Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Cemburu


__ADS_3

"Terima kasih banyak, kamu sudah repot membelikan om hadiah!."


Januar tersenyum menatap Gita yang sekarang duduk diruang tamu dengannya.


"Itu aku yang membelinya Pa. Dia hanya sumbang memilih saja!." Sanggah Dirga


"Benar kok Om, yang beli kucingnya kak Dirga. Gita cuma sumbang milih saja!." jawab Gita tersenyum sungkan


"Tetap saja kamu yang memilihnya. Om memang bukan pecinta binatang peliharaan, tapi karena kamu yang memilihnya. Om janji akan merawat dan menyayanginya dengan baik." Gita tersenyum mendengar ucapan Januar padanya


"Sebenarnya, alasan saya menyuruh kak Dirga membeli kucing ini, supaya om nggak kesepian lagi. Om perhatikan baik-baik wajah ini, mirip siapa?."


Januar menahan senyum, dia melirik kucing itu sekilas juga melirik putranya. Wajah garang mereka memang mirip. Itukah alasan Gita memilih kucing ini?.


"Seperti Dirga!!."


Tawa Gita dan Januar pecah, dua orang itu tertawa tanpa melihat ekspresi Dirga yang sedang menatap mereka kesal. Dirga tak menanggapi keduanya, dia memilih diam dan sibuk dengan ponselnya.


"Om lihat kan, mirip kak Dirga!!." Ucap Gita menahan tawa


"Teruslah samakan aku dengan kucing itu. Beri nama Dirga sekalian agar kami benar-benar mirip!!." Jawab Dirga sebal


"Om rasa itu bukan ide yang buruk!!."


Lagi-lagi Gita dan Januar tertawa bersama, walau kesal, tapi Dirga merasa senang karena dua orang yang dia sayangi terlihat bahagia. Ada perasaan hangat dihatinya melihat keakraban papanya dengan Gita. Andai saja mereka adalah keluarga kecil, tentu kebahagiaan Dirga semakin berlipat.


"Sekarang kita tiup lilin ya Om!."


Januar mengangguk, Gita mendorong kursi rodanya menuju meja makan.


"Ayo kak!." Ajak Gita kala melihat Dirga masih setia duduk dikursinya. Pria itu beranjak kemudian mengikuti sekertaris juga papanya.


Kue ulang tahun sudah ada di atas meja. Beberapa makanan juga telah terhidang disana.


"Sekarang Om berdoa dulu sebelum tiup lilin!."


Januar tersenyum kemudian memejamkan mata,


Terima kasih atas umur yang kau berikan hingga saat ini Ya Allah. Hamba merasa sangat bersyukur karena dikelilingi orang-orang baik. Jagalah mereka, dan kalau boleh hamba meminta, semoga mereka selalu sehat dan bahagia.


Januar membuka mata kemudian meniup lilin kue ulang tahunnya.


"Sekali lagi terima kasih, kalian membuat papa terharu!." Ucap Januar dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


"Semoga Om selalu panjang umur dan sehat selalu!."


"Selamat ulang tahun Pa, semoga papa selalu sehat. Semoga apa yang papa inginkan segera terkabul!."


Januar merentangkan tangannya, Dirga mendekat kemudian memeluk papanya. Usia pria itu sudah 54 tahun, dan Dirga berharap papanya selalu sehat. Dirga ingin papanya melihatnya menikah dan memiliki anak-anak yang lucu. Walau bukan dengan Gita, tapi Dirga berharap akan ada perempuan baik yang akan menerima juga mencintainya dengan tulus nanti.


"Kita makan sekarang ya!." Januar mengajak putra dan sekertaris putranya makan.


Baik Dirga maupun Gita mengangguk, mereka menyantap makan malam yang sudah disiapkan. Sesekali bercerita dan tertawa bersama.


****


"Terima kasih sudah mengantarku pulang kak!." Ucap Gita setelah dirinya sampai dirumah


"Tidak masalah. Aku juga berterima kasih karena kamu mau menemaniku bertemu papa. Papa terlihat lebih ceria saat kau datang!."


