
Suara dua insan itu terdengar menggema diseluruh kamar. Azka lupa dengan janjinya. Setelah perjuangan panjang menyatukan diri dengan wanita itu, Azka yang memang sedang dalam pengaruh obat begitu lupa diri. Dia bahkan mengulangi lagi dan lagi kegiatan mereka.
Erangan panjang mengakhiri malam panas mereka entah yang keberapa kalinya. Azka menjatuhkan tubuhnya disamping wanita itu. Hingga tak lama kemudian, pria itu tertidur dengan pulas.
Gadis berusia 26 tahun itu tak mampu menahan tangisannya. Dia meraih cek bertuliskan satu milyar yang tadi Azka berikan sebelum mereka memutuskan untuk saling membantu sama lain.
Maafkan aku bunda. Aku sudah melakukan dosa besar. Aku sudah ingkar pada semua nasehat bunda. Aku terpaksa melakukan semua ini demi hidup kita. Aku tidak mau kita hidup terlunta-lunta. Jika suatu hari nanti kalian mengetahui hal ini. Aku harap bunda dan adik-adik mau memaafkan semua kesalahanku.
Salsa segera masuk kekamar mandi. Setelah membersihkan diri dan memakai lagi pakaiannya. Wanita itu segera meninggalkan apartemen Azka.
*
*
*
Azka mengerjapkan mata saat sinar matahari menyilaukan matanya. Setelah benar-benar sadar, Azka mengubah posisinya menjadi duduk. Dia menoleh kesamping. Wanita itu sudah tidak ada, bahkan cek yang dia berikan juga sudah tidak ada. Artinya wanita itu benar-benar pergi setelah mereka selesai bercinta semalam. Hanya ada noda merah diatas sprei yang menjadi bukti bahwa mereka sudah berhubungan badan semalam. Ingatan Azka kembali berputar pada kejadian semalam.
__ADS_1
"Dia sama seperti perempuan kebanyakan. Pergi setelah mendapatkan bayaran. Bahkan dia rela kehilangan kehormatannya hanya demi uang!."
Azka termenung dengan pikirannya sendiri. Walau hatinya seolah mengumpat gadis bernama Bila tersebut. Tapi hatinya malah berkata lain.
"Bang!! Apa yang sudah kamu lakukan? Siapa gadis yang sudah kamu nodai??."
****
Azka segera menutup sprei bernoda itu dengan selimut. Dia seperti maling yang tertangkap basah saat adiknya tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
"Kamu bisa kan? Kalau masuk ke kamar abanb ketuk pintu dulu!!."
"Bang, kamu dan Salwa melakukan zina?", tanya Saga dengan serius. Azka terdiam, jika ada orang yang tidak bisa dia bohongi di dunia ini, orang itu adalah Saga.
"Jawab bang!!."
"Bukan Salwa!."
__ADS_1
Jawaban Azka membuat Saga tercengang. Azka bukan pria yang suka bermain wanita. Saga kenal betul siapa abangnya. Tapi apapun yang terjadi, perbuatan Azka tidak bisa dibenarkan.
"Kamu sudah melakukan dosa besar, bang. Kamu sudah mengecewakan ayah dan bunda. Entah ini disengaja atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, kamu harus tetap bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan pada wanita itu!!."
The End
*
*
Aku ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk kalian semua yang sudah mampir di cerita ini. Terima kasih untuk like dan komen juga hadiah serta vote yang kalian berikan. Tanpa dukungan kalian, aku bukanlah siapa-siapa.
Sedikit info
Cintai Aku Sekali Saja sudah tamat ya, kakak.
Untuk kelanjutan cerita Azka dan Salwa. Kalian bisa baca di "Night Destiny!."
__ADS_1
Bagi yang berkenan silahkan mampir. Sekali lagi, terima kasih banyak buat kalian semua. Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Amin