Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Karma Dibayar Tunai


__ADS_3

"APA!! maksudnya apa semua ini, Mas?", tanya Tari menatap Danar. "Bilang kalau yang dikatakan mama semua tidak benar. Perempuan ini tidak mungkin hamil anak kamu, iya kan Mas?", teriak Tari menggoyangkan lengan suaminya.


"Semua yang mama ucapkan memang benar, Tari. Wanita ini sedang mengandung anakku!", lirih Danar


Tania memejamkan mata, Agung berusaha tenang dan Tari terlihat sangat shock. Sementara Anisa dan Anya masih duduk ditempatnya.


"Tari!!", Danar segera menyangga tubuh istrinya yang hendak tumbang. Namun Tari segera menepis tangan Danar.


"Jangan sentuh aku!! Kamu tega menghianati aku, Mas. Aku kurang apa sama kamu, hah!!! Dan kamu!", tunjuk Tari pada Anya, "Bagaimana bisa kamu menyerahkan tubuhmu dengan gampangnya pada pria beristri. Kamu juga perempuan, tega sekali kamu merusak rumah tanggaku!!", teriak Tari histeris


Tangan Anya bergetar, dia sudah menduga akan terjadi hal seperti ini. Anisa yang menyadari hal itu menggenggam tangan Anya seolah memberi kekuatan,


"Semua ini salah Danar, Tari. Anya hanya korban!", bela Anisa

__ADS_1


"Hahah, bagaimana bisa mama membelanya, bahkan mama baru mengenalnya. Apa semua hanya permainan mama. Atau, wanita ini memang orang suruhan mama untuk merayu suamiku dan memberinya keturunan?."


"Jaga bicaramu, Tari. Semua bukan rencanaku, tanyakan sendiri pada suamimu bagaimana dia bisa menodai Anya!!."


"Tenangkan dirimu, Tari!", ucap Tania


"Tenang? Bagaimana bisa aku tenang jika orang yang aku percaya kini menghianatiku, Ma. Dan mama juga ikut menyembunyikan hal ini!!."


"Mama tidak punya pilihan, Tari!", lirih Tania. Dia juga terluka melihat Tari terluka.


"Tari tenanglah. Jangan seperti ini, aku yang salah disini. Aku yang sudah menodai Anya. Maafkan aku!", ujar Danar dengan wajah bersalahnya.


"Kamu tega menghianati aku mas. Padahal aku sedang berjuang agar bisa memberimu anak. Tapi ini balasanmu padaku, hah!! Kamu menduakan aku, kamu menduakan aku!!."

__ADS_1


"Tari, Papa tahu perasaanmu hancur saat ini. Tapi bagaimanapun Danar harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Dia harus menikahi Anya!", jelas Agung.


"Tidak, mereka tidak boleh menikah. Aku tidak akan memberikan ijin!", kekeh Tari


"Jangan egois, Tari. Posisimu bukan sebagai hakim, tapi sebagai pendukung. Kau tidak punya pilihan selain menerima keputusan ini. Bayi dalam kandungan Anya butuh status yang jelas. Dan pernikahan mereka harus digelar segera sebelum perut Anya semakin besar!!", terang Anisa


"Mama yang egois disini, mama tidak memikirkan perasaanku. Bagaimana bisa dengan mudahnya mama menyuruh suamiju menikahi wanita lain, sementara aku masih menjadi istri sah nya!!."


Anisa menatap Tari dengan tatapan tajam, "Sekarang kau bertanya soal perasaan? Lalu bagaimana dengan Gita yang tiba-tiba harus menerimamu sebagai madunya. Apalagi kalian menikah diam-diam dibelakangannya. Nasibmu masih lebih baik karena Danar masih mencintaimu, sedangkan Gita? Kau bahkan tak membiarkan Danar menoleh ke arahnya barang sedetik saja. Sekarang kau tahu kan, bagaimana rasanya berada diposisi Gita saat itu. Karma dibayar tunai!!."


Deg


Tari membeku, lidahnya kelu dan tak mampu berkata-kata lagi. Tania, Agung dan Danar juga Anya hanya mampu menjadi pendengar tanpa melakukan apapun.

__ADS_1


"Mau tidak mau, suka atau tidak. Danar tetap harus menikahi Anya. Dia akan menjadi istri Danar, dan aku akan mengajukan permohonan ke pengadilan agama agar mereka bisa menikah sah secara agama dan hukum!."


__ADS_2