
"Gi--gita!!", Tari menatap tak percaya pada istri pertama suaminya. Bagaimana mungkin Gita bisa secantik itu. Semua orang bahkan memujinya. Dia menatap kesal ke arah rivalnya, keinginannya untuk menjadi yang paling cantik hilang sudah karena Gita terlihat jauh lebih mempesona.
Danar terpesona melihat istri pertamanya. Dia tidak menyangka jika Gita bisa secantik itu. Tapi, kenapa dia bisa menghadiri pesta mewah ini, dan datang bersama pengusaha sekelas Dirga. Apa istrinya itu memiliki hubungan dengan pengusaha sukses tersebut?.
"Akhirnya yang ku tunggu-tunggu datang juga!", ucap tuan Adi pada Dirga
"Selamat malam tuan Adi, selamat atas ulang tahun perusahaan anda. Semoga kau semakin berjaya dan sukses!!", ucap Dirga
"Terima kasih banyak tuan Dirga, aku sukses juga karena dirimu. Oh ya ..., apa dia kekasihmu?, kau pintar dalam memilih, dia sangat cantik?", Gita tersenyum canggung
"Dia sekertarisku, Gita!", jawab Dirga tersenyum
"Selamat ulang tahun untuk perusahaanmu tuan Adi. Semoga perusahaanmu semakin maju dan sukses!", ucap Gita dengan sopan.
"Terima kasih nona cantik!",
Mereka memgobrol ringan, tentu saja membahas masalah perusahaan. Gita merasa begitu canggung, apalagi beberapa pria menatapnya dan tersenyum. Jantungnya berdegup kencang kala melihat suami dan madunya berjalan mendekat ke arahnya.
"Selamat ulang tahun tuan perusahaan tuan Adi. Semoga anda semakin sukses!", ucap Danar
"Ah, terima kasih banyak tuan Danar!", tuan Adi memandang Tari sejenak, entahlah, tapi dia tidak menyukai wanita yang dibawa Danar.
"Apa dia kekasihmu tuan Danar?", tanya tuan Adi. Danar melirik Gita,
"Dia istri saya tuan, satu-satunya istri dan wanita yang kucintai!", Tari tersenyum lembut. kemudian mengucapkan selamat pada pemilik acara.
Gita menatap Danar sendu. Pria itu tak mengakuinya sebagai istri. Tanpa sadar tangannya mengepal dibalik dress yang dia remas. Dirga yang mengetahui hal itu mulai tersulut emosi.
"Sayang, kau disini?", tanya Mika, istri tuan Adi
"Sayang kenalkan, ini tuan Dirga dan ini tuan Danar. Tuan-tuan, wanita cantik ini istriku, Mika!", Mika mengangguk ramah
"Istri anda sangat cantik tuan. Anda beruntung memiliki istri secantik beliau!", puji Dirga
"Kau benar tuan Dirga. Selain cantik, dia juga sangat memahamiku, dia selalu mendukung dan memotivasiku. Bahkan dialah satu-satunya orang yang menemaniku dari nol. Aku sangat beruntung memilikinya!!", puji tuan Adi
"Kau berlebihan sayang. Bukankah sudah menjadi tugas istri untuj mendukung dan menemani suaminya dalam keadaan apapun. Jika seorang istri hanya tahu bersenang-senang, buat apa!", ucap Mika bijak. Tari merasa sedikit tersindir mendengar ucapan Mika. Namun dia berusaha meredam emosinya.
"Anda benar nyonya, seorang istri memang harus mendukung suaminya dalam kondisi apapun!", Dirga melirik adik tirinya, "Anda begitu beruntung tuan Adi. Istri anda adalah wanita yang luar biasa!", lanjut Dirga
"Kau benar tuan Dirga. Aku bahkan rela kehilangan semuanya dibanding kehilangan dia!", Mika tersenyum
"Kalian pasangan yang luar biasa. Anda harus menjaga suami anda dengan baik nyonya Mika. Dia sekarang adalah pengusaha sukses dan terkenal, tentu banyak yang menginginkan posisi anda. Zaman sekarang banyak wanita yang rela melakukan segala cara dan tega merebut suami orang!", sindir Dirga sambil menatap Tari, wanita itu langsung menunduk karena tatapan tajam mantan kakaknya.
"Hahah, coba saja kalau berani. Wanita itu akan langsung mati ditanganku!", wajah Tari mendadak pias.
