Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Mengalah


__ADS_3

"Mas Danar!."


Pria yang dipanggil oleh Gita membeku menatapnya. Disampingnya ada Tari yang memeluk lengannya dengan manja. Jangan lupakan senyum mengejek yang dia berikan.


"Gi-Gita!!." Ucap Danar gugup, pria itu terlihat salah tingkah


Gita menatap suami dan madunya dengan senyuman getir.


"Kamu sedang apa disini?." Tanya Danar


"Dia sedang menemaniku membeli kado!." Jawab Dirga sengit, dia menatap Danar juga mantan adiknya dengan tatapan tak suka.


Danar tak menjawab, pria hanya memandangi Gita yang hanya diam.


"Kalian baru membeli perhiasan?." Tanya Dirga saat melihat paperbag bertuliskan toko perhiasan terkenal.


"Anda benar, suami saya baru saja membelikan saya kalung berlian limited edition!." Jawab Tari membenarkan, dia melirik istri pertama suaminya yang sejak tadi tak mengatakan apapun.


"Kau juga membelikannya untuk Gita kan?." Danar semakin salah tingkah mendengar pertanyaan Dirga


"Ah, i-itu a-aku ....!."


"Kak, sudahlah. Sebaiknya kita mencari kadonya sekarang. Kita harus kembali ke kantor setelah ini!." Potong Gita cepat,


"Kami duluan mas!." ucap Gita tersenyum sendu


Danar menatap sendu istri pertamanya, dia teringat jika semalam dirinya janji akan pulang. Nyatanya, dia berada di apartemen Tari bahkan tak mengabari Gita sama sekali.


"Sayang, ayo kita pulang!." Ucap Tari manja


Danar menghela nafas, jujur dia merasa bersalah pada Gita dan ingin menjelaskan semuanya. Apalagi saat melihat raut kekecewaan yang tergambar dimata istrinya , Danar yakin Gita kecewa padanya.


"Mas, ayo pulang. Aku sudah lelah!." pinta Tari lagi


Danar mengangguk kemudian memutuskan pulang bersama Tari.


"Kau baik-baik saja?!." Tanya Dirga memastikan


Gita menganggukkan kepala, tapi Dirga yakin jika wanita disampingnya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Berhenti membohongi aku Git. Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja!." Ucap Dirga tegas

__ADS_1


Gita menghela nafas kasar


"Kakak benar, aku memang tidak baik-baik saja. Aku sadar posisiku dimana, aku sadar tidak ada aku dihatinya. Setidaknya dia bisa mengabariku jika ingin bersama Tari. Aku bahkan menunggunya seperti orang bodoh semalam!." Jawab Gita lirih


"Jadi ini yang membuatmu tidak fokus sejak tadi?." Tebak Dirga


"Kami memutuskan memulai semuanya dari awal. Aku sudah terlanjur memiliki harapan dalam hubungan kami. Tapi sepertinya, aku terlalu banyak berharap!!."


Dirga memegang bahu wanita yang menguasai hatinya itu,


"Dengarkan aku, aku tahu kau kecewa. Tapi semua butuh waktu, kamu belum berada dihatinya. Tapi aku yakin, perlahan Danar akan membuka hatinya untukmu. Tidak mudah mengalihkan hati kita pada orang lain jika didalamnya sudah tersimpan seseorang yang kita cintai. Semua butuh proses, kau sudah menentukan pilihan untuk memberinya kesempatan, aku yakin Danar tak akan menyia-nyiakan hal itu. Mungkin saja Danar hanya lupa mengabarimu!."


Gita tersenyum, walau tahu bagaimana perasaan Dirga. Pria itu masih mendukung keputusannya.


"Kakak benar, seharusnya aku lebih bersabar. Mas Danar pasti akan mencintaiku suatu saat nanti!."


Semoga harapanmu bukan hal yang sia-sia Git. Bathin Dirga


"Baiklah, ayo kita beli kucingnya sekarang!."


Mereka kembali berjalan mencari petshop. Dan tak jauh dari sana, Gita melihat toko yang mereka cari.


"Itu kak, ayo kita kesana!."


Mereka memasuki petshop tersebut,


"Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?." Tanya karyawan dengan ramah


"Kami mencari kucing!." Jawab Gita


"Silahkan ikut kebelakang kak!."


Dirga dan Gita mengikuti karyawan ke belakang. Matanya langsung berbinar melihat banyak sekali kucing disana. Tidak hanya kucing, ada hamster dan kelinci juga.


"Kakak mau kucing jenis apa?."


"Ada jenis apa saja?." Tanya Dirga penasaran


"Yang ini Persia, biasanya banyak yang memilih jenis ini karena terkesan lucu. Ini Maine Coon, jenis ini merupakan pribadi yang ramah, beratnya bisa mencapai 13 kg. Exotic Shorthairs, terlihat mirip Persia, tapi bulunya lebih pendek. Ada pula British Shorthairs, dia jenis yang suka bermain tapi tidak suka digendong!." Jelas karyawan tersebut


Gita masih melihat-lihat, kini matanya tertuju pada satu kucing yang terlihat garang namum menggemaskan.

__ADS_1


"Yang ini saja Mas!." Pilihan Gita jatuh pada Maine Coon


"Kamu memilih yang ini?." Tanya Dirga, "Kenapa?." tanyanya lagi


"Lihat tatapannya, bukankah dia sama sepertimu. Om Januar tidak akan sering merindukanmu jika melihat kucing ini!." Jawab Gita tanpa dosa


Karyawan yang menemani mereka terlihat menahan tawa dan hal itu membuat Dirga terlihat kesal.


"Kau menyamakan aku dengan kucing ini?." Gita mengangguk tanpa sadar, kemudian tersadar


"Eh, bukan seperti itu kak. Kucing ini terlihat begitu lucu, lagipula masnya bilang dia pribadi yang ramah. Om Januar akan senang dengannya!?."


"Kami ambil yang ini, sekalian kandang dan makanannya juga jangan lupa!."


"Baik kak, kandangnya mau yang sedang apa besar?."


"Sesuaikan saja!."


"Makanannya yang berapa gram kak?."


"Yang cukup untuk sebulan mas!." Bukan Dirga yang menjawab melainkan Gita. Tatapan Dirga sudah terlihat tak bersahabat, dan Gita tahu jika pria itu sedang menahan kesal


Karyawan tersebut langsung mengambil kandang dan memasukkan kucing tersebut kedalamnya. Tak lupa mengambil makanan kucing seperti pesanan Gita.


"Kau senang sekarang?."


Gita mengangguk antusias, wanita itu terus saja tersenyum memandangi kucing yang sekarang ada di kursi tengah mobil Dirga.


"Kita kerumah om Januar kapan?." Tanya Gita


"Nanti sore bagaimana?."


"Boleh!?" Jawab Gita cepat


"Baiklah, nanti sore kita kerumah papa!."


"Jangan lupa beli kue sekalian!."


Dirga mengangguk, mobil yang dikendarainya melaju kembali menuju kantor.


****

__ADS_1


Sementara kini Danar termenung di kursi kebesarannya. Dia merasa bersalah pada Gita. Wanita itu terlihat sangat kecewa, apalagi Danar justru lupa tidak mengabarinya semalam.


Aku akan pulang malam ini, apapun alasan Tari aku akan tetap pulang kerumah.


__ADS_2