Bangkitnya Pria Terhina

Bangkitnya Pria Terhina
Hari pernikahan


__ADS_3

Pak Adam yang melihat wajah anak nya berubah sangat pucat pun langsung mendekati nya, dengan cepat pak Adam mengecek ke adaan putri nya itu


"Wulan...., apa kamu sakit lagi nak..? " tanya pak Adam panik


Wulan berusaha untuk bersikap sewajar nya, dia tidak ingin jika sampai membuat bapak nya panik dan akan menganggu ketenangan dirumah Sinta..


"Aku tidak apa apa pak, bapak tenang lah, aku tidak sedang kesakitan" jawab Wulan tersenyum


"Benarkah nak? tapi wajah kamu terlihat sangat pucat Wulan? "


"Ini karena aku kedinginan pak, apa bapak tidak bisa merasakan, jika ruangan di kamar ini sangat lah dingin, bapak aku mohon jangan khawatir berlebihan seperti itu, aku tidak ingin membuat keluarga Sinta terganggu dengan keberadaan kita pak"


"Baiklah, bapak mengerti nak, jika begitu bapak akan mencari salah satu pembantu dirumah ini untuk menurunkan setelan AC nya, karena seperti nya remot nya tidak ada di kamar ini nak" jelas pak Adam


"Iya pak" jawab Wulan pelan


Setelah itu, pak Adam pun langsung keluar dari kamar tersebut, tinggallah ibu Ningsih yang saat ini sedang menatap wajah Wulan..


"Wulan..., sekarang sudah tidak ada siapa siapa lagi disini, ayo sekarang katakan dengan jujur, sebenarnya apa rencana kamu nak? kenapa kamu sangat ingin menghadiri acara pernikahan mantan suami mu sendiri? " tanya ibu Ningsih curiga


"Apa maksud ibu..., aku benar-benar tidak mempunyai rencana apa apa, ini murni ke inginkan aku sebelum aku meninggalkan dunia ini buk" jawab Wulan sedih


"Tidak... kamu pasti bohong, Wulan kamu itu jangan bodoh, lihat lah Sinta, dia itu sudah kaya dan banyak harta, masak iya kamu mau merelakan Ikram kepada dia, mau seberapa banyak harta yang akan dia punya nanti nya, sedang kan kamu...., bahkan kamu tidak mempunyai apa apa sekarang"


"Buk..., tolong jangan mempengaruhi ku lagi, aku sudah sangat lelah dengan penyakit dan hidup ku buk, dan aku ingin ketenangan saat ini" kata Wulan memelas


"Enggak, kamu gak boleh menyerah Wulan, ibu yakin kamu pasti bisa sembuh kembali, maka dari itu, bagaimana pun cara nya kamu harus bisa menikah dengan Ikram, baiklah seperti nya waktu nya ibu yang akan bergerak, kamu Terima saja hasil akhir nya.. "


"Apa maksud perkataan ibu...!!! aku mohon jangan membuat masalah buk, atau aku akan menyuruh Sinta untuk mengusir ibu dari rumah nya... " ancam Wulan marah dengan sisa sisa tenaga yang dia miliki


"Dasar anak bodoh, kau itu aku bela kenapa malah mengancam ku, terserah kau lah, tapi jika ada kesempatan aku pasti akan melakukan rencana ku... "

__ADS_1


"Buk...., tolong bantu aku untuk naik ke atas ranjang" panggil Wulan yang kembali merasa sakit


Dan Ibu Ningsih pun langsung membantu Wulan untuk tidur di atas ranjang milik Sinta, dan setelah Wulan tidur nanti, Ibu Ningsih berencana akan berkeliling untuk melihat ke mewahan rumah keluarga Baskara...


