Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Persiapan Ke Pesta


__ADS_3

"Hallo mama dan adikku sayang ..., kalian merindukanku??!",


Pria tampan itu tersenyum menyeringai membuat dua wanita dihadapannya pucat seketika.


"Dir--dirga!!", ucap Tania gugup melihat putra tirinya berdiri tegap didepannya saat ini


"Ka--kakak ..., a-apa kabar??", tanya Tari gugup


Dirga berjalan dengan santai memasuki kamar mereka, lalu duduk menyilangkan kaki disofa. Kedua wanita itu membeku menatap Dirga yang saat ini jauh terlihat berbeda dari Dirga yang dulu.


"Seperti yang kalian lihat ..., aku baik. Bahkan sangat baik dari terakhir kali kalian meninggalkan rumah!!", sindirnya


Muka Tania sudah pucat pasi, dia tidak menyangka akan bertemu Dirga kembali setelah tiga belas tahun berlalu.


Flash Back On


...Tiga Belas Tahun Lalu...


"Aku mohon jangan pergi Tania!!", mohon Januar


"Kamu sudah miskin, untuk apa aku hidup denganmu lagi. Aku akan mengajukan perceraian kita ke pengadilan. Lalu setelahnya, aku akan menikah dengan mantan kekasihku!!", ucap Tania sinis


Januar menatap tak percaya pada istrinya. Janda beranak satu yang dia nikahi dua tahun lalu itu, kini akan meninggalkannya setelah dirinya bangkrut dan tak memiliki apa-apa lagi.


"Kau mau meninggalkanku setelah aku tidak punya apa-apa?. Aku bangkrut juga karena hutang-hutangmu!!. Gaya hidupmu yang tinggi adalah penyebab semua masalah keuanganku!!", Bentak Januar


"Hahaha, salah siapa kau begitu memanjakanku. Bukankah kau sendiri yang memberiku fasilitas mewah. Kenapa sekarang menyalahkan aku atas bangkrutnya perusahaanmu??", ucap Tania tak terima


Tania mulai berjalan meninggalkan ruang tamu sambil menggeret kopernya keluar rumah.


"Berhenti Tania .... Akrgg!!",


"Papa!!", Dirga yang baru pulang sekolah, segera berlari ke arah papanya yang terjatuh dilantai.


"Ma ..., tolong bawa papa kerumah sakit!!", pinta Dirga memohon


"Aku harus menjemput Tari ke sekolah. Satu lagi ..., aku bukan lagi mamamu. Dan ..., biarkan saja pria penyakitan itu mati. Setidaknya ..., dia tidak akan menyusahkanmu lagi!!",


Tania melenggang tanpa menghiraukan suami dan putra tirinya.


"Bertahanlah pa ..., aku akan mencari bantuan!!",


Dirga berlari keluar rumah dan meminta bantuan.


"Pak!!, tolong papa saya!!", teriaknya pada orang-orang. Sayangnya mereka hanya memandangnya aneh kemudia pergi. Dirga terus berlari mencari bantuan, hingga dirinya tiba di gerbang masuk perumahannnya.


"Pak!!, tolong papa saya!!", ucapnya dengan nada terengah-engah juga keringat yang sudah membanjiri wajahnya,


Akhirnya, dengan di bantu satpam komplek. Dirga membawa papanya kerumah sakit. Januar dinyatakan stroke dan lumpuh. Karena tidak memiliki biaya untuk membayar perawatan papanya. Dengan terpaksa, Dirga akan menjual tempat tinggalnya. Namun bak sudah jatuh tertimpa tangga. Nyatanya rumah mereka sudah dijual oleh Tania. Mau tidak mau, dirinyapun meminjam uang kepada lintah darat dengan bunga yang sangat tinggi. Sejak hari itu Dirga harus bekerja banting tulang untuk membayar hutang-hutangnya, sekaligus merawat papanya yang tidak berdaya.


