Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Apa Kabar?


__ADS_3

"Aku mau pulang ke apartemen!", ucap Tari. Hal itu membuat Danar sedikit terkejut


"Kenapa sayang, apa karena Gita?, kalau iya. kamu tidak perlu khawatir. Aku akan mengusirnya dari rumah!", jelas Danar


Tari menatap suaminya,


"Kamu pikir, setelah kejadian pahit itu, aku masih mau tinggal disana lagi?, aku akan selalu mengingat bayi kita jika tinggal disana mas. Aku trauma, aku tidak akan hidup dengan tenang. Labih baik aku tinggal di apartemen saja. Kalau kamu mau tinggal dirumah, silahkan!!", Danar langsung dibuat panik


"Jangan seperti itu sayang. Baiklah, aku juga akan tinggal di apartemenmu. Dan kita akan mencari rumah setelah kamu benar-benar sembuh!", Tari tersenyum


"Terima kasih mas, kamu selalu mengerti aku, selalu membuatku bahagia. Kamu suami yang baik, dan aku beruntung memiliki kamu!", tutur Tari


Danar tersenyum lembut,


"Akulah yang beruntung memiliki kamu!", Danar mencium tangan istri tercintanya. Mobil yang dikendarainya, berbalik arah melaju menuju apartemen Tari.


****


Danar menuntun istrinya memasuki apartemen setelah membukanya menggunakan kartu akses.


Plak


Satu tamparan mendarat di pipi Danar, keduanya begitu terkejut saat Tania sudah ada didepan mereka. Dia terlihat begitu marah,


"Apa yang sudah kau lakukan pada putriku, hah!?", teriaknya marah


"Ma, sudah!", pinta Tari


"Biarkan saja, semua ini karena keserakahannya. Jika dia tidak memiliki dua istri, kamu tidak akan celaka dan kehilangan calon anakmu!", geram Tania


Danar menunduk, dia tahu jika dirinya salah. Dan dia menyesal karena telah menduakan Tari.


"Darimana mama tahu hal ini?", ucap Tari penasaran


"Aku memiliki banyak mata. Dan aku tahu semua yang terjadi!", Tania melirik menantunya


"Maafkan aku ma, aku gagal menjaga Tari dan calon anak kami!", sesal Danar


Tania menatap menantunya yang masih menunduk,


"Kamu itu pria Danar. Kamu harus tegas. Jangan hanya menurut kepada mamamu. Kamu pikir, aku tidak tahu jika mamamu tidak menerima Tari sebagai menantunya?. Mamamu bahkan meragukan kehamilan Tari. Sebagai ibunya, aku sakit hati atas perbuatan mamamu terhadap putriku!!", ucap Tania marah


Danar menatap mertuanya dengan gusar,


"Ma, tolong maafkan perbuatan mamaku. Aku janji hal itu tidak akan terjadi lagi!!", mohon Danar


"Aku tidak rela Tari menderita. Jika kamu tidak bisa membahagiakannya, kembalikan dia padaku. Aku jauh lebih bisa membahagiakannya!", Danar menggeleng cepat


"Jangan berkata seperti itu ma. Aku sangat mencintai Tari, aku selalu berusaha membahagiakannya. Aku juga yakin, Tari juga mencintaiku!!", jelas Danar


"Mas Danar benar ma, aku dan dia saling mencintai. Jangan pisahkan kami, aku yakin suatu saat mama Anisa akan memberikan kami restu!", ucap Tari membela suaminya


"Kalau begitu, Danar harus menentukan pilihannya. Dia memilihmu atau menceraikan istri pertamanya!",


Deg


Danar menatap mertuanya,


"Kenapa kau menatapku seperti itu. Kau kebaratan aku memintamu menceraikan istri pertamamu?", tanya Tania


"Tidak ma, aku akan menceraikan Gita demi Tari!", Tania dan Tari sama-sama tersenyum


"Terima kasih mas. Akhirnya aku akan menjadi satu-satunya istrimu. Aku bahagia sekali!", Tari memeluk suaminya


"Aku juga bahagia. Seharusnya aku tidak pernah menikahinya. Maafkan aku pernah membuatmu jadi yang kedua. Tapi mulai sekarang, hanya kau satu-satunya wanita yang akan menjadi istriku!",


"Segera hubungi pengacaramu. Urus perceraianmu secepatnya!", pinta Tania


Danar mengangguk dan kembali berpelukan dengan istrinya.


