Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Malam Pengantin


__ADS_3

Acara berlangsung hingga pukul 23.00 malam. Kaki Gita terasa pegal, walau sempat duduk sesekali. Tetap saja ia kembali berdiri saat tamu hendak bersalaman dengannya.


Keluarga dan teman dekat sudah kembali ke kamar masing-masing. Begitupun dengannya dan Dirga. Wanita itu merasa was-was, ia kembali teringat ancaman Dirga tadi pagi. Badannya terasa lelah, akan semakin lelah jika Dirga membuatnya begadang semalaman.


"Sayang, kamu mau mandi apa tidak?", tanya Dirga yang baru keluar dari kamar mandi


"Iya sayang. Aku mau mandi dulu!!",


"Aku sudah menyiapkan air hangat di bathup!!",


Gita mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi. Dia langsung masuk kedalam bathup yang sudah berisi air hangat. Suaminya perhatian sekali, bathinnya. Wanita itu merasa sedikit rileks, rasa lelahnya mulai berkurang. Ia memejamkan mata sejenak menikmati aroma terapi bercampur sabun yang membuatnya merasa tenang. Setelah dirasa cukup membersihkan dirinya, Gita mengambil baju mandi dan memakainya. Ia membuka pintu


Deg


Pandangan pertama yang ia lihat adalah suasana kamar. Tidak hanya ada kelopak bunga ditengah ranjang. Kamar yang awalnya terang kini berganti cahaya temaram dari lilin yang menyala diseluruh penjuru kamar. Aroma kamar juga begitu wangi.


"Kamu suka?", tanya Dirga yang tiba-tiba berada dibelakangnya. Pria itu memeluk dan menyandarkan kepalanya dibahu sang istri.


"S-suka ... !", jawab Gita gugup


Tanpa aba-aba, Dirga menggendong istrinya menuju ranjang. Lalu merebahkannya dengan pelan. Mata tajam itu tak henti memandang lekat ke arahnya.


"Kamu wangi sekali sayang, dan aku suka!!", bisiknya pelan


Tangan Gita terulur menyentuh wajah tampan itu. Dirga memejamkan mata menyambut usapan halus diwajahnya. Beberapa saat kemudian, dia membuka mata. Dan tatapan mereka kembali bertemu. Dirga mendekat kan wajahnya, dia kembali ******* lembut bibir candu istrinya.


"Balas aku, sayang!!",


Gita mulai merespon, dia membiarkan Dirga mengeksplor mulutnya. Ia juga membalas ******* suaminya. Mereka menjeda ciumannya untuk mengambil nafas. Kemudian melanjutkannya lagi. Tangan Dirga tak tinggal diam, telapak kekarnya sudah membuka tali baju mandi istrinya. Hingga terpampang jelas keindahan yang sempat ia lihat tadi pagi.


Gita memekik saat Dirga memainkan salah satu dadanya. Kali ini, Gita benar-benar merasakan sensasi yang berbeda. Dirga memperlakukannya dengan begitu lembut. Seluruh tubuh Gita meramang. Rasa aneh juga nikmat itu, mampu membuatnya melayang. Dirga tersenyum saat melihat Gita mulai terbawa suasana. Pria itu hanya mengikuti naluri, karena ini adalah pengalaman pertamanya.


Dirga tersenyum saat Gita mencapai pelepasan. Merasa istrinya sudah siap, Ia segera membuka baju dan siap menggempur sang istri. Mata Gita membola menatap 'itu' milik suaminya. Walau dengan lampu temaram, tetap saja terlihat jelas.


"Kamu sudah siap?", Gita mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya.


Suasana kamar terasa panas, mereka sudah siap untuk menyatu.


"Sayang, punya kamu susah dimasukin!!",


Gita hanya diam, dia tak tahu harus menyahut apa. Dia hanya mengikuti permainan suaminya.

__ADS_1


Akhirnya, geraman terdengar saat Dirga berhasil menyatukan diri dengan pujaan hatinya. Gita sedikit memekik karena merasakan sedikit nyeri. Walau bukan yang pertama, tapi rasa nyeri itu masih ia rasakan sekarang.


"Sayang ... !",


Dirga menatap wajah istrinya yang memerah, tadi dia mendengar pekikan Gita. "Sudah enakan?", tanya Dirga. Gita mengangguk. Dia masih menyesuaikan diri dengan rasa nyeri juga milik suaminya yang big itu.


