Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Puasa Sebulan


__ADS_3

"Maaf, Nona! Dirga itu sudah Sold out, jadi ajak yang lain saja!." ucapan yang terdengar tiba-tiba membuat Dirga dan wanita itu kompak menoleh ke arah pintu.


"Sayang, kamu sudah datang!!", Dirga langsung menghampiri istrinya yang sudah memasang mode singa betina ngamuk, alias siap menerkam mangsa.


"Ayo duduk!", ajak Dirga. Dia membawa istrinya duduk disofa. Sementara, wanita yang mengajak Dirga tadi masih memperhatikan interaksi mereka berdua.


"Dia pacar kamu, cih. Masih cantikan aku!", ucap wanita bernama Amira tersebut.


Gita menghampiri wanita yang terlihat santai itu. Wanita yang entah siapa, kapan dan bagaimana bisa Dirga mengenalnya. Tapi Gita bisa melihat jika wanita itu berniat merayu suaminya. Apalagi dengan kaki yang duduk menyilang, memperlihatkan paha putih yang sebenarnya tidak terlalu mulus kalau dilihat dari dekat. Ditambah baju yang bisa dibilang kekurangan bahan dan memperlihatkan gundukan yang tidak begitu besar itu.


"Kenapa anda mengajak Dirga makan siang?", tanya Gita to the point


"Memangnya salah? Kami sudah tidak bertemu lama. Wajar kalau aku kangen sama dia. Cuma makan siang ini, lagipula kamu siapa? Pacarnya? Kekasihnya atau baby sisternya?." ucapnya sambil tertawa remeh. Gita menyilangkan tangan, Dirga sudah menelan saliva. Walau dia tidak menanggapi ajakan teman lamanya, tetap saja Gita tadi datang diwaktu yang tidak tepat. Dia sudah pasti salah paham ditambah Amira yang berucap dengan percaya diri tanpa dosa.


"Sayang, sudah jangan hiraukan dia. Sini, aku mau makan masakanmu!", bujuk Dirga. Sayangnya Gita tak sebodoh itu. Dia sudah terlatih menghadapi bibit pelakor dan kali ini dia tidak akan membiarkan yang menjadi miliknya direbut orang lain.


"Kamu diam!! Aku tidak ada urusan denganmu. Kalau mau makan, makan saja!!."


Dirga kembali menelan salivanya dengan kasar. Sepertinya Gita benar-benar marah. Matilah dia.

__ADS_1


"Dan kamu!!", tunjuk Gita pada wanita yang merayu suaminya. "Kalau mau menghina orang, ngaca dulu. Kalau dirumahmu nggak punya kaca, nanti aku kirim yang sebesar gajah!!", Gita mencolek pipi wanita itu dengan kasar.


"Awh ... Apa yang kamu lakukan? Dirga, dia menyakiti aku!!", adunya pada Dirga. Sayangnya Dirga memilih bergeming.


"Putihmu palsu!! Lihat, kulitmu belang. Foundationnya kurang halus. Itu wajah kamu pecah-pecah!", ucap Gita santai. Tapi tidak dengan wanita itu yang terlihat panik.


"Lagian, kalau mau jadi pelakor, yang elit sedikit. Milih-milih juga. Kamu tahu, Dirga itu impoten!! Tititnya kecil, lagipula dia sudah hampir bangkrut. Kasihan kamu kalau nanti hidup miskin. Saranku, cari pria lain yang bisa belikan kamu dempulan tebal seperti yang kamu gunakan. Jangan Dirga, nanti kamu akan menyesal. Kamu mau membiayai hidupnya?. Ish, nanti kamu nggak bisa perawatan, lagi!!."


Dirga mendelik, enak saja dia dibilang impoten. Mau seminggu dikamar, juga dia kuat. Enak saja, mengatainya begitu. Kalau dia impoten, mana mungkin istrinya bisa tekdung. Cari alasan kok tidak masuk akal.


"Benarkah? Kamu kok tahu semuanya tentang Dirga?", tanya Amira penasaran.


"Nggak perlu. Ya sudah, kalau begitu aku pamit!!."


Amira langsung meninggalkan ruangan Dirga begitu saja.


Sial, udah merayu. Taunya impoten, mana puas nanti?. Mending cari mangsa lain saja. Bathin Amira


Gita langsung tertawa setelah melihat Amira pergi dan percaya pada ucapannya. Andre yang berada didepan pintu pun tak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


"Bagus, silahkan tertawa sepuasnya. Kalian berdua akan mendapat hukuman dariku!!", Andre langsung terdiam, tapi tidak dengan Gita.


"Kamu lihat, wanita itu langsung ngacir mendengar kalau kamu impoten. Hahahaha, bodohnya dia!!."


Dirga mendengus kesal, "Teruslah tertawa, kalau perlu aku akan mengambil toa agar semua karyawan diperusahaan ini mendengar suara tawamu!!."


"Hahah, maaf. Aku benar-benar tidak habis pikir. Kenapa bisa ada wanita bodoh seperti diam. Bisa-bisanya dia percaya begitu saja dengan bualanku!!."


Dirga kembali menatap istrinya dengan kesal, "Kamu lupa kalau kamu sedang hamil?. Bukannya pamali jika mengatai orang? Bisa-bisa anak kita akan seperti Amira!!."


Gita langsung menghentikan tawanya, "Astagfirullah... Astagfirullah. Amit - amit jabang bayi!!." Gita mengelus perutnya beberapa kali.


"Kenapa kamu masih berdiri disana. Pergi dari ruanganku!!."


Gita melotot, "Kamu berani mengusirku?", tanya Gita dengan tatapan tajam.


"Eh, b-bukan kamu sayang. Tapi Andre!!", ucap Dirga panik. Tapi sepertinya, Gita terlanjur salah paham. Wanita muda itu terlihat marah.


"Dirga Ibrahim!! Kamu puasa sebulan penuh!!."

__ADS_1


Glek


__ADS_2