Sejak saat itu Dirga berjanji akan membalas semua perbuatan Tania.


Flash Back Off


"Aku mendengar ..., kau sudah menikah?, selamat atas pernikahanmu, mantan adikku!", Tari tersenyum gugup menerima ucapan selamat dari mantan kakak tirinya. Bukannya senang, Tari justru dibuat takut mendengarnya.


"Tapi yang kudengar ..., suamimu telah beristri. Benar begitu Tari?", Tari bergeming. Entah darimana Dirga mengetahui semuanya.


"Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kau mengikuti jejak mamamu, merebut suami orang. Apa ya istilahnya??!", Dirga nampak berfikir, kemudian tersenyum sinis, "Pelakor ....!!", sarkasnya


Sebulan setelah meninggalkan rumah. Dirga mendapat kabar jika Tania telah menikah dengan Agung Adiaksa, seorang pengusaha juga arsitek terkenal di Indonesia yang tak lain adalah mantan kekasih Tania. Mama tirinya itu bahkan tega merebut Agung dari istri dan anaknya.


"Apa tujuanmu sebenarnya?", tanya Tania sinis, hal itu membuat Dirga tertawa


"Tentu saja membalas semua perbuatan kalian. Kau sudah membuat papaku lumpuh, membuatku menjalani kerasnya hidup. Bahkan dengan teganya kau menjual satu-satunya tempat tinggal kami. Kira-kira ..., balasan apa yang pantas untuk kalian??", tanya Dirga tersenyum. Namun begitu terlihat menakutkan dimata mereka

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku menemui suamimu, mama....!!", Tari dan Tania melotot, tubuh mereka menegang tiba-tiba.


"Hahaha, kenapa kalian tegang sekali. Aku hanya bercanda!!", Dirga terlihat begitu menyeramkan, membuat jantung kedua wanita itu berdetak tak karuan.


"Nikmati sisa waktu kalian. Berhati-hatilah, karena kartu as kalian ada padaku. Dan, sampai jumpa lagi!!", Dirga berjalan keluar


"Oh ya ..., kalian tidak perlu membayar biaya menginap di hotel ini. Anggap saja, itu salam perjumpaan kita!!", Dirga benar-benar pergi dari kamar Tania. Dua wanita itu akhirnya bisa bernafas lega, namun raut kecemasan jelas masih terlihat diwajah keduanya.


"Bagaimana ini ma?, Dirga baru saja mengancam kita. Bagaimana kalau dia membongkar semuanya!!", ucap Tari panik


"Mama juga bingung ..., tenanglah sayang. Kita akan pikirkan cara melawan anak sialan itu. Harusnya aku melenyapkannya dulu!", ucap Tania geram


Tania tidak menyangka Dirga akan sesukses ini. Bahkan dia adalah pemilik hotel mewah tempatnya menginap. Tapi bukan kesuksesan Dirga yang dia pikirkan. Melainkan ancamannya, pria tampan itu terlihat tidak main-main. Dan itu membuatnya sedikit khawatir.


"Sebaiknya kita shooping dulu. Kita butuh menenangkan pikiran!", ucap Tania yang diangguki putrinya.


****


Dirga baru tiba dikantornya, pria 25 tahun itu segera menuju ke ruangannya, pekerjaannya sedikit tertunda karena dia menyapa mantan ibu tirinya. Rasanya menyenangkan bisa membuat dua wanita jahat itu tak berdaya. Namun belum saatnya memberi mereka pelajaran. Biarlah mereka hidup nyaman saat ini, Dirga akan membalas mereka nanti jika mereka sudah mulai berulah.


"Selamat pagi pak!", sapa Gita kala bosnya melangkah melewatinya


"Bawakan jadwalku hari ini!!", perintahnya


Gita mengambil buku agendanya dan segera mengekori bosnya.


