Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Apakah Ini Jawaban?


__ADS_3

"Selamat, anda akan menjadi seorang ayah!."


Deg


Dirga membeku, bibirnya terasa kelu. Tubuhnya lemas seketika. Tidak mungkin dia baik-baik saja saat tahu wanita pujaan hatinya mengandung benih pria lain. Tapi dirinya tak boleh egois, ini kebahagiaan Gita. Dan dia harus ikut bahagia jika Gita bahagia.


"Sekali lagi selamat pak!." ucap dokter kemudian pergi


Dirga melangkah gontai memasuki ruangan dimana Gita terbaring lemah. Mata pria itu menatap nanar wanita yang dia cintai.


"Kak ... !." lirih Gita


Dirga menatap sekilas lalu tersenyum,


"Selamat, kamu akan menjadi seorang ibu!."


Deg


Mata Gita langsung berkaca-kaca, sudah ada janin Danar yang bersemayam dirahimnya. Haruskah dia senang, atau justru bersedih karena renggangnya hubungannya dengan ayah sang jabang bayi saat ini.


"Hei, kenapa kau terlihat bersedih. Apa kau tidak senang?, kau akan menjadi ibu!." ucap Dirga tegar, dia tengah menyembunyikan gemuruh hatinya demi kebahagiaan sang pujaan hati.


Gita bergeming, tiba-tiba bibir wanita bergetar begitupun dengan bahunya. Menyadari Gita tengah terisak, Dirga melangkah kemudian membawa Gita dalam pelukannya. Mencoba menenangkan wanita itu.


"Menangislah, keluarkan semua bebanmu. Aku selalu ada disini untuk menemanimu!."


Gita semakin menumpahkan air matanya, hal itu membuat Dirga bingung. Bukankah seharusnya Gita bahagia, kenapa dia malah terlihat begitu sedih bahkan tangisannya terdengar menyayat hati. Apa hubungannya dengan Danar kembali bermasalah?.


"B-Bayi ini hadir, saat aku ingin menyerah!." lirihnya perih


Dirga melepas pelukannya kemudian menatap mata indah yang kini berlinang air mata, tangan kekarnya mengusap pipi Gita dengan lembut


"Aku tidak tahu apa masalahmu dengan Danar. Tapi sepertinya Allah kembali menyatukan kalian melalui anak ini. Anak adalah anugerah dan kalian sudah dipercaya untuk menjadi orang tua. Selesaikan masalahmu dengannya, bicarakan semua baik-baik. Aku yakin Danar bahagia mendengar kabar ini!." ucap Dirga bijak


Gita menghapus air matanya, kemudian tersenyum. Dia akan memberi tahu Danar kabar bahagia ini,


"Kau mau langsung periksa ke dokter kandungan?!." pertanyaan Dirga membuat Gita mengangguk, pria itu menuntun Gita dan membawanya ke dokter kandungan. Jika saja mereka adalah pasangan suami istri, tentu Dirga akan bahagia sekali.

__ADS_1


Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku Git. Aku ikhlaskan kamu dengan orang yang kamu cintai. Lirihnya dalam hati


Kini mereka telah tiba di ruangan dokter kandungan, dokter bernama Aisyah itu memberi senyum ramah.


"Ada yang bisa saya bantu?!." tanya dokter paruh baya tersebut


"Kami ingin memeriksakan kehamilan dok!." jawab Dirga


"Baiklah, sebelumnya, apa ada keluhan?!."


"Tidak ada dok, saya hanya sakit kepala!."


"Apa ini kehamilam pertama?!." Gita mengangguk


"Baiklah, saya akan cek tensinya dulu!." seorang suster membantu Gita memeriksa tekanan darah


"120/80 dok!." ucap sang suster, "Sekarang kita timbang dulu ya bu!."


Gita naik ke atas timbangan di bantu suster tersebut


"55 dok!."


Gita mengangguk kembali, dia menatap Dirga yang tersenyum padanya.


