
"Selamat datang kembali, nyonya Tania Adiaksa!!",
Deg
Tania melebarkan mata melihat Dirga tersenyum didepannya. Lebih tepatnya, senyum mengerikan bak dewa pencabut nyawa.
"Kamu suka dengan penyambutanku??", tanya Dirga sambil mendekati mantan ibu tirinya
"Emh ... Emh ... ", Tania terus menggerakkan tubuhnya.
"Sepertinya, kamu ingin mengatakan sesuatu??", Dirga membuka latban yang membekap mulut mantan ibu tirinya.
"Awk ... anak sialan. Seharusnya aku melenyapkanmu sejak dulu!!!", teriak Tania
"Hahaha, kenapa tidak kamu lakukan, mamaku sayang!", cibir Dirga
"Lepaskan aku. Kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!!",
Dirga menatap Tania dengan tajam. Suasana berubah menjadi dingin. Jujur, Tania takut melihat Dirga seperti itu.
"Aku tahu betul siapa lawanku. Aku juga tahu, jika kedatanganmu hanya untuk mengusik wanitaku. Jadi sebaiknya, kamu berada disini untuk beberapa hari!!",
Tania melotot, berada ditempat kotor seperti ini?. Yang benar saja. Tentu saja dia tidak mau.
"Lepaskan aku, aku mau pulang!!", kekeh Tania
"Aku bukan remaja bodoh seperti beberapa belas tahun lalu, mama. Aku tahu jika kau ingin melukai kekasihku. Alangkah baiknya aku mengurungmu ditempat ini, bukan?",
"Kau akan menyesal melakukan semua ini padaku. Suamiku akan datang lalu menghajarmu!!", ucap Tania percaya diri. Bukan takut, Dirga justru tertawa keras.
"Suamimu?. Kau yakin dia akan datang dan membebaskanmu?!",
__ADS_1
"Tentu saja, dia tahu dimanapun aku berada!!", ucap Tania tanpa sadar.
"Berarti, dia tahu semua yang kamu dan putrimu lakukan?",
Deg
Tania membeku, ucapan Dirga benar. Agung selalu tahu apa yang Tania lakukan. Itu artinya, dia tahu semuanya, termasuk pernikahan Tari dan Danar yang dia sembunyikan. Tapi kenapa Agung diam saja. Kenapa dia tidak bertanya apapun jika mengetahui hal itu?. Pikiran Tania mulai cemas, dia takut suatu saat Agung akan menemui anak dan mantan istrinya. Lalu melupakannya juga Tari.
"Kenapa kamu diam saja, mamaku sayang. Kau sedang memikirkan ucapanku??", suara Dirga membuat lamunan Tania buyar. Dia menatap mantan anak tirinya dengan tajam.
"Lepaskan aku brensek ... aku mau keluar dari sini!!!", Tania berontak
"Dengarkan aku baik-baik, nyonya Tania. Aku tidak akan membiarkanmu mencelakai calon istriku. Kamu dan putrimu telah membuatnya menderita bahkan kehilangan calon bayinya. Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu berbuat jahat pada Gita!!",
Tania tertawa,
"Perempuan itu memang harus dilenyapkan. Dia akan menjadi duri dalam pernikahan putriku. Dan aku, tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!",
Tania mengepalkan tangan, nafasnya terlihat memburu. Dia tidak terima dengan perkataan Danar.
"Jaga mulutmu, anak sialan. Kau tidak tahu apa-apa!!",
"Aku bukan tidak tahu semua yang kamu lakukan, tapi aku memilih diam. Dan aku peringatkan untuk terakhir kalinya. Jika kau dan putrimu berani mengusik hidup Gita, aku pastikan kau akan tamat seketika itu juga!!",
"Hahaha, kau pikir aku takut dengan ancamanmu!. Tidak akan pernah!!",
Dirga mendekat kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Tania,
"Bagaimana jika putri dan suamimu tahu kalau kau adalah seorang ... !!",
Deg
__ADS_1
Wajah Tania berubah pias, tubuhnya sedikit bergetar.
Apa mungkin anak sialan ini tahu rahasiaku. Bathin Tania
Dirga pergi meninggalkan Tania saat wanita itu sibuk dengan pikirannya.
"Jaga dia, jangan lupa beri dia makan!!",
*
*
*
*
Setelah dari rumah hutan, Dirga melajukan mobilnya kerumah Gita. Hari ini mereka akan melakukan fitting baju pengantin. Pria itu sesekali tersenyum, dia tidak menyangka akan segera menikahi wanita pujaan hatinya. Membangun rumah tangga bahagia bersama istri dan anak-anak mereka kelak.
Mobil sudah terparkir didepan rumah calon istrinya. Dirga turun dari mobil dengan membawa buket bunga mawar kesukaan Gita.
Pria itu masuk begitu saja, karena ingin memberikan kejutan atas kedatangannya. Dia berjalan ke belakang karena mengira Gita ada didapur. Namun saat melintasi kamar calon istrinya, mata Dirga membulat seketika. Tubuhnya menegang dan jantungnya berdetak tak karuan. Nikmat manalagi yang kau dustakan, bathinnya.
Ya Allah, kenapa dia tidak menutup pintunya. Bagaimana kalau ada orang yang masuk. Astaga, kenapa pagi-pagi kau mengujiku seperti ini, sayang. Kalau aku khilaf bagaimana?. Dia seksi sekali.
Deg
Gita berbalik, mata keduanya bersitatap. Wanita yang menyadari dirinya seperti turis yang hanya berbikini itu langsung berteriak.
"Kakak ... sejak kapan kamu disitu!!", Gita meraih handuknya kemudian menutup pintu. Jantungnya berdetak tak karuan, dia malu sekaligus gugup. Kapan pria itu datang?. Dan sejak kapan Dirga berdiri didepan kamarnya. Apa dia melihat semuanya?. Gita menutup matanya dan menggeleng-gelengkan kepala.
Sementara Dirga, ia masih membeku ditempat. Dia malu sekaligus bersyukur. Anggap saja itu bonus. Ah, mata sucinya sudah tidak suci lagi. Bayangan tubuh calon istrinya menari-nari dikepala. Bagaimanapun, dia adalah pria dewasa yang normal.
__ADS_1
"Berat sekali ujian dari-Mu Ya Rabb!!",