Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Diluar Dugaan


__ADS_3

"Em, sebenarnya ... Gaun ini pemberian Dirga." Ucap Gita sungkan, ia menunduk tak berani menatap mertuanya.


Anisa terdengar menghela nafas, bukannya marah, dia malah merasa iba pada Gita. Tari sudah menghabiskan uang Danar Milyaran, sedangkan dirinya, baju saja dibelikan pria lain. Keterlaluan sekali Danar, ini tidak bisa dibiarkan. Menantu keduanya itu harus diberi sedikit pelajaran.


"Maafkan putraku, dia begitu royal pada istri keduanya tapi perhitungan denganmu!."


Gita menggeleng cepat,


"Mas Danar tidak perhitungan Ma. Aku hanya belum sempat belanja. Jangan menyalahkannya, ini murni keteledoranku Ma!." ucap Gita membela sang suami, dia hanya tidak mau Anisa mencap buruk putranya karena dirinya memakai gaun pemberian pria lain. Lagipula salahnya juga kenapa memakai gaun pemberian Dirga. Tapi hanya gaun ini yang cocok.


"Sudahlah, anak itu rupanya belum berubah. Ayo sekarang kita pergi, kita akan menggemparkan dunia!!." ucap Anisa menyeringai. Gita sendiri tidak tahu maksud perkataan mertuanya, dia seperti anak itik yang mengekori induknya.


Mereka menaiki mobil milik Anisa, entah akan dibawa kemana. Yang jelas, sejak tadi Anisa sesekali tersenyum tidak jelas.


Mobil Anisa berhenti tepat didepan Mentari Butik, perempuan itu terlihat bersemangat. Berbeda dengan Gita yang merasa gugup luar biasa. Untuk apa mertuanya mengajaknya kemari. Apa Anisa akan membuat keributan?. Danar bisa marah padanya jika semua itu terjadi. Apalagi, sekarang pembukaan butik milik Tari.


"Ma, kita mau apa kemari?. Sebaiknya kita pergi!." pinta Gita,


Sayangnya Anisa lebih dulu turun dari mobil,


"Bukankah sudah mama bilang, kita akan menggemparkan dunia!."


Mata Gita membesar, dia menatap mertuanya yang tersenyum menakutkan.

__ADS_1


"Ma, sebaiknya jangan kemari. Jangan buat masalah!." ucap Gita memohon


"Ck, kamu ikuti mama saja. Ayo kita masuk, sepertinya masih banyak wartawan. Ini akan seru sekali!."


Anisa menarik tangan Gita, mereka berdua melenggang masuk kedalam butik. Gita menundukkan wajahnya,


"Angkat wajahmu, jangan menunduk!." ucap Anisa seraya mengangkat dagu menantunya


Disisi lain, Tari tengah melakukan wawancara dengan para wartawan. Tujuannya mengundang wartawan, selain memperkenalkan butiknya tentu saja mengumumkan hubungannya dengan Danar. Siapa yang tidak tahu pria itu, seorang pengusaha muda yang termasuk jajaran limw besar di Indonesia.


"Sejak tadi, tuan Danar selalu mendampingi anda. Apa anda memiliki hubungan khusus dengannya?!." tanya salah seorang wartawan. Tari memberikan senyum terbaiknya,


"Tentu saja, kami memiliki hubungan yang sangat dekat!." jawab Tari bangga, dia menatap Danar dengan senyuman manisnya jangan lupakan tangannya yang memeluk lengan pria tersebut,


"Sedekat apa nona Tari. Rekan kerja, kekasih atau anda istrinya!."


"Dia hanya rekan kerjanya. Inilah istri Danar!." ucap Anisa lantang membawa Gita ke hadapan media, semua wartawan berpindah menyorot Anisa juga Gita. Hal itu tentu saja membuat Tari kesal setengah mati. Semua usahanya berantakan


"Cantik sekali istri tuan Danar!."


"Tuan Danar rupanya memiliki istri yang sangat cantik!!."


Dan masih banyak lagi pujian yang mereka lontarkan pada Gita. Danar menjadi serba salah, dia menatap Tari yang terlihat memerah menahan kesal. Tapi dirinya tak mungkin menyangkal hal ini didepan media, apalagi mengakui jika Tari juga istrinya. Nama baiknya akan tercoreng jika mengaku memiliki dua istri.

__ADS_1


"Kapan kalian menikah dan kenapa pernikahan kalian tidak terendus media?!." tanya salah satu wartawan


"Mereka hanya belum mengadakan resepsi!." jawab Anisa santai, dia tengah menatap menantu keduanya yang sudah memerah karena menahan emosi.


Masih banyak lagi pertanyaan dari wartawan seputar pernikahan Danar dan Gita. Dan malah melupakan pemilik acara.


Setelah sesi pertanyaan yang cukup banyak. Kini para wartawan sudah meninggalkan butik milik Tari, hanya tinggal beberapa karyawan saja yang ada disana.


"Ma, kenapa mama selalu mencari masalah!." ucap Danar yang kini menatap mama juga istrinya pertamanya. Semua karyawan menatap mereka, pasalnya yang mereka tahu, Danar adalah kekasih bos mereka.


"Apanya yang membuat masalah. Mama hanya berkata kenyataan!." balas Anisa santai


Danar menghela nafas, hal itu membuat Gita tak enak hati. Kedatangan mereka tentu telah merusak moment istimewa Tari. Bahkan sekarang perempuan itu tidak terlihat batang hidungnya.


"Maafkan aku Mas, aku sudah meminta mama untuk tidak masuk. Tapi mama tetap memaksa!." ucap Gita penuh sesal


"Seharusnya kamu bisa mencegah mama. Hari ini adalah hari yang diimpikan Tari, tapi semua jadi berantakan karena kalian!." Perkataan Danar menusuk hati Gita, kenapa Danar berubah seperti dulu lagi.


"Jangan salahkan Gita, Mama yang memaksanya ikut kemari. Lagipula, dunia harus tahu kalau kamu sudah menikah!."


"Tapi tidak dengan merusak moment istimewa Tari ma. Mama harus ingat, jika Tari juga istriku!."


Gita tertegun, hatinya kembali pilu.

__ADS_1


"Mas ...."


"Layani mereka berdua!." perintah Danar lalu pergi begitu saja


__ADS_2