Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Sudah Sold Out


__ADS_3

"Lihat, Ma. Siapa yang ada dihadapan kita!", Tari menyeringai. Dia menatap Anya yang terlihat sedikit memucat. "Maduku, sayang. Apa kau takut padaku? Oh ayo lah, mana sikap aroganmu yang kau tunjukkan padaku beberapa hari yang lalu?."


Anya bungkam, ia menatap Tania dan Tari bergantian. "Mau apa kau kemari?", tanya Anya memberanikan diri.


Tari semakin mendekat ke arah Anya. "Jangan lupa kalau aku masih menjadi istri Danar. Kau jangan besar kepala, karena akan menjadi istri Danar satu-satunya. Kita lihat, apa kau akan bertahan dengan pria itu, setelah Danar jatuh miskin!!."


Tari mengabaikan Anya, dia berjalan keatas, mungkin ada batangnya yang tertinggal, pikir Anya.


"Kau senang hidup dirumah ini?", tanya Tania yang menatap Anya dengan remeh. Namun Anya tidak menjawab. "Setelah ini, carilah pria lain yang mau menerimamu dengan tulus. Tinggalkan Danar, karena pria itu tidak akan pernah berubah. Sekali ba*ingan, tetap akan menjadi ba*ingan!!."


Tari terlihat menuruni tangga sambil membawa beberapa berkas ditangannya. "Ayo, Ma. Jangan menghabiskan waktu Mama untuk mengobrol dengan wanita udik ini. Urusan kita sudah selesai disini!!."


Tari dan Tania meninggalkan rumah Anisa dan menyisakan rasa penasaran dihati Anya. Jika Tari mencintai Danar, kenapa dengan mudah ingin berpisah. Atau selama ini, mungkinkah semua hanya sandiwara. Ah sudahlah, mau Tari atau Danar, semua sama saja. Tidak ada yang benar di antara mereka. Dan lagi, itu bukan urusannya.


*


*


*


"Sayang, sudah mendingan?", tanya Gita sambil memijat tengkuk suaminya. Inilah rutinitasnya setiap hari. Morning sickness yang mendera suaminya belum juga usai.


"Sudah!", jawab Dirga sambil membenamkan wajahnya didada sang istri. Menghirup aroma tubuh Gita membuat mualnya sedikit berkurang.


"Masih bisa ke kantor?", tanya Gita. Dirga mengangguk, "Aku harus menemui clien baru hari ini. Jadi harus ke kantor. Tapi nanti makan siang, kamu nyusul ya. Aku pingin makan nasi kuning buatanmu!", ucap Dirga yang masih memejamkan mata.


"Baiklah. Nanti aku akan ke kantor, membawakan kamu makan siang. Sekarang, ayo bersiap. Aku akan membantumu!."


Setelah membantu suaminya bersiap. Gita mengantar Dirga sampai didepan pintu. Tentu saja setelah sarapan dengan sedikit drama.

__ADS_1


"Jangan lupa nasi kuningnya. Lengkap dengan sambal goreng kental dan ayam krispy!."


Gita tersenyum, "Siap tuan bos. Pesanan akan diantar dalam lima jam mendatang!."


Dirga mencium kening istrinya dengan lembut kemudian masuk kedalam mobil. Setelah mobil yang mengantar suaminya sudah keluar dari pekarangan rumah, barulah Gita masuk kedalam.


"Apalagi yang bocah itu inginkan?", tanya Januar yang duduk diruang tamu.


"Nasi kuning dengan sambal goreng kentang dan ayam krispy!", sahut Gita pada sang mertua.


Januar terkekeh, "Yang hamil siapa, yang ngidam dan manja, siapa. Papa jadi ragu, jangan-jangan anak itu mengerjai kita!!."


Gita tertawa kecil. Dia ingat, dua hari yang lalu suaminya merajuk dan meminta rujak mangga yang dibuat oleh Januar. Dengan terpaksa, pria yang duduk dikursi roda itu membuatkan keinginan putranya. Dan setelah susah payah membuatnya, Dirga mengatakan dengan santai kalau dirinya sudah tidak ingin rujak lagi dan meminta Januar yang memakannya.


"Heheh, bawain bayi mungkin, Pa!."


"Bayi besar!!."


Januar menggeleng, "Papa bosan dikamar terus. Papa akan memberi makan ikan disamping!."


Gita mengantar mertuanya ke samping rumah. Dimana banyak ikan hias yang diperlihara mertuanya. Setelah meninggalkan Januar disana, Gita bergegas ke dapur untuk menyiapkan pesanan sang suami. Untuk urusan makanan, Dirga dan Januar memang lebih menyukai masalah Gita. Jadi untuk makan, selalu Gita yang menyiapkannya.


Berkutat dengan bahan dan alat dapur sudah menjadi kebiasaannya sejak remaja. Tentu sangat mudah bagi Gita menyiapkan masakan apapun yang suami atau mertuanya inginkan. Hampir satu jam, akhirnya Gita menyelesaikan masakannya. Masih ada dua jam lagi untuk istirahat. Jadi bumil muda itu memutuskan untuk pergi kekamar dan beristirahat sejenak sebelum mengantar makan siang ke kanaro sang suami.


Tepat pukul 11 siang, Gita sudah siap dengan tantang berisi pesanan sang suami.


"Maaf tidak bisa menemani Papa makan. Bayi besar itu akan marah kalau aku datang terlambat!."


Januar tersenyum, "Pergilah. Papa tidak apa makan sendiri!."

__ADS_1


Sebenarnya Gita tidak enak hati. Beberapa kali ia meninggalkan Januar dan berakhir pria tua itu harus makan sendiri karena dirinya harus mengantar makanan ke kantor Dirga. Namun Januar begitu pengertian. Dia tidak merasa keberatan meski harus makan sendiri, tentu saja karena dia bisa makan puas tanpa sungkan jika ada sang menantu. Buktinya, setelah Gita pamit. Januar makan siang dengan begitu lahap. Bahkan dia terlihat nambah beberapa kali.


"Pak, nanti mampir sebentar di toko brownies Amanda, ya!."


"Baik, Non!."


Gita membeli beberapa kotak kue brownies kesukaannya. Tak lupa untuk suami, mertua, sopir dan asisten rumah tangga dirumah.


"Kita sudah sampai, Non!", ucap sopir padanya.


Gita segera turun dari mobil. Ditangan kanannya menentang rantang. Lalu ditangan kirinya menenteng dua kresek kue brownies yang baru dia beli!.


"Siang Bu Gita!." sapa karyawannya ramah.


"Siang!", jawab Gita tersenyum. Dia memang dikenal ramah oleh para karyawannya. Bahkan sejak dia bekerja dulu.


Gita berjalan ke arah lift. Masuk kemudian menekan angka 10 dimana ruangan suaminya berada.


"Siang, Andre. Ini ada kue untuk kamu!", ucap Gita sambil memberikan kue yang dia bawa


"Wah, terima kasih, Bu. Jadi merepotkan!".


"Hanya kue saja kok. Apa Mas Dirga ada didalam?", tanya Gita


"Ada. Tapi didalam masih ada klien Pak Dirga. Saya keluar hanya untuk mengcopy berkas kerjasama yang baru disepakati!."


Gita mengangguk, dia berdiri didekati pintu. Jadi bisa mendengar obrolan didalam ruangan suaminya.


"Kita sudah lama tidak bertemu, Dir! Mau ya, makan siang denganku. Aku kangen sama kamu!."

__ADS_1


"Maaf, Nona. Dirga itu sudah sold out. Jadi ajak yang lain saja!!."


__ADS_2