"Kamu harus sering-sering menjenguknya. Om Januar pasti kesepian!."


Dirga tersenyum


"Bukankah sudah ada Dirga kucing yang menemani papa?!."


"Hahaha, kakak benar. Setidaknya sekarang, Om Januar tidak terlalu kesepian!!."


Gita segera masuk saat mobil Dirga sudah menjauh. Baru saja memasuki ruang tamu, ia dikejutkan dengan suara Danar


"Jadi kamu sering pergi dengannya saat aku tidak ada dirumah?!." Tanya Danar dingin


Gita menatap suaminya, dirinya seperti seorang istri yang baru saja tertangkap selingkuh oleh suaminya. Jujur, Gita sedikit takut melihat tatapan Danar yang menampakkan kemarahan.


"Kalian tertawa dan terlihat bahagia sekali. Aku jadi ragu, benarkah kalian tidak memiliki hubungan spesial?!."


"Hubungan kami hanya sebatas atasan dan bawahan!." Jawab Gita cepat


"Benarkah?!."


Gita mengangguk,


"Apa kau tidak menyadari tatapannya?. Dia menyukaimu!!." Jelas Danar, pria itu berucap dengan nada tinggi


Gita tertegun kala Danar berbicara dengan jada membentak, apa gunanya suaminya itu pulang jika hanya mengajaknya bertengkar.


"Mas, aku tidak memintamu percaya padaku. Sejak awal kau memang tidak pernah mempercayaiku. Jadi, dijelaskan seperti apapun juga, percuma!."

__ADS_1


Gita sedang malas berdebat, dia melangkahkan kaki namun Danar menahannya


"Apa kamu senang pergi dengannya?. Kamu bahkan tidak menjawab telpon juga pesanku!!." Ucap Danar sedikit emosi


"Ponselku mati!." Jawab Gita jujur


"Hahah, alasan klise. Apa kau sedang membalasku?. Kau marah karena semalam aku tidak mengabarimu?!." Tanya Danar sengit


"Untuk apa aku marah?. Sejak awal aku sadar posisiku. Aku tidak pernah berarti apa-apa untukmu!!." Gita benar-benar meninggalkan Danar. Pria itu tersulut emosi, dia mengejar Gita dan membawanya kekamar


"Aku tidak suka kau berhubungan dengan Dirga. Berhenti bekerja dengannya, kau bisa bekerja dikantorku!!."


Wanita berstatus istrinya itu bergeming dan hal itu membuat Danar semakin emosi.


"Kau menguji kesabaranmu Git. Apa maumu sebenarnya?!."


"Aku tidak mau apa-apa!." Lirih Gita


Danar menatap istrinya yang juga menatapnya, Gita nampak ketakutan dan Danar menyesal telah membentaknya.


"Maafkan aku, aku hanya tidak suka melihat kedekatan kalian!!." Ucap Danar dengan suara yang mulai melunak. Dia membawa Gita dalam pelukannya,


"Apa aku salah jika aku cemburu?!." Tanya Danar


Gita tertegun, Danar cemburu?. Benarkah?.


"Aku berkata jujur. Aku cemburu melihatmu bersama Dirga, apalagi kalian tertawa bersama!!."


Jantung Gita berdegup kencang, apa dirinya bermimpi?. Rasanya sulit percaya bahwa Danar cemburu padanya.


"Ka-Kami tidak ada hubungan apa-apa!." Ucap Gita gugup


Danar menangkup wajah istri cantiknya, kemudian mencium keningnya dengan lembut,


"Aku hanya ingin kamu tertawa bersamaku. Berjanjilah bahwa kamu tidak akan tertawa dengan pria lain lagi!."


Gita yang sedang dilanda kegugupan tak sadar menganguk, Danar tentu senang melihatnya


"Aku minta, berhenti bekerja dengannya!."


****


Jangan lupa like dan komennya ya

__ADS_1


__ADS_2