
Dua bulan sudah Dirga dan Gita menikah. Kehidupan mereka begitu hangat. Sikap manja
sudah menjadi kebiasaan bagi Gita. Tak jarang suaminya itu juga menampakkan sikap posesif dan cemburu yang sedikit berlebihan. Perdebatan-perdebatan kecil turut mengiringi perjalanan rumah tangga dua insan tersebut. Tapi seperti pesan Januar, mereka selalu terbuka dalam hal sekecil apapun dan masalah selalu bisa mereka atasi.
AG Fashion, butik milik Gita juga sudah dibuka 7 minggu yang lalu. Butik modern dengan gaya fashionable itu sangat disambut anutisas oleh para pemburu fashion dengan harga bersahabat. Selain penjualan Offline butik milik Gita juga melayani pemesanan Online. Ditambah pelayanan ramah dari para karyawan membuat butiknya tak pernah sepi customer.
"Sudah mendingan?", tanya Gita sambil memijat tengkuk suaminya. Wajah Dirga begitu pucat. Pria itu duduk di atas closet dengan mata tertutup. Nafasnya naik turun karena seringnya dia muntah.
"Sayang, ayo periksa ke dokter. Aku khawatir kalau kamu seperti ini terus. Mau ya!!", Dirga menggeleng pelan.
"Bantu aku ke ranjang!", pintanya lemah. Gita dengan sigap memapah sang suami menuju ranjang. Membaringkan pria pucat itu dengan pelan.
"Sayang, kamu jangan keras kepala. Kamu sudah tiga hari loh, mual begini. Takutnya malah terlambat. Kamu kan punya asam lambung!!",
"Aku nggak apa-apa kok sayang. Kamu jangan berlebihan begitu!!", ucapnya sedikit ketus.
Gita hanya mampu menghela nafas, Dirga memang keras kepala. "Aku ke bawah dulu ya, ambilin kamu sarapan!!", pria itu mengangguk dengan mata terpejam.
Perempuan cantik itu berjalan pelan menuruni tangga. Dia langsung menuju dapur untuk mengambil sarapan. Sudah tiga hari dia tidak pernah memasak karena Dirga selalu mual dan muntah dipagi hari.
"Selamat pagi, Pa!!", sapa Gita pada sang mertua
"Pagi, Nak. Bagaimana? Dirga masih mengalami mual dan muntah?", tanya pria paruh baya itu dengan nada khawatir.
Gita mengangguk pelan, "Mas Dirga selalu keras kepala. Aku khawatir kalau begini terus, Pa. Apa tidak sebaiknya kita panggil dokter saja. Biar jelas Mas Dirga sakit apa!!",
Januar justru tersenyum, "Baiklah. Papa akan panggilkan dr. Samuel agar dia kemari!!",
Gita membawakan makanan ke kamar sementara Januar menghubungi dokter keluarganya.
"Aku nggak mau makan itu!!", Gita yang baru meletakkan nampan berisi makanan diatas nakas nampak keheranan, makanan yang dia bawa adalah makanan kesukaan suaminya. Kenapa sekarang dia tidak mau memakannya.
"Ini kesukaan kamu loh, sayang!!",
__ADS_1
Dirga terdengar berdecak, "Aku mau makan roti panggang selai cokelat!!",
"Hah!!", pekik Gita kaget. Pasalnya Dirga tak menyukai roti panggang.
"Kamu beneran mau makan itu?", tanya Gita memastikan.
"Hm!!",
Kembali menghela nafas, Gita membawa kembali nampan berisi makanan ke dapur.
"Loh, kok tidak dimakan. Anak itu nggak mau makan?", tanya Januar heran
"Bayi besar lagi pengen makan roti panggang, Pa!!",
Janaur tersenyum, entah apa arti dari senyumannya. Hanya dia sendiri yang tahu. "Ya sudah, kamu buatkan saja!!",
Gita mengangguk, dia segera membuatkan roti panggan selai cokelat pesanan suaminya.
"Sayang, aku kerja dulu!!", ucapnya sambil berjalan ke arah Gita yang duduk ditepi ranjang.
"Yakin? Emang udah baikan?."
"Udah nih. Perut aku juga udah biasa aja pas kemasukan roti panggang buatan kamu. Enak banget!",
Gita diam, dia memperhatikan suaminya sekali lagi. Hingga ketukan pintu mengalihkan perhatian keduanya.
"Ini dokternya sudah sampai, tuan!."
Dirga menatap heran, "Dokter buat apa?",
"Papa yang hubungi dokter. Kami khawatir sama keadaan kamu, yank!!",
"Silahkan masuk, dok!", ucap Gita
__ADS_1
Jangan lupakan wajah Dirga yang memberenggut kesal. Apalagi saat Gita begitu ramah pada pria didepannya.
"Silahkan berbaring dulu pak. Saya akan memeriksa kondisi anda!!."
"Saya tidak sakit!!."
Gita dan dokter saling tatap. Gita sungguh merasa tidak enak hati pada dokter Samuel atas sikap suaminya.
"Sayang, jangan gitu. Ayo, kamu baring dulu biar diperiksa sama dokter. Nanti aku kasih apa saja kalau kamu mau diperiksa!!", bisik Gita
Wajah Dirga langsung berbinar, pria itu langsung membaringkan diri diranjang. Odkter Samuel tersenyum, lalu segera memeriksa pasiennya.
"Gejala sakitnya apa saja?."
"Mual dan muntah dipagi hari dok. Tapi cuma sekitar 1 jam aja. Setelah sarapan biasanya sudah sembuh!!", jelas Gita
Dokter tampan itu tersenyum, lalu memeriksa Dirga. "Semuanya baik kok. Tidak ada masalah!."
"Lalu kenapa suami saya selalu mual dan muntah setiap pagi, dok!!",
Dokter Samuel kembali tersenyum, "Pak Dirga mengalami sindrom kehamilan simpatik. Dan saya sarankan, kalian pergi ke dokter kandungan!."
Gita dan Dirga ternganga, "Saya tidak mungkin hamil, dok!", tolak Dirga
"Sindrom kehamilan simpatik atau Cauvade Sindrom adalah gejala kehamilan yang di alami suami ketika istri sedang mengandung. Biasanya suami yang mengalami gejala kehamilan seperti mual muntah dan pusing atau yang biasa disebut morning sickness. Ini bisa terjadi pada beberapa pasangan!!."
"M-maksud dokter, isti saya hamil??."
**
**
Maaf baru up, soalnya badan lagi ga fit
__ADS_1