"Sayang ..., jangan bercanda lagi. Kau membuat suasana menjadi tegang!!", ucap tuan Adi
"Maaf-maaf, silahkan nikmati pestanya. Kami akan menyapa tamu yang lain!", tuan Adi istrinya pergi meninggalkan mereka.
"Istrimu cantik tuan Danar, tapi wanita cantik biasanya memiliki banyak rahasia!", Dirga pergi menggandeng Gita meninggalkan mereka.
"Apa maksud perkataannya?. Apa kau mengenalnya?", tanya Danar pada istrinya
"Si-siapa maksudmu sayang?", jawab Tari gugup
__ADS_1
"Dirga!!", ucap Danar dingin, dia menatap istrinya penuh selidik
"Tentu saja aku tidak mengenalnya sayang. Kau mulai curiga padaku?", tanya Tari balik, dia bahkan pura-pura merajuk
"Bukan begitu, tapi dari caranya berbicara. Sepertinya dia tidak menyukaimu!!", ucap Danar melembut
"Aku bahkan tidak tahu siapa dia. Sudahlah sayang ..., jangan membicarakannya lagi. Ayo kita ambil makanan!!", pinta Tari,
Sebenarnya sejak tadi Tari memperhatikan Gita dan Dirga yang sedang menikmati sajian. Dirinya cukup dibuat penasaran dengan kedekatan mantan kakak tirinya dengan istri pertama suaminya. Apa mungkin mereka memiliki hubungan?. Mereka seperti sudah mengenal lama. Tiba-tiba saja otak cantiknya memiliki ide.
"Lihatlah istri pilihan mamamu sayang. Dia pergi dengan pria lain tanpa izinmu. Bukankah Gita cukup murahan!", hasut Tari
Danar menatap Gita dan Dirga yang sedang tertawa bersama. Pria itu terlihat mengepalkan tangan, dan itu membuat Tari tersenyum. Tari mengira Danar marah karena ucapannya. Tapi dia tidak tahu jika Danar marah karena tidak suka melihat kedekatan istri dan saingan bisinisnya.
"Kau benar, dia bahkan sengaja berpakaian seperti itu untuk menarik perhatian banyak pria. Dasar wanita murahan!!", ucap Danar emosi, apalagi melihat tatapan memuja para pria terhadap istrinya.
"Kau tidak curiga pada Gita?", ucap Tari memanasi
"Apa maksudmu?", tanya Danar bingung
"Tuan Dirga itu pengusaha sukses, mana mungkin mau dengan wanita seperti Gita. Kecuali ....!", Tari menggantung ucapannya membuat alis Danar terangkat, " Dia menggunakan tubuhnya untuk memikat tuan Dirga!", Danar terlihat mengeraskan wajah, dadanya terasa panas. Bayangan Gita berbagi kasih dengan pria lain membuat Danar naik pitam.
Ada apa denganku, apa aku cemburu?. Tidak, aku bahkan tidak pernah mencintainya. bathin Danar
"Ayo pulang, aku lelah!", ucap Danar
"Kau tidak mau makan dulu?", tanya istrinya
"Kita makan dijalan saja!", Tari yang merasa hasutannya berhasil, merasa senang. Danar pasti akan marah pada istri pertamanya. Mereka meninggalkan pesta meski acara belum berakhir.
"Kau baik-baik saja?", tanya Dirga pelan
Gita menatap pria didepannya
"Aku kenapa?", tanyanya acuh
"Sebenarnya ..., aku tahu jika Danar memiliki istri selain dirimu!", ucapan Dirga membuat Gita tersenyum kecut
"Ya, kau benar. Dan fakta yang sesungguhnya adalah, aku bukan wanita yang dia ingunkan!", ucap Gita datar
"Kau ....!",
"Aku lebih tegar dari yang kau kira!", potong Gita cepat. Dia tak mau ada orang yang mengasihaninya.
"Tentu, apa kau ingin pulang sekarang?", Gita mengangguk mendengar tawaran bosnya.
Mereka pulang setelah berpamitan kepada tuan rumah. Selama perjalanan, tak ada yang mereka bicarakan. Keduanya memilih bungkam dengan pikiran masing-masing. Hanya ada keheningan malam, juga suara musik yang mengiringi parjalanan mereka.
