Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Lumpuh?


__ADS_3

"Danar!!."


"Mas Danar!!."


Anya dan Anisa berteriak bersamaan. Mereka melihat secara langsung bagaimana Danar tertabrak dan terpental jauh beberapa meter. Tubuhnya melesat, seraya darah yang mulai mengalir dari tubuh pria itu. Dua perempuan itu segera menghampiri Danar,


"Tolong, Pak. Tolong anak saya!", ucap Anisa dengan panik. Beberapa orang pengunjung cafe dan orang yang kebetulan melintas langsung menolong Danar. Sopir yang tidak jauh dari tempat kejadian langsung menyiapkan mobil untuk membawa Danar kerumah sakit.


"Bertahanlah, Nak. Kita akan segera ke rumah sakit!", Anisa tak mampu membendung air matanya. Begitupun dengan Anya. Niat hati, ia menyusul sang suami untuk memberinya semangat. Tapi justru hal yang tidak terduga malah terjadi pada suaminya.


"Pak, lebih cepat lagi!!", pinta Anisa. Sopir semakin menambah laju kendaraannya agar cepat sampai ke rumah sakit.


Tak berselang lama, mereka tiba dirumah sakit. Anisa langsung berteriak memanggil suster. Danar pun dibawa menggunakan brangkar menuju ruang gawat darurat.


"Ma ... Maafkan aku!", lirih Anya. Anisa yang tengah dilanda kepanikan luar biasa hanya diam. Dia bahkan tak menghiraukan perkataan Anya.


Tak jauh dari sana, Gita melihat Anisa dan Anya. Bumil muda itu tengah memeriksakan kandungannya yang kini berusia empat bulan.


"Lihatin apa sih, yank!", tanya Dirga


Gita menatap suaminya, "Itu, ada Mama Anisa dan Anya. Kira-kira, siapa yang sakit ya?."


Dirga mengikuti arah pandang sang istri. Dia melihat Anisa dan istri baru Danar tampak mondar-mandir bak setrika rusak didepan UGD.

__ADS_1


"Si penjahat kelamin, kali!", jawab Dirga asal yang langsung mendapat tatapan tajam dari Gita.


"Penjahat kelamin siapa maksudnya?", tanya Gita sewot


"Ish, giliran aku menghina mantanmu. Reaksimu berlebihan sekali!", cibir Dirga


Gita melotot kesal, jadi yang dimaksud penjahat kelamin oleh suaminya itu adalah Danar! Mana dia tahu.


"Aku nggak bereaksi berlebihan kalau kamu nggak ngomong yang aneh-aneh!."


Dirga berdecak, "Kan emang bener. Dia itu penjahat kelamin. Buktinya dia menghamili Anya. Dulu kamu juga!", ucap Dirga pelan namun masih didengar oleh Gita.


"Kamu nih, nggak usah membahas masa lalu. Kamu mau buat aku kesal, terus berimbas sama My Little Prince, begitu?."


Dirga meringis, ia juga ya. Kalau istrinya kesal nanti bisa berimbas pada Little Prince mereka. Ah, mengingat anak yang baru mereka ketahui jenis kelaminnya itu, Dirga jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengan anaknya. Dia pasti tampan seperti dirinya.


Gita tersenyum tipis, "Kita samperin Mama Anisa dan Anya, yuk?", raut wajah Dirga langsung berubah. Jujur, dia tidak suka jika Gita masih berhubungan dengan mantannya walau dalam hal apapun.


"Ngapain, sih yank. Kamu kepo sama kondisi mantan kamu?."


Nah kan. Dirga kumat lagi cemburunya. Pria itu bahkan terlihat begitu kesal.


"Aku sama sekali tidak kepo dengan kondisi Danar. Aku hanya ingin menyapa Mama Anisa. Bagaimanapun dia adalah orang yang berjasa dalam hidupku. Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya sejak menikah!."

__ADS_1


Mendengar ucapan lirih istrinya, kecemburuan Dirga mulai mereda. Dia juga sadar, jika Anisa sudah membantu Gita sejak remaja. Wajar jika Gita menganggapnya seperti ibunya sendiri.


"Maafkan aku, sayang. Ya sudah, ayo kita hampiri mereka!."


Gita tersenyum, dia segera menggandeng tangan sang suami untuk menyapa Anisa dan Anya. Dirga tersenyum geli melihat tingkah manja istrinya. Sejak kehamilan Gita masuk bulan ke tiga, Gita berubah jadi sangat manja. Walau demikian, Dirga tak mempermasalahkannya sama sekali. Ia justru menyukai Gita yang terus menempel padanya seperti sekarang ini.


"Ma!."


Anis menoleh pada sumber suara, dia menatap mantan menantunya bersama suami barunya. Pandangan Anisa kini tertuju pada perut Gita yang terlihat agak membuncit. Dan besarnya hampir sama dengan perut Anya.


"Gita!!", Anisa langsung memeluk. Perempuan paruh baya itu menumpahkan air matanya dibahu mantan menantunya. Dirga hanya diam menatap pemandangan didepannya. Begitupun dengan Anya,


Bu Gita pasti berharga sekali untuk Mama. Dia bahkan mau menumpahkan kesedihannya pada Bu Gita daripada padaku. Lirih Anya dalam hati.


"Jangan sedih melihat keakraban mereka. Gita sudah hidup bersama Nyonya Anisa sejak remaja. Mereka sudah seperti anak dan ibu bahkan sebelum Danar dan Gita menikah!", ucap Dirga.


"Tentu tidak, Pak. Wajar jika Mama lebih nyaman dengan Bu Gita. Mereka sudah mengenal lama!."


"Apa yang sebenarnya terjadi, Ma?", tanya Gita


Anisa akan menjawab, tapi terjeda karena dokter baru saja keluar dari ruang UGD.


"Keluarga pasien!",

__ADS_1


"Saya Mamanya, dok!."


"Em, begini. Benturan keras yang dialami pasien mengakibatkan kerusakan sebagian pada tulang belakangnya. Akibatnya, pasien akan kesulitan untuk bergerak seperti biasanya. Bisa dibilang, pasien akan mengalami kelumpuhan!."


__ADS_2