Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Hukuman


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau Danar datang kerumahmu, semalam!",


Deg


Gita menangkap aura dingin dari calon suaminya. Tatapan Dirga terlihat tajam dan pria itu seperti tengah menahan amarah. Gita mendekati Dirga lalu duduk didepannya.


"Kak, itu hanya masalah kecil. Lagipula, tidak ada yang terjadi di antara kami!",


Dirga menatap lekat sang pujaan hati. Bukan masalah terjadi sesuatu atau tidak. Dirga hanya tidak suka Danar mengganggu calon istrinya.


"Aku tidak suka dia terus mengganggumu!",


Gita tersenyum,


"Aku yakin setelah ini, dia tidak akan menggangguku lagi!", ucapan Gita membuat Dirga menaikkan sebelah alisnya,


"Bagaimana kau bisa seyakin itu. Apa kalian telah membuat kesepakatan??", selidiknya


Gita berdiri kemudian berjalan mendekat ke arah Dirga. "Hahaha, kesepatakan apa?. Tentu saja tidak, kenapa aku harus membuat kesepakatan dengan Danar?!",


"Lalu kenapa?", tanyanya penasaran


"Itu karena!", Gita mencondongkan badannya disamping Dirga kemudian membisikkan sesuatu. "Aku mengusirnya. Dan Tari tak akan membiarkan Danar menemuiku lagi!!", bisik Gita


"Tari juga datang kerumahmu?",


"Ya, dan kami berdebat seperti biasa!",


"Lalu apa yang terjadi?",


"Tentu saja aku mengusir mereka. Tari terlihat kesal dan pastinya, dia akan menjaga Danar seperti peliharaan!", ucap Gita terkekeh

__ADS_1


"Tapi tetap saja, kau sudah membuatku kesal, nyonya Ibrahim!!", bisik pria tampan itu.


Dirga menarik pinggang Gita kemudian mendudukkan wanita itu dipangkuannya. Jangan ditanya bagaimana detak jangtung Gita sekarang. Dia merasa gugup saat berada sedekat ini dengan Dirga. Sebelumnya, mereka tidak pernah seintim ini. Nafas Dirga bahkan terasa ditelinganya, dan itu membuat Gita merinding.


"Kak ... !",


"Kau harus dihukum karena membuatku khawatir dan cemburu!!",


"A-ak ... !",


Ucapan Gita terpotong kala bibir tebal milik Dirga menyapa bibirnya. ******* lembut itu membuat Gita terbuai. Aliran darahnya terasa mengalir deras. Gelenyar aneh menyambanginya dan baru kali ini Gita merasakan hal seperti ini. Bahkan dengan Danar, dirinya tidak se-terbuai ini.


Dirga menarik bibirnya, ia menatap.Gita yang terlihat menghirup banyak udara.


"Itu hukuman karena kamu membuatku cemburu!!",


Gita menatap kesal calon suaminya. Bukan kesal, sebenarnya dia masih gugup dan malu. Melihat Gita yang merona, Dirga sengaja menggoda calon istrinya.


"Wajahmu merah!", Gita semakin malu mendengar ucapan Dirga.


A-aku membawakanmu makan siang. Mau makan sekarang?",


Dirga tersenyum lalu mengangguk, mata Dirga berbinar melihat menu kesukaannya apalagi Gita yang memasaknya.


"Sepertinya sangat lezat!!",


"Kalau begitu, silahkan dimakan?",


"Kamu sudah makan?", Gita menggelang. "Kalau begitu, kita makan bersama!!",


Dirga memakan masakan Gita dengan lahap. Mereka makan siang bersama, sesekali Dirga menyuapi calon istrinya begitupun sebaliknya.

__ADS_1


****


Tari masih menampakkan wajah kesal. Sejak semalam, dia memilih tidak berbicara dengan Danar. Bagaimana bisa dengan berani, Danar menemui Gita dan meminta perempuan itu kembali padanya. Tari tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Walau Gita menolak permintaan Danar, tidak menutup kemungkinan Danar akan terus mengejar mantan istrinya.


Lamunan Tari pecah kala mendengar ponselnya berbunyi. Dari mamanya,


["Ada apa Ma?" ]


["Kenapa suaramu terdengar seperti itu?. Apa yang membuatmu kesal?",] tebak Tania


["Aku kesal karena Gita sudah kembali. Dan Mama tahu?. Danar memintanya kembali!",]


["Apa?",] pekik Tania.


["Danar terus mengejarnya. Aku jengkel sekali karena itu. Apalagi, perempuan itu terlihat jauh lebih menarik daripada dulu!",]


["Oh, ayolah Tari. Sejak kapan kau merasa kalah pada orang lain?. Kau berhasil menghasut suamimu dan membuat wanita itu hengkang dari rumah tangga kalian. Mungkin sudah saatnya kau melenyapkan wanita itu sekarang!!",] ucap Tania. Jika dulu, Tari tidak perlu melenyapkan Gita karena keberuntungan. Kali ini, Tari harus menyelapkan perempuan itu demi keutuhan rumah tangganya.


["Bagaimana bisa aku melenyapkan wanita itu jika Dirga berada dibelakangnya Ma. Pria itu seperti iblis yang siap mencabut nyawa kita kapan saja!!",]


["Serahkan semua pada mama. Mama akan segera datang ke Indonesia. Jangan panggil aku Tania jika tidak bisa membuatmu menjadi yang nomor satu!",]


Tania mematikan panggilan telponnya. Dia tersenyum menyeriangai. Dia segera memesan tiket ke Indonesia kemudian pergi dari kamar. Tanpa ia sadari, seseorang telah mendengar percakapannya dengan Tari.


"Apalagi yang akan kalian perbuat. Aku tidak akan tinggal diam kali ini!!",


*


*


*

__ADS_1


*


Kira-kira siapa yang menguping pembicaraan Tania dan Tari ya??


__ADS_2