Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Sumpah Tari


__ADS_3

"Sampai bertemu di pengadilan agama. Aku sudah menyuruh mengacaraku untuk menyiapkan berkas perceraian kita!."


Deg


Danar membeku, walau perasaan pada Tari tak seperti dulu. Tapi mendengar kata cerai dari mulut istrinya membuat hati Danar terasa nyilu. Begitupun dengan Anisa yang tak kalah terkejut dengan penuturan menantunya.


"Tari, kalau ada masalah diantara kalian, bicarakan baik-baik. Jangan mengambil keputusan disaat sedang emosi!", ucap Anisa memberi saran.

__ADS_1


Tari tersenyum sinis, "Harusnya Mama senang, aku akan menggugat cerai, Danar. Bukankah ini yang sudah lama Mama harapkan? Kenapa sekarang Mama seolah sok baik padaku?", sindir Tari.


"Tari!! Jangan bicara keterlaluan pada Mama. Dia itu mertuamu!!", tegur Danar.


"Hahaha, bukankah yang aku ucapkan benar?! Kamu tidak lupa 'kan, bagaimana Mamamu menentang hubungan kita?!", tanya Tari sambil menatap suami dan mertuanya dengan tajam. "Lima tahun, Danar!! Lima tahun aku menunggu restu yang tidak pernah Mamamu berikan!!. Kau pikir, mudah melewati semuanya? Tidak, Danar. Aku bahkan mengorbankan hidupku untuk mengabdi pada Mamamu. Menekan semua emosi dan egoku hanya untuk menjadi menantu yang dianggap baik dimatanya!!. Menuruti semua permintaan dan keinginannya yang bertolak belakang denganku!! Tapi apa yang dia berikan? Terus menekanku tiada henti dan membuatku lama-lama menyerah. Dan apa kau tahu, apa yang membuatku begitu kecewa?!", Tari tak dapat membendung air matanya, namun dengan cepat ia menghapusnya, "Saat aku berjuang sekuat tenaga agar bisa memberimu keturunan, Mamamu lagi-lagi memberikan cambukan padaku dengan memintaku merestuimu untuk menikah lagi!! Kau tidak tahu bukan, bagaimana sakitnya perasaanku selama ini?. Tentu saja tidak, kau bahkan tidak lagi peduli pada perasaanku. Jangankan perasaanku, kabarku saja kau tidak mau tahu. Bahkan kedatangan Anya yang notabene baru kalian kenal, disambut hangat dan terbuka olehnya. Aku ... Aku disingkirkan secara tidak langsung oleh kalian!! Aku dibuang saat aku tak bisa memberikan yang kalian mau!!."


"Tari, Mama tidak bermaksud seperti itu. Kamu salah paham!", ucap Anisa yang baru menyadari keegoisannya.

__ADS_1


"Tari, ayo kita bicara!", pinta Anisa lagi


"Anda belum menjawab pertanyaanku, nyonya Anisa yang terhormat. Apa salahku hingga kau tidak mau menerimaku bahkan setelah aku mengorbankan diriku?!! Apa karena aku terlahir dari rahim wanita yang merebut suamimu? Kalau memang benar begitu, aku tegaskan. Aku tidak pernah mau terlahir dari rahimnya. Aku tidak pernah mau terlahir menjadi Mentari jika hanya akan terluka!! Aku ... Aku menyesal mengenal kalian semua. Aku menyesal!!."


"Jangan sentuh aku!!", teriak Tari saat Danar hendak memeluknya.


"Kamu!!", tunjuknya pada Danar. "Aku menyerahkan hidupku padamu. Aku mencintaimu dengan tulus. Aku mendukungmu sekuat tenaga. Tapi apa yang aku dapat? Pengkhianatan dan kekecewaan!!! Aku seolah ditertawakan karena hanya aku yang menerima karma. Sedangkan kamu!! Kamu bersenang-senang diatas penderitaanku!!", Tari kembali menghapus air matanya.

__ADS_1


"Aku, Mentari bersumpah. Kau akan mendapat karma yang lebih menyakitkan dari yang aku terima, Danar!! Kau akan menderita seumur hidupmu. Keturunanmu kelak akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Bahkan berkali-kali lipat!!! Dia akan hancur sama seperti kau menghancurkan aku. Ingat Danar!! Tuhan tidak tidur. Jadi bersiaplah untuk menerima karma dari semua perbuatanmu!!."


Deg


__ADS_2