
Rasa yang sudah di ubun-ubun hilang seketika seiring dengan terdengarnya ketukan pintu. Gita segera memakai kembali bajunya, sementara Dirga menggerutu kesal. Dia menyambar baju mandi yang ada diatas nakas. dan dengan perasaan dongkol, ia membuka pintu.
Adi tersenyum licik dan penuh kemenangan. Dia ingin tertawa melihat wajah Dirga yang memerah. Sebagai pria yang sudah menikah. ia tahu apa yang akan terjadi, dan dia berhasil mengacaukannya.
"Masih pagi, bung. Kenapa wajahmu memerah. Apa kau tidak ingat, jika masih ada resepsi sebentar lagi!", ucapnya sambil melirik ke arah dalam. "Sepertinya terjadi gempa ya. Bunganya berantakan!!", ucapnya tanpa dosa.
Dirga menggeram kesal, ia merutuk dan mengumpati Adi dalam hati.
"Jangan mengumpati aku, Dir!!", ucap Adi terkekeh
"Ada perlu apa, kak??",
"Tidak ada, hanya ingin menyapamu!!", jawabnya dengan tampang watados-nya
"Kak ... Kamu pernah muda kan?. Astaga, ingin sekali aku membuangmu ke Antartika. Kau sudah mengganggu waktuku. Aku akan mengadukanmu pada kak Mika!!",
Adi tertawa mengejek, "Mika tidur dengan anak-anak. Jadi, daripada aku menganggur, sebaiknya kita mengobrol saja, bagaimana?. Mumpung masih ada waktu!",
"Aku mau mandi kak, gerah!!",
Brak
Dirga menutup pintu dengan keras. Dibalik pintu, Adi tertawa terbahak-bahak. Dia senang karena berhasil balas dendam pada adiknya.
Didalam kamar, Gita sudah rapi dengan bajunya. Ia menatap suaminya canggung, Gita tahu suaminya sedang menahan kesal.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?", tanya Gita
Dirga mendengus, "Aku tidak baik-baik saja, sayang. Aku mau mandi. Tapi nanti malam, aku tidak akan melepaskanmu!!", ucapnya seraya masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Gita bernafas lega, setidaknya saat ini dia selamat dari suaminya. Dia bergidik saat mengingat 'itu', astaga. Dia ingat pertanyaan konyol Ana, punya bos big ga ya. Dan sekarang Gita tahu jawabannya. Berkali-kali ia menghela nafas karena terus mengingat milik suaminya, ish. Dia bermain ponsel agar merasa lebih rileks. Tapi nyatanya percuma, Gita terus mengingatnya.
"Sayang, kenapa kamu geleng-geleng kepala. Kamu pusing?", tanya Dirga yang baru keliar dari kamar mandi. Gita menelan ludah, Dirga hanya memakai handuk, tubuh kekarnya terpampang nyata didepannya. Apalagi dengan rambut yang sedikit basah. Gita akui, Dirga terlihat sangat, seksi.
"Sayang, lap air liurmu!!", reflek Gita mengusap bibirnya dan membuat Dirga tertawa.
Astaga, kenapa aku melakukan yang dia katakan. Memalukan. Bathinnya
Dirga mendekati istrinya, tentu saja jantung wanita itu kembali bak genderang yang ditabuh.
"Siapkan dirimu untuk nanti malam, jangan lupa makan. Karena aku, akan membuatmu tidak tidur semalaman!!",
Glek
Gita lagi-lagi harus menelan ludah. Astaga, dia bisa kena serangan jantung kalau begini. Dirga dengan santai berganti baju didepannya. Gita menunduk, dia malu juga gugup dan takut.
Tok Tok Tok
*
*
*
Bak Raja dan Ratu di cerita dongeng. Gita terlihat begitu cantik dengan gaun panjang berhiasa berlian, rambutnya disanggul ke atas dengan mahkota indah dikepalanya. Dirga sendiri, terlihat tampan dengan setelan jas warna senada.
Semua tamu memuji pasangan tersebut, bahkan banyak yang menatap iri pada mereka. Entah seperti apa anak mereka nanti, jika orang tuanya saja begitu sempurna.
Dirga dan Gita tak henti menebar senyum sambil menyalami para tamu. Ucapan selamat selalu mengalir dari mereka.
__ADS_1
"Sayang, kenapa tamunya banyak sekali. Bukankah aku minta pesta sederhana?",
"Maafkan aku sayang, tapi ini momen bahagia kita seumur hidup. Dan aku tak mau menyia-nyiakannya!",
Gita hanya bisa menghela nafas pasrah, entah berapa banyak tamu yang suaminya undang. Dan berapa biaya yang harus Dirga keluarkan untuk pesta mewah ini.
Gita tersenyum saat melihat Anisa menaiki pelaminan. Bagaimanapun, wanita itu telah berjasa dalam hidupnya.
"Selamat nak. Akhirnya kamu menemukan kebahagiaan kamu. Mama hanya bisa mendoakan semoga kalian bahagia!",
"Terima kasih Ma. Mama sudah seperti ibuku sendiri. Terima kasih atas semua perhatian dan kasih sayang mama selama ini padaku!!",
"Hem, mama sudah menganggapmu seperti anak mama sendiri, dan maafkan mama karena pernah membuat hidupmu menderita. Sekarang saatnya kamu berbahagia dengan pria yang mencintamu. Sekali lagi selamat, nak!!",
Gita tersenyum dan membalas pelukan mantan mertuanya. Terlepas dari semua yang Danar lakukan. Anisa tidak ada sangkut pautnya dengan itu. Dan Gita akan tetap menganggapnya seperti ibunya sendiri.
Berbeda dengan Dirga dan Gita yang tengah berbahagia. Tari malah uring-uringan. Mamanya tidak jadi menjenguknya, Danar belum pulang dari kemarin. Dan saat menyalakan TV, dia melihat acara pernikahan Dirga dan Gita yang sangat mewah. Jujur ia iri, pernikahannya dengan Danar memang sudah sah dimata agama dan negara. Namun belum ada pesta mewah atau resepsi.
Tapi bukan saatnya memikirkan hal itu. Sekarang ia hanya ingin fokus untuk memiliki anak. Tapi bagaimana mau punya anak jika suaminya tidak pulang.
Kamu dimana Mas.
Saat Tari mengkhawatirkan keadaan suaminya. Danar justru tengah menikmati hidupnya.
*
*
*
__ADS_1
*
Kira-kira, apa yang dilakukan Danar?