"Jadwal anda hanya sampai jam makan siang pak. Pukul 9 ada pertemuan dengan PT Glorya. Jam 11 ada pertemuan dengan perusahaan Antariksa!", ucap Gita


"Bukannya nanti malam aku harus menghadiri ulang tahun perusahaan tuan Adi. Kenapa kau tidak menjadwalkannya?", tanya Dirga. Gita menatap bosnya bingung


"Ah ya, nanti malam anda harus menghadiri ulang tahun perusahaan tuan Adi!", ucap Gita


"Siapkan semua berkas yang akan kita bawa untuk menemui PT Glorya dan Antarika!!",


****


Tari dan mamanya kini tengah menikmati uang Danar. Mereka pergi ke mall lalu membeli beberapa tas dan pakaian bermerek dengan harga mahal.


"Bagaimana usaha papa?", tanya Tari disela memilih-milih baju yang akan dia beli


"Lancar sayang, bahkan semakin berkembang. Semakin banyak perusahaan besar yang memakai jasanya!", jawab Tania


"Syukurlah. Aku senang mendengarnya. Bukankah papa memang harus bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan mama!", ejek Tari


" Ya ..., kau tahu kan?. Papamu sangat mencintai mama, jadi semua hasil kerjanya adalah milik mama. Lagipula dia tidak keberatan dengan gaya hidup mama yang glamour ini!", ucap Tania bangga


"Baiklah ..., yang disayang suami. Percaya deh, kalau papa memang bucin banget sama istrinya ini!!",


Mereka tertawa bersama, bahkan lupa dengan ancaman Dirga.


"Oh ya ma, bantu aku memilih gaun yang bagus. Malam ini aku akan menemani mas Danar ke ulang tahun perusahaan koleganya!!",


"Tentu sayang, kau akan menjadi yang tercantik malam ini!", ucap Tania tersenyum.


****


Pertemuan bisnis dengan kedua koleganya berjalan lancar. Kini Dirga dan Gita tengah menikmati makan siang disebuah restoran mahal.


"Kau mau makan yang lain?", tawar Dirga


"Tidak pak, saya sudah kenyang!", tolak Gita


"Bukankah saat SMA, porsi makanmu banyak?", Gita tersedak mendengar ucapan bosnya. Apa dulu dia sering memperhatikannya


"Hati-hati!!", Dirga memberikan minuman pada Gita

__ADS_1


"Terima kasih!", jawab Gita


"Sepertinya anda sering memperhatikan saya ya?. Anda bahkan tahu porsi makan saya!", ucap Gita bertanya


"Semua orang disekolah tahu, jika makanmu banyak!", Gita mencebikkan wajah mendengar penuturan mantan teman sekelasnya.


Setelah makan siang, Dirga tidak melajukan mobilnya ke kantor tapi membawa mobilnya ke sebuah butik terkenal.


"Untuk apa kita kemari pak?", tanya Gita polos


"Kita akan menghadiri ulang tahun perusahaan tuan Adi. Kau tahu bukan, tuan Adi adalah pengusaha ternama di negeri ini. Dan kau akan menemaniku ke pesta ulang tahun perusahaannya. Apa kau akan berpakaian seperti itu dan membuatku malu?", Gita menggeleng


Dirga segera turun lalu memasuki butik. Tentu saja Gita langsung mengikuti bosnya. Mata Gita langsung disuguhi pemandangan luar biasa. Beberapa baju limited edition tertata rapi dihadapannya. Walau belum pernah membeli baju mahal, tapi Gita selalu update perkembangan fashion. Dan dia tahu, jika butik ini menjual baju-baju mewah dengan harga berkali-kali lipat dari gajinya.