Hari pun berganti pagi, saat ini Sinta sudah di make over oleh MUA ternama di kota jakarta, Sinta memakai baju putih dan juga rok bermotif batik yang sangat mewah, membuat penampilan Sinta menjadi sangat anggun dan berkelas,


Sinta memilih make up yang glowing natural, membuat wajah nya semakin cantik bak ratu kerajaan,


"Wah...., anda sangat cantik nona Baskara, saya yakin, pasti calon suami anda tidak akan berkedip saat melihat wajah anda nanti nona" ucap salah satu Mua


"Benarkah..! terimakasih untuk pujian nya ya" jawab Sinta tersenyum


Tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang dibuka dari luar,mereka bertiga mulai menatap ke arah asal suara,


Terlihat mama Sinta yang sudah berdiri di depan pintu kamar dengan tersenyum bahagia, sungguh dia tidak pernah menyangka jika putri kecil nya itu sekarang sudah dewasa dan akan segera menikah..


Mama Iren langsung berjalan ke arah putri nya tersebut dan dia langsung memeluk Sinta dari belakang


"Iya, Sinta ngerti kok ma, mama jangan nangis ya, ini hari bahagia aku lo ma"


"Baiklah, aduh anak mama kamu cantik banget sayang, kamu seperti seorang RATU saat ini sayang" ucap mama Iren menatap penampilan Sinta..


"Makasih ma, aku kan menurun dari kecantikan mama" kata Sinta tersenyum..


****


Sedangkan di rumah sederhana milik Ikram, saat ini dia sudah bersiap siap dengan setelan baju putih dan celana Hitam yang terlihat gagah ditubuh nya..


Tak lupa Ikram menyematkan peci di atas kepala nya, membuat penampilan nya terlihat sempurna,


"Wah...., yang mau kawin, semangat bener kayak nya! " goda Tio yang baru masuk ke dalam kamar Ikram bersama sang istri

__ADS_1


"Iya dong, kan sebentar lagi aku sudah melepas status duda ku, tentu saja aku semangat.. "


"Dan juga nanti malam aku mulai berbuka puasa, oya pesan ku, kau harus bermain lembut, jangan kasar dengan Sinta, dia kan masih perdana" ucap Tio asal dan langsung mendapat tamparan sayang dari sang istri


"Jangan ngomong yang macam macam Tio, ayo kita keluar," ajak Monic


Diruang tamu rumah Ikram, sudah berkumpul para kerabat inti yang akan menghadiri acara akad NIkah Ikram, bang Jack datang bersama Ayu sang guru muda, entah apa yang terjadi dengan mereka berdua, sehingga mereka bisa menjadi sangat dekat, sedangkan bnah Anton, dia datang hanya sendiri tampa pasangan di sebelah nya, seperti nya dia benar benar masih bertahan dengan status duda nya itu,


Setelah semua siap, Ikram langsung menaiki mobil bersama bang Anton dan juga Tio bersama sang istri,


Disusul oleh mobil Bang Jack dan juga guru muda,


Sedangkan ibu Aisyah, Cinta dan Winda, mereka menaiki mobil sendiri dengan di supir oleh Mark anak buah Ikram,


Mereka mulai melakukan perjalanan ke arah rumah milik Baskara..


***


Sedangkan dirumah Baskara, tepat nya dikamar yang di tempati oleh Wulan dan kedua orang tua nya, saat ini, Wulan sudah siap dengan setelan kebaya yang di beri oleh Sinta,


Sinta sengaja memesan kan nya kebaya sesuai ukuran tubuh nya, karena dia tahu jika Wulan tidak mempunyai baju seperti itu, begitupun dengan kedua orang tua Wulan, saat ini mereka bertiga sudah siap dengan seragam mereka, dan pak Adam langsung keluar untuk menemui papa Sinta,


Tinggal lah kedua wanita berbeda usia tersebut,dan ibu Ningsih mulai memulai aksi nya kembali untuk mempengaruhi Wulan


"Saat nya kita melakukan rencana kita Wulan" ucap Ibu Ningsih


"Jangan buk, aku mohon... biarkan Sinta dan mas Ikram bahagia buk"


"Tidak Wulan..., ini kesempatan yang bagus untuk menyingkirkan nya, karena keadaan sedang ramai di bawah sana, pasti tidak akan ada yang curiga dengan rencana ku ini" ucap Ibu Ningsih


"Buk, aku akan menggagalkan semua rencana mu itu buk" teriak Wulan yang masih setia duduk di atas kursi roda milik nya...

__ADS_1


__ADS_2