sakit di tubuh ku, kemo dan cuci darah benar benar menyiksa ku dokter... sama sakit nya seperti aku merasakan sakit ku setiap saat.. aku lelah dokter... " Wulan menangis
"Nyonya... anda harus tetap semangat, jangan down, jika anda putus asa, ingat lah seseorang yang bisa membuat Anda semangat kembali.. anda harus sembuh untuk orang itu nyonya.." ucap dokter menyemangati
"Hiks... hiks.... apa aku pantas jika semangat hidup untuk anak ku Cinta..., bahkan aku tega meninggalkan nya begitu saja... aku ibu yang sangat jahat dan egois dokter... "
"Jika begitu, tetap lah semangat sembuh, agar nyonya bisa menemui nya dan meminta maaf kepada nya."
"Iya... kau benar dokter, aku memang harus meminta maaf kepada anak ku, dan mas Ikram..., aku sudah menyakiti hati mereka, ayo dokter lakukan pengobatan itu lagi, aku akan menahan rasa sakit nya.... ucap Wulan semangat
" Baiklah nyonya..."
Dan mereka mulai melakukan pengobatan itu sampai selesai,
Saat ini Wulan merasa seperti tahanan di rumah mewah itu, Indra memang memperlakukan nya seperti seorang RATU, dia diberi semua barang mewah dan mahal, dan hidup dengan serba ke cukupan, sangat berbanding kebalik dengan kehidupan yang di beri kan Ikram dulu,
Tapi, tetap saja, jiwa dan hati nya merasa tidak bahagia, selain hidup seperti tahanan di rumah Indra yang tidak memper boleh kan nya keluar rumah, ternyata Wulan juga merasa tersiksa batin, karena sangat merindukan anak nya Cinta, serta rasa bersalah nya karena telah menyakiti Ikram, pria yang sangat dia cintai..
"*Apa ini karma untuk ku mas... karena telah meninggal kan kalian dan lebih memilih pria kaya raya untuk mengobati penyakit ku..., bahkan sudah dua bulan aku melakukan perobatan, tetap saja aku tidak sembuh juga.. malah rasa nya lebih menyakitkan lagi dari pada dahulu saat bersama mu...
__ADS_1
Sekarang bukan tubuh ku saja yang sakit kerena penyakit terkutuk ini, tapi hati dan jiwa ku juga merasa sakit mas... aku tertekan dan tersiksa, hidup dengan pria yang tidak kita cintai terasa sangat menyiksa batin, dia berbeda mas, dia tidak seperti mu yang sabar dan lembut, di sangat kasar dan pemaksa.. aku benar-benar risih bila dia menyentuh tubuh ku mas...dan aku harus menerima nya sekarang karena ini pilihan ku sendiri.. " ucap Wulan di dalam hati sambil menangis menahan sakit di tubuh nya*..