Keduanya sudah diliputi gairah. Dirga mulai menggerakkan tubuhnya. Rasanya begitu nikmat dan mabukkan. Apalagi mendengar lenguhan kecil yang keluar dari bibir bidadari hatinya, membuatnya begitu bersemangat.


"Sa-yang ... kamu membuatku melayang!!", gumamnya sambil terus bergerak diatas tubuh sang istri.


"A-aku mencintaimu ... !",


"Aku, ju-ga mencintaimu!!",


Keduanya menyalurkan cinta mereka, berbagi keringat, saliva dan kehangatan bersama.


"S-sayang, aku mau ...!!", ucap Gita bergetar


"Bersama, yank!!", balas Dirga


Dirga memekik panjang saat ia mencapai pelepasan. Dia menatap istrinya yang masih terengah-engah. Pria itu kembali membenamkan kepalanya didada sang istri. Gita membuka mata, menatap Dirga yang berada didadanya.


Dirga kembali mencium bibir istrinya. Lenguhan kembali terdengar dan hal itu membangkitkan lagi gairah seorang Dirga Ibrahim. Pria itu seakan tak memiliki lelah, dia kembali merajut cinta dengan sang belahan jiwa.


Entah kapan mereka berhenti, yang jelas. Sepanjang malam, kamar pengantin itu hanya dipenuhi suara mendu dari dua insan yang tengah dimabuk asmara tersebut.


*


*


*


Berbeda dengan si pengantin baru. Disebuah kamar VVIP disalah satu club malam. Terdengar jeritan dan rintihan seorang gadis yang tengah direnggut paksa mahkotanya. Gadis manis itu hanya bisa menangisi nasibnya. Entah siapa pria yang telah dengan kejam merenggut mahkotanya, ia sendiri bahkan tak mengenalnya. Sekuat apapun dia melawan, semua percuma. Ia hanya bisa pasrah atas nasib buruk yang menimpanya malam ini.


*


*


*


Mata wanita cantik itu mengerjap, hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya. Pria itu tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Morning Kiss, baby!!",


Gita memiringkan tubuhnya. Tidak adil, kenapa hanya dirinya yang sangat kelelahan, tapi suaminya tidak. Pria itu bahkan sudah terlihat tampan dengan rambut sedikit basah.


"Kamu mau mandi sekarang?", tawarnya tertawa nakal


Gita mengerucutkan bibirnya, seluruh tubuhnya terasa lelah dan remuk. Dirga benar-benar membuktikan ucapannya. Pria itu tak memberinya waktu istirahat dan terus mengulang malam panjang mereka.


"Tubuhku sungguh lelah!!",


"Hehe, maafkan aku. Aku tidak bisa menahan diri melihat pesona Anggita Geavina. Apalagi saat kamu naked!!",


"Ck, kamu memang menyebalkan!!", rajuk Gita


"Benarkah?. Bukankah kamu juga menikmatinya?. Kamu bahkan terus menyebut namaku!!", goda sang suami


Gita memerah malu, "Jam berapa?", tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Jam 10!", jawab Dirga santai


Mata Gita membulat, sudah siang rupanya. Tanpa aba-aba, Dirga menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya dan itu membuat Gita reflek menutup bagian intinya dengan tangan.


"Apa yang kamu lakukan??", pekiknya kaget, Dirga tersenyum licik, dia menggendong Gita dan membawanya ke kamar mandi.


"Tidak perlu malu padaku, aku sudah melihat dan hafal semua bentuk tubuhmu!!", bisik Dirga, Gita melotot, ia malu dan langsung membenamkan wajahnya dibalik leher sang suami.


Dengan lembut pria itu menurunkan Gita kedalam bathup yang berisi air hangat.


"Berendamlah, pasti tubuh kamu lelah kan?", Gita mengangguk, efek badannya yang remuk membuatnya sangat menikmati air hangat yang memanjakan tubuhnya. Ia memejamkan mata dan tak tahu jika suaminya kembali tersenyum nakal. Pria itu membuka pakaiannya kemudian ikut masuk kedalam bathup.


"Apa yang kamu lakukan, yank. Kamu kan sudah mandi!!", pekik Gita kaget


"Aku ingin mandi berdua denganmu!!", ucapnya dengan senyum nakal, " Kita bisa mempraktekkan gaya bercinta di bathup, bukan?!!"


*


*


*


ish pengantin baru, kejar setoran nih mas Dirga

__ADS_1


__ADS_2