
Kakinya melangkah dengan anggun. Senyum manis tersungging dibibirnya. Dia menaiki panggung setelah namanya dipanggil.
"Selamat Nona Anggita Geavina, silahkan!", ucap seorang MC
Gita berdiri didepan banyak pasang mata, wajah cantiknya begitu menghipnotis mereka yang melihatnya.
"Terima kasih. Semua masih terasa seperti mimpi. Saya tidak menyangka sebelumnya bisa berdiri didepan kalian semua dan menerima penghargaan berharga ini. Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua, khususnya Kak Adi dan Kak Mika juga seseorang disana yang selalu mendukung, mendoakan dan mensuport semua yang saya lakukan. Tanpa kalian, saya bukanlah siapa-siapa. Tak lupa juga saya sampaikan terima kasih untuk semua rekan yang selalu mendukung karier saya hingga bisa sesukses ini!",
Gita menuruni panggung kemudian kembali melangkah ke kursinya. Wajah ayunya langsung menjadi tujuan sorotan kamera dari beberapa pencari berita.
"Selamat Git, kamu memang pantas mendapatkan penghargaan ini!", ucap Mika
"Terima kasih banyak kak, semua ini berkat kalian juga!",
Tiga tahun berlalu, kini Gita telah menjadi seorang perancang busana yang cukup terkenal. Karyanya disuka banyak kalangan atas. Bahkan beberapa artis dari beberapa negara memakai baju rancangannya.
__ADS_1
Kehidupannya sudah berubah menjadi lebih baik. Luka hati yang dulu dia rasakan kini tak ada lagi walau bekasnya tidak pernah bisa di hilangkan. Bukankah hidup harus terus berjalan dan menatap ke depan. Begitulah prinsip hidup yang Gita terapkan.
Tidak mudah meraih semua ini, tapi dengan dukungan orang-orang terdekat yang selalu menguatkannya, sekarang ia bisa meraih kesuksesan ini.
"Kalau begitu, ayo kita pulang. Takut Arsen rewel!", ucap Adi. Arsen adalah anak kedua Adi dan Mika yang lahir dua tahun lalu.
"Ayo, aku yakin si gembul akan menangis jika kalian tidak ada", jawab Gita sambil membayangkan wajah menggemaskan bocah tampan tersebut.
Mereka memutuskan pulang ke hotel tempat mereka menginap. Saat ini mereka sedang berada di Perancis untuk menghadiri penghargaan bergengsi yang diadakan salah satu brand terkenal disana. Dan Gita masuk dalam moninasi desainer pendatang baru berbakat. Siapa sangka, bukan hanya masuk nominasi. Dia justru memenangkan penghargaan tersebut. Tentu saja karena karyanya memang bagus.
****
"Kamu tidak mau menemui Dirga sekali saja?", tanya Mika
Mereka sudah tiba di Singapura kemarin sore. Dan saat ini tengah sarapan bersama.
__ADS_1
"Kamu tahu, dia selalu mengeluh karena tidak bisa bertemu denganmu. Sikapnya semakin menyebalkan dan dingin!", sambung Adi
Gita hanya tersenyum. Selama tiga tahun, Dirga benar-benar menepati janjinya. Mereka hanya berhubungan melalui ponsel. Didepannya, Dirga tak mengeluh apapun. Siapa sangka nyatanya pria itu mengeluh pada Adi dan Mika.
Jujur, Gita merindukan pria itu. Entah rindu sebagai adik atau sebagai seorang wanita. Dia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Tak sekali dua kali Dirga mengutarakan perasaannya. Namun Gita masih belum memberikan jawaban. Jika ditanya apakah dia mulai mencintai Dirga?. Kalau rindu termasuk kategori cinta, maka sudah jelas jika Gita mulai mencintai Dirga. Hah, Gita hanya ingin menjalani apa yang Allah gariskan padanya. Jika memang dirinya dan Dirga ditakdirkan bersama, tentu mereka akan bersama nantinya.
"Sepertinya sudah saatnya kamu kembali Git. Kamu tidak merindukan Dirga?", ucap Mika menggoda adiknya
"Hah, aku sendiri tidak tahu kak. Aku merasa tidak pantas untuk dia. Aku ini janda. Sementara Dirga, dia itu pria mapan dan tampan. Pasti banyak yang mau menjadi pendampingnya!",
Mika menatap suaminya seperti memberi kode,
"Status bukanlah halangan Git. Bukankah jodoh ada ditangan Allah, jika Dia sudah menakdirkanmu berjodoh dengan Dirga. Apapun dan bagaimanapun keadaanmu, kalian pasti akan bersama. Lagipula, kamu sudah tahu kalau Dirga menyukaimu sejak jaman SMA. Dia menerima kamu apa adanya tanpa ada apanya. Dia tak pernah mempermasalahkan statusmu. Kurang sabar apa lagi coba, dia menunggu kamu. Kami tahu, alasanmu sebenarnya karena masih ragu dengan perasaanmu sendiri. Ya, walaupun dengan statusmu juga. Tapi kamu tidak perlu khawatir, kamu tahu betul seperti apa Dirga menyayangi kamu. Saranku, mintalah pentunjuk dari-Nya. Hanya Dia yang bisa menjawab kegelisahanmu !", ujar Adi sembari menyeruput teh-nya.
Gita terdiam, apa yang Adi ucapkan memang benar. Dia hanya ragu dengan perasaannya. Sekaligus trauma untuk memulai hubungan yang baru juga karena statusnya yang seorang janda. Tapi tidak ada salahnya, dia menjalankan apa yang Adi katakan. Lagipula, Dirga berbeda dengan Danar, Dirga adalah pria lembut, perhatian juga tulus. Tidak ada cela yang mampu membuatnya tidak diterima oleh wanita manapun termasuk dirinya.
__ADS_1
"Kakak benar, aku hanya perlu meminta petunjuk pada-Nya atas keraguanku. Dan aku akan memantapkan hatiku setelah mendapat jawaban atas semuanya!",