****

__ADS_1


"Aku ingin berpisah!",


Deg


Anisa menatap menantunya, begitupun dengan Dirga. Apa mungkin Gita akan menyerah sekarang?. Jujur, Anisa belum rela jika Gita harus bercerai dengan putranya.


"Apa maksudmu nak?", tanya mertuanya


"Mas Danar tidak mau menerimaku sebagai istrinya. Dia hanya mencintai Tari, apalagi sekarang, mas Danar marah kepadaku. Dia menyalahkan aku atas kepergian bayinya. Alangkah baiknya, aku tidak tinggal dengan mereka saat ini!", jawab Gita sendu


"Kau akan menceraikan Danar?", tanya Anisa memastikan


Gita menggeleng, hal itu membuat Anisa lega. Tapi membuat Dirga sedikit kecewa.


"Jika memang kami harus berpisah, biarkan mas Danar yang menceraikanku!", Gita tersenyum miris


"Mama sungguh minta maaf atas sikap Danar. Jika kamu tidak ingin tinggal dirumah Danar, tinggallah dengan mama!", pinta Anisa


"Aku akan tinggal dirumahku sendiri!", putus Gita


"Tapi nak, kamu akan sendirian jika tinggal disana. Apa tidak sebaiknya kamu tinggal dengan mama?. Mama akan merawatmu hingga sembuh", tanya Anisa berharap, Gita menggeleng


"Aku butuh waktu ma. Aku ingin menenangkan diri dan pikiranku!", Anisa menghela nafas


"Baiklah, kau boleh tinggal dirumahmu. Mama akan menemanimu?", ujar mertuanya, namun lagi-lagi Gita menggeleng


"Aku akan meminta Ana menemaniku!",


Drrtt Drrtt


Anisa mengambil ponselnya, dahinya mengernyit kala melihat pengacara keluarganya menelpon


"Mama keluar sebentar!", izinnya


Gita mengangguk, begitupun dengan Dirga


"Terima kasih sudah membantuku!", tutur wanita cantik itu,


"Maaf karena aku belum mau menyerah. Aku masih ingin mempertahankan pernikahan ini. Impianku sejak dulu, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Pernikahan bukanlah permainan yang mudah diawali dan diakhiri. Allah memang mengijinkan perceraian tapi dia membencinya. Aku hanya ingin bertahan sekali lagi. Jika semua sudah tidak bisa dipertahankan. Aku akan mundur dengan sendirinya!",


Begitu beruntungnya Danar dicintai wanita sepertimu Git. Andai aku bisa mengubah waktu. Aku pastikan kamu bahagia denganku. Tapi bukan saatnya menyalahkan takdir. Yang terpenting bagiku adalah kebahagiaanmu. Aku akan membuat Danar membuka hatinya untukmu, karena aku tahu, kamu mencintainya. Bathin Dirga


****


"Ada apa?", tanya Anisa


"Tuan Danar meminta saya mengurus perceraiannya dengan nona Gita!",


Deg


Anisa mematung mendengar penuturan pengacaranya. Sepertinya, menantu liciknya itu telah berhasil menghasut putranya. Bahkan Danar berencana menceraikan Gita. Tidak, Anisa tidak akan membiarkan hal ini terjadi.


"Dimana sekarang dia berada?",


"Di apartemen kekasihnya nyonya!",


"Jangan urus apapun, aku akan menangani semuanya!. Satu lagi, ubah semua aset Danar menjadi namaku!",


"Baik nyonya!",


Anisa menggeram, emosinya mulai naik. Ini tidak bisa dibiarkan. Danar harus tahu yang sebenarnya sekarang.