"Ada yang bisa kami bantu, tuan?", tanya karyawan


"Pilihkan gaun yang cocok untuknya. Jangan lupa beberapa setelan kerja dan baju sehari-hari. Juga tolong make over dia dan rubah penampilannya menjadi lebih menarik!", ucap Dirga pada karyawan tersebut


"Pak sa--!",


"Ikutlah dengannya!", Dirga memotong ucapan Gita


"Ayo silahkan ikut saya nona!!", Gita hanya bisa menghela nafas. Dia terpaksa mengikuti pegawai itu karena tatapan tajam bosnya


Pelayan membantunya memilih beberapa gaun yang begitu mewah. Tangan Gita meraih bandrol harga dan matanya membulat seketika melihat harga yang tertera disana.


"Cuma sehelai baju harganya sepuluh kali gajiku. Gila!!", gumamnya dalam hati


"Tidak usah melirik harganya, karena aku yang akan membayar semuanya!!", Gita tersenyum canggung, rupanya sejak tadi, Dirga memeperhatikannya.


Akhirnya memilih gaun juga beberapa baju. Karyawan tersebut membawa Gita ke ruangan sebelah yang merupakan sebuah salon kecantikan. Gita menjalani beberapa perawatan mulai dari ujung rambut hingga kaki.


"Sudah selesai tuan!", Dirga yang awalnya fokus pada ponselnya, mendongak. Dia tercengang melihat Gita. Wanita itu terlihat sangat cantik. Gaun berwarna hitam dengan bahu terekspos juga taburan berlian dibagian dada membuatnya terlihat begitu glamour. Ditambah rambut yang diikat kuda serta make up natural yang membuatnya semakin sempurna. Kulit putihnya terlihat bercahaya, apalagi dengan anting berlian yang menggantung indah dikedua telinganya.


"Pak ..., apa ini tidak berlebihan?", tanya Gita


Ingin sekali Dirga memujinya, namun pria itu gengsi.


"Bagus!", itulah komentar pria tampan tersebut, padahal dalam hati ia mengatakan sempurna


"Kalau begitu ayo berangkat!!", ajaknya


Setelah memasukkan baju-baju milik Gita ke bagasi. Dirga melajukan mobilnya menuju hotel tempat pesta tuan Adi digelar.


Tuan Adi adalah salah satu rekan kerjanya dibisnis perhotelan. Bedanya, beliau membuka usaha itu diluar negeri. Siapa yang tidak kenal dengannya. Tidak hanya hotel, tuan Adi juga memiliki beberapa resort dan villa di Indonesia. Dan malam ini, beliau mengadakan pesta di Royal Hotel milik Dirga.


Banyak yang tidak tahu seberapa banyak usaha yang Dirga miliki. Masyarakat hanya mengenal Dirga sebagai pebisnis ritel yang memiliki beberapa pusat perbelanjaan besar sama seperti Danar. Hanya orang-orang terdekat yang tahu jika Dirga lebih dari itu. Tidak hanya hotel, Dirga juga memiliki beberapa usaha lain seperti restoran dan toko jam tangan mewah.


Kini mobil Dirga sudah sampai didepan lobi Royal hotel. Dirga menyerahkan kunci mobilnya kepada salah seorang pegawainya. Semua pegawai menunduk saat Dirga lewat, dan hal itu menjadi tanda tanya besar bagi Gita. Siapa sebenarnya mantan teman SMA nya ini?.


"Jangan terlalu jauh denganku!", Gita mengangguk. Jujur dia agak risih dengan pakaian yang dia kenakan. Apalagi, ini pertama kalinya menghadiri pesta mewah seperti ini.


Dirga dan Gita berjalan beriringan masuk ke dalam ballroom. Semua mata tertuju pada pasangan tersebut. Suasana menjadi riuh, apalagi banyak yang memuji ketampanan dan kecantikan mereka.


"Bukankah itu tuan Dirga?. Siapa wanita yang bersamanya?, cantik sekali!",


"Cantik sekali perempuan itu!!",


Tari yang merasa risih dengan pujian mereka menoleh.


"Git-gita....!",


*****


komen dan like yang banyak ya

__ADS_1


__ADS_2