
"Kami akan merindukanmu!", ucap Mika sambil memeluk Gita.
"Aku juga pasti akan merindukan kakak!",
"Ingat pesan kami. Jangan takut untuk melangkah ke depan. Kamu sudah menemukan jawaban atas kegundahan hatimu. Sekarang, temui dia. Dia sudah lama menunggumu pulang!", Gita mengangguk lalu tersenyum
"Kami tunggu undangan kalian secepatnya!", goda Adi
Gita melambaikan tangannya kemudian berjalan masuk karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.
Pesawat sudah pelas landas. Dan sebentar lagi, dia akan bertemu dengan pria itu. Pria yang selalu ada untuk membantunya. Pria yang begitu menyayanginya dan memberikan perhatian yang tulus. Pria yang ia yakini akan memberinya cinta yang seluas samudera.
"Semoga kami akan bahagia selamanya!",
****
Seorang pria dengan wajah tampan dan tatapan tajamnya sedang memeriksa pekerjaannya dengan seksama. Dia terlihat begitu fokus tanpa memperhatikan sekelilingnya.
Tiga tahun ini, usahanya berkembang pesat. Mall, hotel dan beberapa resort miliknya semakin bertambah banyak. Kegigihannya mampu mengantarkannya pada kesuksesan. Siapa yang mampu menolak pesona seorang Dirga Ibrahim. Selain tampan dan mapan, dia juga masih single. Dan pastinya, banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasih bahkan pendamping hidupnya. Sayangnya, hatinya tertutup untuk semua wanita kecuali satu orang yang selalu menolaknya.
__ADS_1
Dirga menyandarkan tubuhnya di kursi kebanggaannya. Dia menghela nafas kasar. Benar kata Dilan, rindu itu berat. Dan kini, dia kembali merasakan rindu pada wanita pujaan hatinya. Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Dirga. Apalagi hanya bertemu lewat layar 16'. Rasanya, rindunya yang setinggi gunung Everest masih belum bisa terobati.
"Kapan kamu akan kembali!", ucapnya sendiri. Dia melirik jam ditangannya. Sudah hampir jam pulang kerja dan dirinya baru sadar jika belum memakan apa-apa.
Dirga bangkit dari kursinya, lalu berjalan keluar dari ruangannya. Kakinya melangkah dengan pelan tapi pasti. Beberapa karyawan wanita langsung terhipnotis melihat ketampanannya. Banyak sekali yang memujinya, tapi Dirga seolah buta. Menurutnya, tidak ada wanita menarik lainnya selain Gita. Bahkan, dia begitu dingin dan acuh pada wanita manapun.
Dirga masuk kedalam mobil, lalu membelah jalanan yang tidak begitu padat. Perutnya berbunyi, dan hal itu membuatnya tertawa tipis.
"Andai aku punya istri. Pasti istriku akan selalu mengingatkan aku untuk tidak terlambat makan!",
Mobil yang dikendarainya berhenti disalah satu cafe yang cukup ramai. Dirga turun dari mobil dan masuk kedalam. Seperti biasa, dirinya akan menjadi pusat perhatian. Ketampanannya mampu membuat semua pasang mata wanita menatap kagum ke arahnya.
"Seperti biasa!", ucap Dirga pada karyawan cafe
Seorang wanita cantik berpakaian sedikit seksi berjalan memasuki cafe. Rambutnya yang sedikit kepirangan, menggantung indah diwajah cantiknya. Dia menatap sekeliling dan tersenyum saat menemukan apa yang dia cari. Dengan langkah anggun, dia melangkah mendekati seorang pria yang sedang asyik menyantap makanannya.
Gita menarik kursi didepan Dirga kemudian duduk dengan anggun. Pria didepannya sama sekali tak terpengaruh. Dia masih menunduk dan terus memakan makanannya. Hal itu membuat Gita tersenyum geli. Sepertinya, Dirga benar-benar menjaga hatinya dan anti pada perempuan lain.
"Apa kakak tidak merindukan aku?",
__ADS_1
Deg
Dirga mendongak, dia menatap wanita yang ada didepannya. Matanya melebar diiringi sendok dan garpu yang jatuh begitu saja karena keterkejutannya.
Wanita didepannya tersenyum dengan manis. Wajah cantiknya terlihat semakin bersinar. Matanya dipenuhi tatapan teduh. Dan dia terlihat, sempurna.
Dirga segera menghampiri Gita dan langsung memeluknya.
"Aku tidak bermimpi kan?. Akhirnya kamu kembali!", Gita mengangguk lalu membalas pelukan Dirga. Wanita cantik itu membenamkan wajahnya di dada kekar milik Dirga. Dirga mencium kepala Gita beberapa kali. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita pemilik hatinya saat ini. Mungkin Allah sudah mengabulkan doanya. Akhirnya penantiannya berbuah manis.
"Terima kasih, terima kasih kamu sudah mau pulang!", Dirga memeluk Gita dengan erat. Cukup lama mereka berpelukan untuk melepas rindu. Gita melepas pelukannya lalu menatap Dirga dengan penuh cinta.
"Kamu semakin cantik!", puji Dirga
"Kakak juga terlihat semakin tampan!",
Dirga tersenyum, dia kembali membawa Gita dalam pelukannya
"Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi!", ucapnya seraya melepas pelukannya. Dia menatap wanitanya dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Aku tidak akan pergi lagi. Tujuanku kembali untuk menerima pinanganmu menjadi nyonya Ibrahim!",
Deg