Kini mobil hitam milik Dirga sudah memasuki pelataran rumah Danar. Dirga memandang sekilas rumah mewah yang ada didepannya. Entahlah bagaimana Gita bisa melewati hari-harinya disana. Dimana dia tinggal bersama dengan suami dan madunya. Sungguh miris nasib perempuan itu.
Bagaimana kau bisa bertahan tinggal didalam sana Git?. Andai aku tidak terlambat, hidupmu tidak akan semenyedihkan ini. Bathin Dirga
"Terima kasih sudah mengantarku pulang pak!", ucap Gita sembari membuka sabuk pengaman
"Tidak masalah, lagipula aku yang mengajakmu. Sudah seharusnya aku juga mengntarmu pulang!", Gita membuka pintu mobil
__ADS_1
"Oh ya, besok aku tidak ke kantor. Tolong handle semua jadwalku dan atur seperti biasa!", ujar pria tampan itu
"Tentu, sekali lagi terima kasih!", Dirga mengangguk lalu Gita turun dari mobil.
Setelah mobil Dirga sudah pergi, Gita masuk kedalam rumah. Rumah tampak sepi, mungkin penghuni lainnya sudah tidur, pikirnya. Gita masuk kedalam kamarnya,
"Lihatlah siapa yang datang??",
Perempuan itu terkejut melihat Danar dan Tari yang berada dikamarnya.
Oke Gita ..., sudah cukup kau berdiam diri dan mengalah. Sekarang saatnya kau buktikan bahwa kau tidak pantas ditindas. Bathin Gita
"Ternyata kau murahan juga ya!, baru sebentar bekerja, sudah dibelikan banyak barang mewah. Hebat sekali!", ucap Danar melirik paper bag milik Gita yang berisi barang-barang mahal.
"Kau benar sayang, tidak mungkin seorang pria memberikan barang-barang mahal secara cuma-cuma jika tidak diberi imbalan yang sepadan!!", lagi-lagi Tari memanasi
Gita tersenyum sinis dan itu membuat dua orang didepannya cukup terkejut.
"Kenapa kau berbicara seolah-olah kau pernah melakukannya, maduku sayang!",
Deg
Wajah Tari memerah, dia tidak menduga Gita akan mengatakan hal tersebut.
"Ah tentu ..., karena selama ini kau selalu menggunakan cara itu untuk meraih hati suamiku!!", ucap Gita sinis
Tari terlihat emosi begitupun dengan Danar. Pria itu mendekati Gita dan meremas lengannya
"Jangan samakan Tari denganmu, perempuan murahan. Tari adalah wanita terhormat!", ucap Danar tak suka
"Benarkah?", tanya Gita remeh
"Tentu saja, aku tidak pernah bermain kotor sepertimu!", bantah Tari
"Lalu apa namanya jika seorang wanita rela merangkak dan naik ke atas ranjang seorang pria agar dinikahi, apalagi pria itu sudah beristri?", sindiran Gita membuat keduanya meradang
"Kau sudah keterlaluan!!, minta maaf sekarang!!", perintah Danar. Pria itu bahkan mencengkram bahu Gita semakin keras
Gita bergeming, dia justru tersenyum mengejek pada madunya. Tari semakin kesal, dia menghampiri Gita lalu menamparnya dengan keras. Bukannya marah, Gita justru tertawa
"Dasar wanita murahan tidak tahu diri, kau tidak pantas menghinaku seperti itu!!. Aku wanita terhormat, aku tidak pernah menjual diri sepertimu!!", sanggahnya
Gita tersenyum menggoda kepada Danar, prai itu bahkan tak sadar tangannya sudah tidak mencengkram bahu istri pertamanya saat tangan Gita dengan berani meraba dada kekarnya.
"Aku wanita murahan?!", tanya Gita sinis, "Bagaimana kalau aku minta mas Danar membuktikannya?. Membuktikannya langsung adalah bukti yang paling akurat!", ucap Gita dengan nada sensual
Danar akui, tubuh Gita terlihat begitu menggoda. Kulitnya bercahaya dengan lekuk tubuh yang menonjol sempurna.
"Jauhkan tanganmu dari suamiku. Beraninya kau merayunya!!", teriak Tari marah, dia menarik Gita agar menjauhi Danar
"Usir perempuan ini dari rumah kita, sayang ...,!", pinta Tari, Danar akan membuka mulut
"Kau berani mengusirku?, aku pastikan mama juga akan mengusirmu!!",
***
__ADS_1
please ramaikan like dan komennya