Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Berdebat Dengan Mantan


__ADS_3

"Wah, wah, wah ... lihat siapa ini?",


Dirga dan Gita menatap malas pasangan didepannya. Berbeda dengan Danar yang menatap Gita dengan penuh rindu. Apalagi, Gita terlihat lebih cantik dan anggun. Tidak bisa dipungkiri, jika Danar masih memiliki perasaan pada mantan istrinya itu.


"Apa kabar mantan maduku?. Lama tidak bertemu, kalian terlihat mesra sekali ya?. Sepertinya, kabar kedekatan kalian sebelumnya memang benar!" ucap Tari tersenyum sinis.


Dirga hendak mendekati Tari, namun Gita menahannya.


"Biar ini menjadi urusanku!", bisik Gita di telinga Dirga. Calon suaminya itu hanya tersenyum dan membiarkan Gita melakukan apa yang dia mau.


Gita mendekati mantan madunya dengan langkah anggun. "Kau lihat bukan?, aku semakin baik. Bahkan jauh lebih baik daripada dulu!", Gita menatap Tari dan Danar bergantian, lalu tersenyum remeh. "Bukankah seharusnya kau bahagia menjadi istri Danar satu-satunya. Tapi, kenapa aku malah melihat kerutan di bawah matamu. Apa kau sudah tidak mampu melakukan perawatan mahal seperti dulu?!",


Tari membulatkan mata. Benarkah ada kerutan dibawah matanya?. Tidak mungkin, dia rajin melakukan perawatan. Bahkan harus menghabiskan jutaan rupiah untuk sekali perawatan. Semua yang Gita katakan pastilah bualan semata.


"Apa kau buta?. Aku masih terlihat cantik dan sangat menarik!. Kau pasti iri kan melihat kecantikanku. Karena sejak awal, akulah yang memenangkan hati mas Danar!", ucapnya percaya diri.


Gita bertepuk tangan lalu mengitari mantan suami dan madunya.


Tak ayal banyak pengunjung yang langsung memperhatikan mereka. Dirga-pun ikut menonton drama yang diperankan calon istrinya sambil bersedekap dada. Sementara Danar mulai terlihat cemas melihat perdebatan istri dan mantan istrinya.


"Percaya dirimu tinggi sekali, Tari. Apa perlu aku membawakanmu cermin?. Sepertinya dirumahmu tidak ada kaca. Lihatlah dirimu, tidak hanya ada kerutan, tanganmu juga terlihat membengkak. Astaga, apa kau terlalu bahagia sampai jadi gemuk begini?. Kamu harus berhati-hati, Danar bisa saja mencari wanita lain jika kamu tidak bisa secantik dulu!", Gita tertawa sinis


Tari mengepalkan tangan,

__ADS_1


"Apa maksudmu berkata seperti itu?. Kau bermaksud merebut suamiku?. Jangan mimpi. Aku tidak akan membiarkan mas Danar direbut oleh pelakor sepertimu!!!",


Gita justru tertawa dan membuat Tari semakin kesal.


"Kau sedang mengatai dirimu sendiri?", tanya Gita dengan sinis. "Apa kau lupa, siapa yang pelakor disini. Wahai perebut suami orang!",


Bisik-bisikpun terdengar di telinga mereka. Dan Tari merasa risih saat melihat beberapa orang menatapnya dengan tatapan mencibir. Dia tidak boleh kalah pada mantan madunya itu.


"Bajingan!!. Jaga mulutmu itu. Aku tidak pernah merebut suamimu. Dasar wanita murahan, jangan membalikkan fakta!!!",


"Tari sudahlah, ayo kita pulang!", ajak Danar. Pria itu menarik tangan istrinya pelan. Namun Tari malah menepis tangan suaminya dengan kasar. Dia tak terima dengan penghinaan Gita.


"Apa perlu aku ingatkan jika kau adalah duri dalam rumah tanggaku dulu. Jangan menolak lupa, Tari. Alam-pun tahu kau merebut suamiku dulu!!", ucap Gita dengan santai


"Apa kau tahu?. Posisi seorang kekasih, tidak sebanding dengan posisi istri sah. Kenapa kau berbangga diri karena sudah menjadi seorang pelakor?!", cibir Gita


Tari geram, dia mengangkat tangannya hendak menampar Gita. Namun Gita lebih dulu menepis dan menampar Tari. Danar dan Dirga sama-sama terkejut dengan keberanian Gita. Jika Danar terlihat panik, Dirga justru tersenyum simpul.


"Jangan pernah memakai tangan kotormu untuk menyentuhku!!. Dasar parasit!!. Aku sudah berbaik hati memberimu saran. Seharusnya kau berterima kasih padaku. Bukan malah semakin melunjak. Tidak tahu diri!",


"Kau!!", teriak Tari geram. Danar berusaha menenangkan istrinya yang terlihat menahan amarah.


"Bawa istrimu itu pergi!. Jangan pernah menampakkan wajah kalian dihadapanku lagi. Aku tidak mau lagi berurusan dengan manusia sampah seperti kalian!", ucap Gita kepada Danar.

__ADS_1


"Perkataanmu sungguh keterlaluan, Git!", tegur Danar


"Bukankah yang aku katakan memang benar. Kalian adalah sampah yang tidak berguna. Pasangan paling serasi didunia ini. Satunya pria kejam dan satunya perempuan licik. Aku heran, kenapa karma lambat sekali menghampiri kalian berdua.!",


"Diamlah!!", teriak Tari


"Ayo sayang, kita makan ditempat lain saja. Aku sudah kenyang melihat pasangan menjijikkan ini!", Gita menarik tangan Dirga keluar dari restoran. Sedangkan Tari langusng pergi begitu saja, apalagi mendengar beberapa ibu-ibu mencibirnya.


****


Dirga tak henti tertawa, dia tidak menyangka Gita akan seberani itu. Apalagi melihat wajah Tari yang memucat karena cibiran ibu-ibu tadi.


"Diamlah kak. Kenapa kamu tidak henti-hentinya tertawa?", ucap Gita dengan kesal.


"Aku hanya tidak menyangka kamu seberani itu. Lihat kan wajah Tari?, dia sampai pucat melawanmu!!",


Gita menatap Dirga dengan tatapan horornya


"Perlu kamu tahu kak, aku bukanlah Gita yang dulu. Pengalaman pahit mengajariku menjadi wanita tegar. Jadi, jika sampai kamu melakukan kesalahan seperti Danar. Maka aku ...!", Gita sengaja menganggung kalimatnya


"Aku apa?", tanya Dirga


"Tidak segan-segan memotong habis masa depanmu!!",

__ADS_1


Glek


__ADS_2