"Ada apa nyonya?", tanya Dirga


"Adikmu berhasil mempengaruhi putraku, pria bodoh itu akan mengajukan perceraiannya dengan Gita!", geramnya


Dirga terkekeh,


"Saya rasa, takdir baik akan menghampiri saya, Gita tidak akan menderita lagi dan dia akan terbebas dari putra bodoh anda!", cibir pria tampan itu


"Putraku memang bodoh. Dan aku akan menyadarkannya!. Jadi kau jangan senang dulu, aku belum mau menyerah",

__ADS_1


Dirga mengangguk-anggukan kepalanya


"Anda mau kemana?", tanya Dirga saat Anisa berniat pergi


"Aku akan menemui Danar, dia ada di apartemen Tari!",


"Aku ikut!", Anisa menaikkan alisnya sebelah. Untuk apa juga Dirga ingin ikut dengannya?. Ini urusannya.


"Aku hanya ingin menyapa mantan mama tiriku!", ucapnya santai seakan menjawab pertanyaan Anisa


"Dia ada disini?",


"Orangku bilang, dia baru tiba dua jam yang lalu. Aku yakin dia bersama mereka saat ini. Kita bisa memberinya kejutan bukan?", Dirga menyeringai


"Tapi siapa yang akan menjaga Gita!",


"Dia baru saja tidur setelah meminum obat. Ayo kita beri mereka kejutan!", Dirga terenyum menyeramkan


"Kau lebih menakutkan dari yang aku kira, bung!", kekeh Anisa


"Tentu saja, pengalaman pahit mengajarkan kita tentang apa artinya kekuatan!",


"Aku suka gayamu, anak muda!", puji Anisa


Mereka meninggalkan rumah sakit bersama. Dengan mengerdarai mobil milik Dirga, keduanya berangkat menuju apartemen Tari.


Entah apa reaksi Danar nanti, yang jelas, Anisa tidak sabar memberikan mereka kejutan.


****


"Makanlah yang banyak, kau harus segera pulih!", Tania menambahkan lauk di piring putrinya


"Tentu ma, aku sudah lama tidak makan masakan mama. Kau juga harus tambah mas, masakan mama enak bukan?", Danar tersenyum lalu mengangguk


"Aku senang jika kalian bahagia!", Tania tersenyum lega


Ting


"Siapa yang datang?", tanya Tari


"Biar aku yang membuka pintu!", Danar berdiri lalu berjalan keluar. Dia melihat di monitor, rupanya mamanya yang datang. Mau apa mamanya kemari, Danar kembali menatap monitor, mamanya tidak datang sendiri tapi bersama Dirga.


Haruskan dia membuka pintu?, Danar takut Anisa akan membuat keributan lagi. Tapi melihat kehadiran Dirga membuatnya bertanya-tanya, sepertinya Tari menyembunyikan sesuatu. Akhirnya Danar memutuskan membuka pintu,


"Siapa yang datang!", Tania menyusul menantunya karena Danar tak kunjung kembali. Perempuan yang masih cantik diusia tuanya itu membeku melihat kehadiran dua orang dari masa lalunya.


Anisa berjalan masuk tanpa diminta, dia berdiri menatap mantan pelakornya dengan senyum sinis.


"Apa kabar Tania?",


"Siapa yang datang ma!", Tari juga membeku seketika melihat mertua dan mantan kakaknya


Danar menatap mereka curiga, mamanya sudah mengenal mertuanya?. Sejak kapan?.


"Kau tidak mempersilahkan kami duduk, Tania?", tanya Anisa menyeringai


"Mama sudah mengenal mama Tania?", pertanyaan Danar membuat Tania memucat, begitupun dengan Tari.


"Tentu saja. Mama sangat mengenalnya!", Anisa menatap rivalnya dengan tatapan yang sulit diartikan, hal itu membuat Tania meneguk ludahnya kasar.


"Sebaiknya kalian pergi!", usirnya


"Kenapa mama mengusir mamaku?", tanya Danar penasaran


Tania membisu,


"Kau ingin tahu bukan, siapa wanita yang merebut papamu?. Siapa wanita yang membuat kita menderita dan membuatmu kehilangan sosok ayah. Bukankah sudah lama kau ingin jawaban akan pertanyaan itu!", Anisa mendekati Tania


"Hentikan Anisa!!",


"DIALAH ORANGNYA DANAR!",

__ADS_1


Deg


__ADS_2