"Bapak tidak mau melihat anaknya pak?!." tanya dokter kepada Dirga. Pria itu tampak salah tingkah, haruskah dia mendekat.


"Dia kakak saya dok!." jawaban Gita membuat hati Dirga mencelos. Kenyataan ini membuatnya sadar bahwa dirinya hanyalah kakak bagi Gita.


"Oh, maaf ... saya tidak tahu!." ucap dokter Aisyah sungkan. Baik Dirga maupun Gita hanya tersenyum kaku.


"Lihat bagian hitam ini, ini bayinya bu. Masih sebesar biji kedelai. Perkiraan usianya baru dua minggu. Semuanya baik dan normal!." jelas dokter


Gita menatap haru calon bayinya, hatinya menghangat melihatnya. Setidaknya, jika Danar tak bisa mencintainya, dia akan mendapat cinta dari anaknya.


"Dikehamilan trimester awal itu sangat rawan. Ibu tidak boleh kelelahan dan banyak fikiran. Kurangi pekerjaan berat juga perbanyak istirahat. Jika itu terjadi, akan memperngaruhi perkembangan janinnya!."


"Baik dok, saya akan menjalankan saran dokter!." ucap Gita kemudian bangun lalu duduk didepan dokter.

__ADS_1


"Saya akan meresepkan vitamin agar kandungannya lebih kuat!."


"Sekali lagi, terima kasih dokter!." ucap Dirga


Setelah menebus resep yang dokter berikan, keduanya masuk kedalam mobil.


"Aku harus mengantarmu kerumah atau ke kantor suamimu?!." tanya Dirga


"Kekantor saja kak!."


Dirga mengangguk, dia melajukan mobilnya menuju kantor Danar. Perasaan Gita campur aduk, antar gugup, gelisah tapi juga bahagia. Semoga saja semuanya sesuai harapannya.


Setibanya dikantor Danar, Gita meminta Dirga langsung pulang. Ia takut Danar akan marah jika melihat Dirga mengantarnya. Setelah kepergian bosnya tersebut, perempuan cantik itu masuk kedalam lobi. Beberapa karyawan menatapnya kemudian menunduk hormat. Tentu saja kini semua orang tahu jika Gita adalah istri Danar. Siaran berita kemarin tidak hanya membuat seisi kantor gempar bahkan seluruh negeri.


"Pak Danar ada di ruangannya?!." tanya Gita pada resepsionis


"Maaf bu, hari ini pak Danar tidak ke kantor!." jawabnya sungkan


"Oh baiklah, terima kasih!." ucap Gita kemudian pergi.


Harapannya bertemu Danar pupus sudah, terbersit perasaan kecewa dihatinya. Mau bagaimana lagi, kenyataannya suaminya memang tidak ada dikantor.


Kaki jenjangnya melangkah menuju trotoar, hatinya bimbang dan bertanya-tanya kemanakah suaminya berada?. Gita tersenyum miris, untuk apa menanyakan pertanyaan yang jawabannya ia tahu jelas. Tapi tidak.ada salahnya mencoba bukan?. Perempuan cantik itu duduk di halte kemudian mengambil ponsel dan membukanya. Sekali, dua kali bahkan tiga kali, Danar tak mengangkat panggilannya. Hatinya kembali mencelos, inikah waktunya dia menyerah?.


"Sabar ya sayang, bunda yakin ayahmu akan pulang!." ucap Gita mengelus perutnya.


Perempuan itu memutuskan untuk pulang kerumah menggunakan taksi online.


****


Hari sudah malam, namun belum ada tanda-tanda Danar akan pulang. Ponselnya aktif, tapi pria itu tak mengangkat panggilannya. Ada perasaan resah dihati Gita, ia takut Danar tak mau menerima kehadiran bayinya. Mengingat betapa tegasnya dulu pria itu tak menginginkan anak darinya.


Krek


Pintu terbuka membuat mata Gita terbuka,


"M-mas ... !." pekik Gita tertahan

__ADS_1


"Siapa ayah dari bayimu?!."


Deg


__ADS_2